analisis jabatan

Analisis Jabatan: Siapa yang Bertanggungjawab dan Untuk Apa?

Analisis jabatan dalam suatu perusahaan merupakan salah satu proses untuk mendapatkan data jabatan yang dianggap sangat penting terutama untuk menjalankan program kepegawaian dan juga untuk memberikan feedback positif pada perusahaan atau organisasi. Analisis jabatan dianggap penting terutama bila perusahaan ingin berkembang secara positif. Lantas, siapa yang bertanggung jawab dan untuk apa? Berikut penjelasannya lebih lanjut.

Siapa yang bertanggung jawab melakukan analisis jabatan?

Dalam sebuah perusahaan yang bertugas melakukan analisis jabatan adalah HRD atau Human Resoucer Departemen. Hal ini dikarenakan HRD memiliki tugas dalam pengurusan karyawan dalam perusahaan, termasuk proses rekrutmen sampai dengan penempatan posisi kerja karyawan.

Tujuan analisis jabatan

Analisis jabatan yang dilakukan oleh HRD tentunya memiliki tujuan penting, khususnya untuk perusahaan. Beberapa tujuan tersebut diantaranya:

1.Analisis dalam proses rekrutmen

Tujuan pertama melakukan analisis jabatan adalah untuk menganalisa secara langsung saat proses rekrutmen karyawan dalam perusahaan. Selain itu, proses seleksi pun harus dianalisa agar nantinya bisa mendapatkan karyawan sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh perusahaan.

2.Analisa dalam evaluasi

Perusahaan juga melakukan analisa jabatan bertujuan agar bisa melakukan evaluasi kerja pada karyawan dalam perusahaan. Ini berguna untuk penetapan kompensasi tiap karyawan secara adil. Karena tidak mungkin bila kompensasi disamaratakan padahal jenis pekerjaannya pun berbeda serta tingkatan karyawan dalam perusahaan juga berbeda.

3.Analisa dalam kinerja karyawan

Perusahaan juga membutuhkan analisa jabatan untuk melihat seberapa bagus kinerja karyawan dalam perusahaan. Proses analisa yang dilakukan secara akurat pada tiap karyawan dalam perusahaan akan memberikan feedback positif untuk perusahaan. Sementara itu, analisa dalam tahap ini juga bisa dibantu dengan proses penilaian perusahaan yang biasa dilakukan pada karyawan secara berkala. Adanya rating yang diberikan berdasarkan kinerja dan objektif bisa menjadi acuan untuk proses analisa yang dilakukan.

  Baca Juga :Hal hal yang menjadi indikator promosi jabatan

4.Pelatihan dan pengembangan

Pelatihan dan pengembangan yang dilakukan suatu perusahaan tidak bisa dilakukan secara asal-asalan. Jangan sampai, perusahaan malah salah memberikan program pelatihan dan pengembangan untuk karyawan. Misalnya saja, perusahaan A merupakan perusahaan digital marketing, maka pelatihan dan pengembangan yang seharusnya diberikan adalah yang berhubungan dengan bidangnya. Seperti memberikan pelatihan SEO dan yang lainnya. Proses analisa yang tepat akan sangat membantu perusahaan terutama dalam penetapan pelatihan dan pengembangannya.

  Baca Juga :Pelatihan dan pengembangan untuk karyawan

5.Untuk meningkatkan produktivitas

Produktivitas karyawan untuk perusahaan tentu saja sangat dibutuhkan. Bagaimana mungkin, perusahaan akan berkembang bila ternyata Sumber Daya Manusia (SDM) perusahaan tidak bisa memberikan kinerja yang baik dan hasilnya jauh dari harapan. Namun di samping produktivitas, perusahaan juga harus mampu menciptakan karyawan yang produktif. Cara yang tepat untuk membentuknya bisa dengan melakukan analisa terlebih dahulu. Cari tahu apa yang dibutuhkan karyawan agar bisa menunjang produktivitasnya.

6. Untuk mematuhi hukum perburuhan

Analisa jabatan sendiri sekarang ini sudah memiliki pedoman hukumnya tersendiri. Oleh sebab itulah, perusahaan harus mampu mematuhi hukum terkait dengan analisa jabatan. Biarpun begitu, tanpa adanya hukum pun seperti memang proses analisa jabatan sangatlah dibutuhkan perusahaan.

Jadi, seorang HRD dalam melakukan analisa jabatan akan berusaha semaksimal mungkin untuk menciptakan tujuan-tujuan di atas. Memang prosesnya terbilang cukup rumit, namun hal tersebut akan memberikan manfaat yang besar bagi perusahaan. Tanggung jawab dan tujuan sudah dijelaskan sedemikian rupa dalam hukum yang berlaku, jadi perusahaan tinggal merujuk pada hukumnya saja untuk mengetahui rujukan dasar analisanya.