kantor bpjs

Cara Menghitung Iuran BPJS yang ditanggung oleh Karyawan

Hak lain karyawan di samping menerima gaji bulanan adalah menerima jaminan sosial yang akan melindungi dan menjaga kesejahteraan karyawan. Saat ini, program jaminan sosial yang sudah dijalankan oleh BPJS Ketenagakerjaan adalah Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Pensiun (JP). 

Program jaminan dari BPJS Ketenagakerjaan mengambil iuran dan gaji karyawan dan perusahaan. Berapa persentase atau besaran iuran yang ditanggung oleh karyawan. LinovHR akan membahasnya dengan singkat dan padat! 

 

Baca juga: Pcare BPJS: Layanan Digital dari BPJS Kesehatan

 

4 Program BPJS Ketenagakerjaan

BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan) adalah badan hukum publik yang menjamin dan menyelenggarakan program jaminan sosial yang terjangkau bagi seluruh masyarakat di Indonesia.

Khusus para pekerja, BPJS menyediakan BPJS Ketenagakerjaan yang terdiri dari 4 program utama, yaitu JHT, JKK. JKM, dan JP. 

 

1. Jaminan Hari Tua (JHT)

JHT adalah program dimana menjamin karyawan untuk mendapatkan uang pada saat menginjak di hari tua. Akan tetapi, ada banyak dari karyawan sudah mengambil dana JHT pada saat keluar dari perusahaan setelah menjadi anggota selama 5 tahun. Iuran jaminan hari tua (JHT) sebesar 5,7% dari upah sebulan, dengan ketentuan 3,7% ditanggung oleh perusahaan dan 2% ditanggung oleh pekerja.

 

2. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

Kecelakaan Kerja adalah hal utama yang dihindari oleh perusahaan dan karyawan. Semakin kecil tingkat kecelakaan kerja, semakin berhasil suatu perusahaan menjalankan Program K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Iuran yang harus ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan dan sangat tergantung pada tingkat risiko lingkungan kerja yang dikelompokkan menjadi:

 

Tabel Jaminan Kecelakaan Kerja

 

Baca juga: ini Perhitungan PTKP Terbaru dan Contoh Perhitungan nya

 

3. Jaminan Kematian (JKM)

Setiap pekerja berhak mendapatkan Jaminan Kematian, dimana hal yang paling tidak diinginkan oleh karyawan dan keluarga. Jika karyawan telah mengalami kecelakaan kerja yang berujung pada kematian, maka keluarga karyawan berhak mendapatkan uang santunan kematian dari BPJS.

Iuran tersebut dibayarkan oleh perusahaan sebesar 0.3% dari gaji pokok dan tunjangan jabatan sebagai tunjangan tetap. Sementara khusus Bukan Penerima Upah (BPU), besaran yang diberikan adalah Rp 6.800. 

 

4. Jaminan Pensiun (JP)

Jaminan Pensiun adalah program BPJS Ketenagakerjaan yang baru berjalan di tahun 2016. Program ini menjamin keluarga pekerja mendapatkan dana pensiun saat pekerja menginjak usia tua atau mengalami kecelakaan kerja yang mengakibatkan kematian. Total iuran JP yang harus dibayarkan setiap bulannya adalah sebesar 3% dari gaji pokok dan tunjangan rutin peserta, dengan ketentuan 2% ditanggung oleh pemberi kerja dan 1% ditanggung oleh pekerja.

 

Baca juga: Mengenal Program Jaminan Pensiun dari BPJS Ketenagakerjaan

 

Ketentuan Lainnya yang Harus diperhatikan: 

  1. Upah sebulan yang dijadikan dasar perhitungan iuran BPJS Ketenagakerjaan terdiri atas upah pokok dan tunjangan jabatan sebagai tunjangan tetap.
  2. Batas terendah upah yang dijadikan dasar perhitungan iuran tersebut disesuaikan dengan UMR/UMP/UMK wilayah setempat yang berlaku.
  3. Batas tertinggi upah sebulan yang dijadikan dasar perhitungan iuran akan selalu mengikuti arus inflasi dan perkembangan ekonomi. Per Maret 2020, besaran batas upah tertinggi untuk perhitungan dasar adalah Rp8.939.700. 
  4. Iuran tersebut dibayar paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya. Penetapan sanksi keterlambatan yang dilakukan dalam pembayaran iuran, seperti dikenakannya denda sebesar 2% dari total iuran bulanan untuk setiap bulan keterlambatan.

payroll

Program BPJS Ketenagakerjaan di atas sangat berlaku bagi perusahaan untuk mendaftarkan karyawannya untuk kesejahteraan pekerja di samping BPJS Kesehatan supaya para pekerja merasa aman saat bekerja. 

Pengelolaan iuran BPJS Ketenagakerjaan tidak mudah. Sebab, besaran gaji dari setiap karyawan pasti akan berbeda.  Belum lagi komponen gaji yang cukup banyak dan merepotkan. 

Mudahkan pengelolaan segala iuran BPJS Ketenagakerjaan bersama Software Payroll dari LinovHR! Dengan Software Payroll dari LinovHR, Anda dapat memproses dan mengkalkulasikan iuran BPJS Ketenagakerjaan dengan cepat, mudah, dan praktis. 

Semoga pembahasan mengenai besaran iuran BPJS Ketenagakerjaan dari LinovHR dapat membantu dan menambah wawasan Anda!