7 Perencanaan SDM

Sumber daya manusia atau SDM yang handal sangat penting bagi sebuah perusahaan. Motivator terkenal Amerika yang terkenal di bidang penjualan, Zig Ziglar berkata,

Anda membangun SDM, dan SDM yang membangun bisnis.”

SDM adalah tulang punggung perusahaan. Semua aset atau sumber daya lain seperti bangunan, kendaraan, teknologi, dan lain-lain dijalankan oleh karyawan, supervisor, manajer, hingga direktur. Tanpa SDM, semua tugas dan pelayanan perusahaan kepada supplier maupun pelanggan akan terhenti.

Perencanaan SDM yang baik dan teratur sangat berperan dalam kemajuan perusahaan. Perusahaan-perusahaan besar bahkan menginvestasikan dana besar untuk perencanaan dan pengembangan sumber daya manusia mereka.

Di bawah ini adalah tujuh hal yang wajib dilakukan dalam perencanaan SDM perusahaan.

1. Tujuan Perencanaan

Sebelum Anda merekrut atau bahkan memberhentikan karyawan, pastikan Anda mengerti tujuan melakukan hal ini. Anda harus tahu pasti arah bisnis perusahaan saat ini. Jika perusahaan sedang dalam mode ekspansi, maka Anda harus bersiap melakukan perekrutan. Setiap departemen (administrasi, akunting, operasional, sales, marketing) membutuhkan jenis SDM yang berbeda.

Perencanaan SDM yang tepat sasaran akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi perusahaan. Artinya perusahaan berjalan baik dengan personel yang produktif dan jumlah karyawan yang sesuai dengan kebutuhan.

2. SDM Yang Sudah Ada

Lakukan pemetaan terhadap sumber daya manusia yang ada saat ini. Anda perlu mengetahui jumlah karyawan untuk setiap departemen dan membuat analisa. Setiap bagian harus memiliki pemimpin yang kuat dan mampu mengayomi bawahan dengan baik sehingga struktur organisasi perusahaan berjalan dengan baik (menghindari bottlenecks).

3. Perencanaan Demand dan Supply

Berdasarkan tujuan dan inventaris yang sudah dilakukan, Anda sekarang bisa membuat perencanaan SDM dengan menganalisa kebutuhan perusahaan dengan proses pemenuhannya.

Hal ini bisa dilakukan dengan membuat estimasi atau perkiraan berapa jumlah pegawai yang dibutuhkan di masa mendatang dikurangi dengan yang keluar karena pensiun atau mengundurkan diri. Perencanaan ini penting untuk menjaga stabilitas operasional perusahaan dan menghindari karyawan merangkap tugas terlalu banyak yang bisa mempengaruhi kinerja mereka.

4. Lubang-Lubang SDM (Manpower Gaps)

Tidak ada perusahaan yang berhasil tanpa kerja sama tim yang baik. Oleh karena itu Anda sebagai HRD harus jeli memperhatikan lubang dalam sistem SDM. Komunikasi antar departemen harus berjalan dengan baik, jangan sampai pelayanan ke supplier dan pelanggan terganggu hanya karena ego satu atau beberapa orang yang menganggap diri atau departemennya yang paling penting.

 

Baca Juga:  Cara Sukses Mengatur Tim Multigenerasi Dalam Perusahaan

 

Tempatkan atau didik pemimpin yang baik dan bisa bekerja sama dengan bawahan, atasan, dan sesama level. Atmosfir kerja yang baik akan sangat mempengaruhi kinerja dalam perusahaan. Jika harus merekut karyawan baru sebagai pemimpin, usahakan agar berasal dari industri yang sama dan mengerti budaya perusahaan Anda.

Seseorang yang saya kenal, gagal dalam mengelola 100 orang karyawan karena kurang memahami kultur di perusahaan barunya, padahal di selama bertahun-tahun di perusahaan sebelumnya beliau mengelola 3.000 karyawan.

5. Jenjang Karir

Banyak sekali yang bisa dilakukan untuk memacu kinerja karyawan. Buatlah sistem promosi dan jenjang karir yang jelas, sehingga setiap orang bisa melihat langkah keberhasilan yang perlu ditempuh dalam perusahaan.

Setiap karyawan, bahkan yang memiliki jabatan paling rendah sekalipun, perlu mengetahui kenaikan posisi berikut yang bisa mereka dapatkan. Berikan mereka tujuan yang jelas dalam berkarya untuk pribadi atau keluarga melalui perusahaan. Jika mereka bisa melihatnya, mereka bisa mendapatkannya.

6. Continuous Development

Untuk mendorong perilaku proaktif, kerja sama tim dan atmosfer kerja yang baik, perencanaan SDM mutlak memerlukan pembelajaran yang berkesinambungan. Setiap karyawan diwajibkan untuk mengikuti training berkala yang disediakan perusahaan. Pelatihan ini bisa bersifat teknis, sesuai dengan bidang produk atau jasa yang digeluti perusahaan dan dibawakan oleh staf internal atau principal, atau mengikuti seminar dan wokshop industri.

Pelatihan non-teknis atau soft skills juga sangat dibutuhkan. Mulai dari kepribadian, motivasi umum, kepemimpinan hingga customer service, semuanya bermanfaat untuk meningkatkan kinerja dan daya saing perusahaan.

Bayangkan jika banyak karyawan bekerja dengan rasa memiliki yang tinggi, kinerja mereka akan meningkat jauh daripada sekedar bekerja menunggu kenaikan gaji berikutnya.

7. Sistem Kompensasi, Insentif dan Penghargaan

Sistem penghargaan yang bagus bisa meningkatkan motivasi karyawan. Bonus ekslusif untuk para pencapai target, dan juga yang inklusif seperti perjalanan bersama (terlepas dari prestasi pribadi) bisa dirancang sesuai budget perusahaan untuk meningkatkan kebersamaan dan menciptakan atmosfir kerja yang kondusif.

Pekerjaan lain yang paling banyak menyita waktu adalah kompensasi. Mempersiapkan kontrak kerja, asuransi atau BPJS, dana pensiun, memperhitungkan pinjaman karyawan, cuti, absensi, dan lainnya, tugas harian ini terkadang memiliki beban kerja (workload) melebihi tugas lainnya.

Sebagai HRD, Anda bisa bekerja sama dengan bagian Administrasi atau Akunting untuk mengerjakan hal ini.

Tidak banyak yang mengerti arti dari HRD (Human Resources Development), karena kebanyakan manajer SDM berkutat pada “manajemen” sumber daya manusia dan melupakan faktor D, yaitu “Development atau pengembangan”. Jika SDM Anda kurang bertumbuh,berarti perusahaan juga tidak mengalami peningkatan. Oleh karena itu, dibutuhkan beberapa instrumen untuk memperkuat manajemen HR pada perusahaan anda dengan menggunakan Aplikasi HRD LinovHR. Dengan begitu, anda dapat mengelola manajemen perusahaan anda, khususnya di bidang HR menjadi lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use theseHTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>