BPJS Ketenagakerjaan adalah sebuah lembaga yang menyediakan program – program dengan tujuan untuk melindungi para tenaga kerja yang ada di Indonesia. Tenaga kerja terdiri dari pekerja formal (karyawan yang bekerja di perusahaan) maupun pekerja informal (pekerja lepas). Bahkan pengemudi angkot, taksi, dan ojek juga dapat mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan.

Saat ini, beberapa program yang sudah dijalankan oleh BPJS Ketenagakerjaan adalah Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Pensiun (JP). Kali iniLinovhr sharesedikit mengenai aturan pembayaran iuran yang harus dibayarkan untuk 4 program BPJS Ketenagakerjaan.

 

4 program BPJS Ketenagakerjaan

 

1. Jaminan Hari Tua (JHT)

JHT adalah program dimana menjamin karyawan untuk mendapatkan uang pada saat menginjak di hari tua. Tetapi, ternyata banyak dari karyawan sudah mengambil dana JHT pada saat keluar dari perusahaan setelah menjadi anggota selama 5 tahun. Iuran jaminan hari tua (JHT) sebesar 5,7% dari upah sebulan, dengan ketentuan 3,7% ditanggung oleh perusahaan dan 2% ditanggung oleh pekerja.

 

2. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

Kecelkaan Kerja adalah hal utama yang dihindari oleh perusahaan dan karyawan. Semakin kecil tingkat kecelakaan kerja, semakin berhasil suatu perusahaan menjalankan Program K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Iuran yang harus ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan dan sangat tergantung pada tingkat risiko lingkungan kerja yang dikelompokkan menjadi:

Tabel Jaminan Kecelakaan Kerja

 

Baca juga:  Kenaikan PTKP Tahun 2016

 

3. Jaminan Kematian (JKM)

Setiap pekerja berhak mendapatkan Jaminan Kematian, dimana hal yang paling tidak diinginkan oleh karyawan dan keluarga. Jika karyawan telah mengalami kecelakaan kerja yang berujung pada kematian, maka keluarga karyawan berhak mendapatkan uang santunan kematian dari BPJS. Iuran tersebut dibayarkan oleh perusahaan sebesar 0.3% dari gaji pokok dan tunjangan jabatan sebagai tunjangan tetap.

 

4. Jaminan Pensiun (JP)

Jaminan Pensiun adalah program BPJS Ketenagakerjaan yang baru berjalan di tahun 2016. Program ini menjamin keluarga pekerja mendapatkan dana pensiun saat pekerja menginjak usia tua atau mengalami kecelakaan kerja yang mengakibatkan kematian. Total iuran JP yang harus dibayarkan setiap bulannya adalah sebesar 3% dari gaji pokok dan tunjangan rutin peserta, dengan ketentuan 2% ditanggung oleh pemberi kerja dan 1% ditanggung oleh pekerja.

 

Ketentuan Lainnya

  1. Upah sebulan yang dijadikan dasar perhitungan iuran BPJS Ketenagakerjaan terdiri atas upah pokok dan tunjangan jabatan sebagai tunjangan tetap.
  2. Batas terendah upah yang dijadikan dasar perhitungan iuran tersebut disesuaikan dengan UMR/UMP/UMK wilayah setempat yang berlaku.
  3. Batas tertinggi upah sebulan yang dijadikan dasar perhitungan iuran tersebut sebesar Rp 8.000.000,00.
  4. Iuran tersebut dibayar paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya. Penetapan sanksi keterlambatan yang dilakukan dalam pembayaran iuran, seperti dikenakannya denda sebesar 2% dari total iuran bulanan untuk setiap bulan keterlambatan.

 

Program BPJS Ketenagakerjaan di atas sangat berlaku bagi perusahaan untuk mendaftarkan karyawannya untuk kesejahteraan pekerja di samping BPJS Kesehatan supaya para pekerja merasa aman saat bekerja. Semoga artikel dariLinovhrini membantu pekerja mengetahui besaran Iuran yang dibayarkan perusahaan kepada BPJS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use theseHTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>