performance review

Bagaimana Membuat Performance Review dengan Baik

Seperti halnya di sekolah, di perusahaan juga ada rapor untuk para karyawan. Rapor tersebut berupa Performance Review atau Ulasan Kinerja. Layaknya rapor sekolah, performance review dibuat atasan perusahaan kepada karyawan sebagai bahan evaluasi terhadap kualitas kinerja mereka.

Performance review diterapkan perusahaan untuk memberikan umpan balik kepada karyawan akan pekerjaannya dengan cara yang formal dan terstandarisasi. Diharapkan dari hasil performance review yang diterima, karyawan bisa memperbaiki kinerjanya dengan lebih terukur. Di sisi lain, sebagaimana dikutip dalam laman qualtrics.com, Performance review juga dibutuhkan perusahaan untuk menyesuaikan nilai kompensasi bagi setiap karyawannya atau bahkan untuk menjelaskan jika ada keputusan pemberhentian karyawan.

Bentuk atau format Performance review itu sendiri bisa disesuaikan dengan kondisi perusahaan masing-masing. Hal ini karena setiap perusahaan memiliki kebutuhan yang khas dan aspek penilaiannya sendiri. Namun secara umum, Performance review tentu dibuat agar bisa memberikan dampak yang positif bagi semua elemen di perusahaan. Agar Performance review tersebut befungsi optimal, pembuatannya harus baik dan mudah dipahami. Lalu, bagaimana cara membuat Performance review yang baik tersebut? Berikut penjelasannya.

 

Menentukan Aspek Kompetensi Karyawan

Di dalam sebuah Performance review yang baik, harus memasukkan aspek kompetensi apa yang dibutuhkan seorang karyawan. Aspek kompetensi ini disesuaikan dengan jabatan karyawan yang bersangkutan. Ini artinya, antar karyawan akan mendapat format Performance review yang berbeda-beda.

Sebagai contoh, seorang kepala divisi memiliki kompetensi dasar berupa kemampuan komunikasi, kepemimpinan, inisiatif, penyelesaian masalah, dan pengelolaan rencana. Berbeda lagi dengan staf divisi, aspek kepemimpinan dan pengelolaan rencana bisa dihapuskan dalam Performance review-nya.

 

Baca Juga: 8 Langkah Praktis dalam Menerapkan Sistem Manajemen Kompetensi

 

Komponen kompetensi ini selanjutnya diberikan skala penilaian, misalkan dari skala 1 untuk buruk hingga 5 untuk sangat baik. Dalam periode tertentu, pimpinan perusahaan harus bisa melakukan review dengan memberikan penilaian akan komponen yang sudah disusun.

Hal lain yang perlu diingat dari aspek kompetensi ini adalah tujuan dari Performance review itu sendiri. Penilaian setiap komponen harus secara bijak pembobotannya. Hindari hasil yang bias apalagi cenderung subjektif.

 

Menentukan Aspek Hasil Kinerja

Performance review yang baik juga dilengkapi dengan aspek hasil kinerja. Komponen review ini bertujuan untuk melakukan pemetaan hasil kerja karyawan dalam serangkaian indikator performa yang terukur. Sebagai contoh di divisi produksi maka indikator reviewnya adalah berapa jumlah barang yang dihasilkan per shift dan persentase produk yang tidak layak jual. Contoh lain misalnya pada divisi keuangan, indikator yang bisa digunakan adalah berapa jumlah laporan keuangan yang bisa diselesaikan tepat waktu dan berapa yang diselesaikan dengan akurat.

Melalui aspek penilaian hasil kerja, maka bisa dijadikan rujukan dalam proses evaluasi kinerja karyawan. Skor yang diberikan adalah penilaian yang secara jelas bisa memberi gambaran akan kinerja karyawan dan aspek apa yang harus diperbaiki. Bahkan jika mungkin, karyawan yang mendapat skor sangat baik pada komponen review diatas bisa diberikan bonus khusus yang bisa menjadi pemacu kerja untuk karyawan lain.

 

Baca Juga: 7 Indikator Penilaian Dalam Promosi Jabatan

 

Memberikan Ulasan Pengembangan Karyawan

Performance review akan lebih baik ketika memasukkan aspek pengembangan karyawan (employee development). Aspek ini berisikan saran kepada karyawannya untuk pengembangan diri seperti apa yang harus diambil oleh karyawan tersebut. Hal ini tentu berkaitan dengan dua komponen review yang sudah dibuat penilaiannya di atas sehingga saran menjadi lebih terukur dan beralasan.

Sebaiknya pula Performance review dilakukan secara tatap muka untuk menghargai karyawan. Dorong pula karyawan untuk melakukan evaluasi dirinya sendiri sesuai pandangan pribadi. Berikan ruang bagi mereka menyampaikan alasan jika ada poin yang memiliki review kurang baik.

Selain berguna bagi karyawan, aspek pengembangan karyawan juga bisa menjadi pengingat bagi pimpinan perusahaan untuk melakukan upaya-upaya pengembangan. Pengembangan karyawan yang dimaksud adalah seperti mengadakan pendidikan dan pelatihan.

Performance review meskipun penting dan bermanfaat, namun nyatanya masih kerap dianggap sesuatu yang menakutkan. Hal ini lantaran Performance review tidak dibuat dengan baik sehingga aspek emosional-lah yang lahir dalam hasil reviewnya.

Oleh karena itu, perlu adanya sistem performance review yang mendukung kinerja manajemen HR dalam melakukan proses penilaian kinerja karyawan. LinovHR merupakan software performance appraisal berbasis web yang mampu menjadi solusi automatisasi penilaian kinerja karyawan menjadi lebih efektif dan efisien.

Coba gratis LinovHR Perfomance Review dengan mengisi form di sini, atau hubungi kami di 021 – 2854 2835 atau email di website@linovhr.com