Peran HRD layaknya marketing

Tidak peduli produk atau jasa apa yang Anda hasilkan, bisnis memerlukan dua hal penting, yaitu: karyawan dan pelanggan. Peran yang bertanggung jawab di kedua hal tersebut ialah tentunya, HR danmarketing, sesungguhnya HR dan marketing memiliki lebih banyak kesamaan lebih dari sekadar yang disadari oleh organisasi selama ini. Ketika dihadapkan dengan peran strategis dalam bisnis, HR lebih tertinggal ketimbang marketing.

 

Berikut adalah 10 alasan mengapa para direksi HR harus mulai berpikir seperti CMO.

 

1. HR memegang kunci dalam urusan hubungan karyawan

Hubungan pelanggan dan hubungan karyawan pada dasarnya memiliki prinsip-prinsip dasar yang sama, seperti: konsistennya komunikasi danrewards. Hubungan pelanggan yang baik dapat mendorong penjualan, hubungan dengan karyawan yang baik akan berdampak pada meningkatnya produktivitas karyawan. Kedua hal tersebut memberikan dampak yang menguntungkan.

 

2. Ini semua tentang kesetiaan

Jauh lebih mudah mempertahankan pelanggan yang ada daripada mencari pelanggan baru. Hal yang sama berlaku pada karyawan – lebih hemat membangun karyawan yang sudah Anda punya daripada terus merekrut dan melatih orang-orang baru. Jika Anda menginginkan ide-ide baru untuk strategi mempertahankan karyawan, contek trik bagaimana membangun loyalitas pelanggan.

 

Baca Juga: Tunjangan Tidak Selalu Berbanding Lurus Dengan Kesetiaan Karyawan

 

3. BangunBrand Ambassadorinternal

Karyawan dapat menjadi pendukung terbesar Anda dan dengan dorongan mereka, Anda akan terbantu dalam mengisi organisasi dengan talenta-talenta terbaik. Kita semua memahami besarnya kekuatan testimoni positif dan rekomendasi dari pelanggan. Bayangkan banyaknya karyawan berpotensi dalamnetwork pertemanan karyawan Anda yang ingin atau berminat bergabung dengan organisasi Anda, dan bayangkan betapa sederhananya proses perekrutan dan retensi karyawan ketika hal tersebut terjadi.

 

4. Bangun komunitas sosial yang kuat

Tidak ada keraguan bahwa media sosial telah membuat tantanganmarketing jauh lebih kompleks, menciptakan banyaknya pilihan media untuk terhubung dengan pelanggan. Jika dilakukan dengan baik, hal ini dapat menciptakan suatu hubungan yang kuat dan nyata. Jadi seberapa baik HR mengelola komunitas sosialnya? Apakah komunitas tersebut memiliki potensi untuk dilibatkan lebih efektif dalam merekrut, melatih dan berkomunikasi dengan karyawab? Bisakah mereka menjadi suatu media yang menghasilkan kolaborasi positif?

 

5. Fokus pada ROI yang terukur

Seorang CMO bertanggung jawab dalam memimpin, besarnya skor NPS,brand awareness, cost per click dan masih banyak lagi. Pekerjaan mereka selalu didasarkan oleh pertimbangan pengembalian investasi, hal ini membuat mereka lebih proaktif dalam mencari peluang baru.

HR justru cenderung lebih reaktif, HR lebih memilih bertindak memadamkan api atau memotong biaya. Jika Anda konsisten memenuhi nilai KPI, contohnya; biaya perekrutan dan biaya pelatihan berdampak terhadap kinerja, maka Anda akan lebih mudah mendapatkan persetujuan anggaran untuk ide-ide baru.

 

6. Gunakan data untuk membuat keputusan yang lebih baik

Bagaimana Anda membuat strategi keputusan perekrutan, intuisi atau data?Marketing campaign dilakukan berdasarkan data, target pasar dilakukan berdasarkan segmen pelanggan, dan data digunakan untuk terus meningkatkan program dan produk.

 

Baca Juga:  Mengandalkan Firasat Saat Merekrut Karyawan?

 

Ini adalah kesempatan besar bagi HR, mengingat biaya yang cukup besar akibat dari keputusan yang buruk. Ada perusahaan yang telah menerapkan ciri-ciri kepribadian dengan pengukuran metrik untuk memahami peran tertentu yang paling cocok dalam bisnis, dan ada juga beberapa perusahaan yang menggunakan data untuk meningkatkan dampak program pelatihan dan insentif.

 

7. Mulailah segmentasi

Apa yang membuat tim Anda sukses dalam bisnis? Jika Anda dapat menganalisis data karyawan untuk memahami keterampilan, pengalaman, preferensi dan motivasi, Anda berpotensi bisa mengoptimalkan kinerja dan produktivitas.

 

8. Jadilah penjaga budaya perusahaan

Budaya perusahaan sejalan denganbrand personality Anda di luar. Brand personality Anda tercermin dari orang-orang yang Anda pekerjakan.

 

9. Buatcore value

Proposisicore value bagi pelanggan adalah dasar marketing. Visi dan nilai-nilai organisasi juga sama pentingnya – visi dan nilai yang jelas akan dapat menarik dan menginspirasi orang yang tepat. Ini adalah alasan internal untuk percaya Anda – posisi dan janji Anda kepada karyawan.

 

10. Gunakan teknologi untuk mengotomatisasi

Tenaga marketing yang paling sukses adalah orang yang melek digital atau teknologi – mereka menggunakan fitur atau sistem otomatisasi marketing dan data analisis untuk mengelola media komunikasi yang semakin kompleks. Untuk HR,  Software HR  dapat meringankan beban administrasi HR; mulai dari proses penggajian atau payroll hingga manajemen insentif.

Hal ini memungkinkan HR fokus pada peran prioritas strategis, sepserti:talent aqcuisition dan retensi karyawan, pembelajaran dan pengembangan karyawan. Di sinilah Anda dapat menambah nilai nyata untuk organisasi- dan mendapatkan tempat di jajaran decision maker.

One Comment

  1. HRD Training Indonesia

    Inspiratif sekali artikelnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use theseHTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>