Perbedaan CV & Portofolio

Apa Perbedaan CV dan Portofolio?

Mereka yang bekerja di bidang kreatif seperti arsitektur, media, desain, atau jurnalisme umumnya akan diminta portofolio saat melamar pekerjaan. Berbeda dengan mereka yang bekerja di bidang social, eksakta, maupun kesehatan. Tapi, tahukah Anda apa perbedaan antara curriculum vitae (CV) dengan portopolio? Nah, dalam artikel kali ini penulis akan membahas lima hal dasar yang membedakan antara curriculum vitae (CV) dengan portofolio. Simak penjelasannya berikut.

 

Menginformasikan dan Menunjukkan

Hal yang paling mendasar yang menjadi perbedaan antara CV dengan portopolio adalah dalam CV Anda harus bisa menggambarkan siapa Anda sebernarnya melalui biodata (seperti nama, tempat tanggal lahir, agama, latar belakang pendidikan, pengalaman organisasi, serta kemampuan yang dimiliki) dan pendeskripsian diri. Sementara pada portofolio Anda harus bisa menunjukkan kemampuan yang dimiliki melalui sejumah karya yang diberikan.

 

Kelengkapan dan Karakter

Selanjutnya yang jadi perbedaan antara CV dengan portopolio adalah detil yang dimuat. CV berisi detil informasi diri yang lengkap namun disajikan sesimpel mungkin. Berbeda dengan CV, portofolio justru harus disajikan selengkap mungkin dan panjnag untuj menunjukkan karakter dan kemampuan Anda. Tunjukkan hal-hal yang membedakan Anda dengan pelamar lainnya. Bisa saja dalam segi tulisan, konsep yang unik, goresannya, atau hal lain yang dapat meyakinkan rekruter bahwa Anda mampu untuk bersaing dan memajukan perusahaan mereka.

 

Menggaet dan Membuktikan

Setiap perusahaan tentu akan meminta CV kepada setiap calon pelamarnya. CV ini digunakan untuk menggaet perusahaan supaya tertarik dengan pelamar. Sementara portofolio menjadi alat untuk membuktikan bahwa apa yang Anda dekripsikan dalam CV memang benar. Dalam hal ini CV dan portofolio memang saling melengkapi dan memiliki tujaun yang sama yaitu untuk menarik hati rekruter. Misalnya saja, dalam CV Anda jelaskan bahwa Anda memiliki kemampuan adobe illustrator.

Nah, dalam portofolio Anda harus membuktikannya dengan karya berupa ilustrasi yang Anda buat sendiri dengan menggunakan adobe illustrator. Bisa juga jika Anda pelamar dibidang jurnalistik dan menjelaskan bahwa Anda selama beberapa tahun mengikuti organisasi jurnalistrik kampus, buktikan dengan menyertakan hasil-hasil liputan Anda selama bergabung dalam organisasi jurnalistik kampus tersebut.

 

Pengalaman dan Potensi

Anda tahu kenapa di bidang kreatif banyak yang lebih mengutamakan porofolio? Alasannya adalah terkadang pelamar tidak mencantumkan pengalaman yang relevan dengan posisi yang dilamar. Untuk mengetahui apakah pelamar memang memiliki potensi di bidang yang akan dilamar, rekruter akan melihat bagaimana porofolio yang disertakan. Jadi, portofolio ini akan sangat membantu sekalipun posisi yang dilamar tidak sesuai dengan kualifikasi pendidikan.

 

Umum dan Spesifik

Hal lain yang menjadi perbedaan antara CV dengan portofolio adalah CV bisa digunakan untuk berbagai posisi pekerjaan. Misalnya Anda membuat satu CV untuk melamar posisi back office dan staf HRD. Sementara itu, untuk portofolio harus spesifikasi dalam memilih posisi yang akan dilamar.

Misalnya Anda ingin melamar sebagai seorang content writer, otomatis portofolio yang diberikan berupa tulisan. Berbeda jika Anda ingin melamar sebagai desin grafis, tentu portofolio yang disertakan berupa karya yang berkaitan dengan desin grafis. Oleh karena itu, portofolio mesti disusun dengan tujuan yang spesifik. Bahkan, jika bisa sesuaikan dengan identitas perusahaan tersebut. 

 

Meskipun CV dan Portofolio memiliki fungsi yang berbeda satu sama lain, tapi keduanya sangat penting bagi Tim HRD di suatu perusahaan untuk menilai calon karyawan yang ia terima. Apalagi jika memiliki sistem HR yang kompleks dari  Software HR  yang mereka miliki. Semoga dengan artikel ini, anda dapat mengetahui dan mengenal perbedaan antara CV dan Portofolio.