evaluasi kinerja

Evaluasi Tahunan: Memadukan Kinerja, Gairah dan Tujuan

 

Keluhan terbesar dalam budaya perusahaan adalah peninjauan dan penilaian kinerja  karyawan. Banyak sekali waktu dihabiskan dalam peninjauan karyawan, namun lebih dari setengah para eksekutif perusahaan (58%) yakin bahwa pendekatan manajemen kinerja mereka saat ini tidak mendongkrak keterlibatan karyawan maupun kinerja yang lebih tinggi. Biasanya, perusahaan menggunakan sistem penilaian yang kaku dan kriteria evaluasi subjektif yang sering tidak diinterpretasikan atau ditindaklanjuti secara efektif karena kurangnya pelatihan dari manajemen.

Dengan menyadari bahwa kesuksesan lebih dari sekedar kinerja, anda dapat menggambarkan ulang sepenuhnya proses peninjauan karyawan di perusahaan, melalui sesuatu yang dapat disebut Project SDM. Ini memadukan motivasi yang bersifat ekstrinsik dan intrinsik. Motivasi ekstrinsik adalah berkinerja demi reward dan motivasi intrinsik adalah melakukan berbagai hal karena itu penting. Karyawan mengembangkan laporan atau presentasi kreatif (seperti video) yang merupakan penilaian sendiri atas keberhasilan mereka dalam 3 P:performance, passion and purpose(kinerja, gairah dan tujuan).

Evaluasi ketiga bidang ini memberikan kepada kita suatu pandangan holistik dan membentuk penilaian karyawan, yang memberikan jalan bagi ketiganya menjadi versi terbaik. Jadi, bagaimana anda bisa menjaga karyawan anda tetap mencapai kinerja yang sangat tinggi?

Ada nilai penting dalam model peninjauan tradisional dimana harus ada kriteria pengukuran tertentu yang terkait dengan pelaksanaan tugas dan produk kerja. Ini merupakan salah satu praktek paling baku di dalam perusahaan. Tetapi kesalahan dari banyak perusahaan salah dalam memberikan kejelasan tentang tujuan dan metrik utama yang akan sebagai tolak ukur keberhasilan.

Project SDM mengharuskan karyawan terlebih dahulu menetapkan tujuan dalam ketiga bidang: kinerja (yang merupakan indikator kinerja utama [IKU] yang terkait dengan peran spesifik mereka), gairah (tujuan seputar sesuatu yang sangat mereka dambakan, apakah itu karir atau bisnis pribadi) dan tujuan (sesuatu yang berada di luar diri mereka sendiri). Kinerja mendapat bobot terbesar karena tidak mungkin menyangkal pentingnya pemenuhan tujuan tempat kerja. Selama peninjauan kinerja, karyawan harus mempresentasikan laporan tentang kemajuan kepada panel tiga pimpinan yang akan menilai presentasi guna mengetahui apakah karyawan menguasai semua IKU (Indikator Kinerja Utama ) yang ditetapkan tahun itu. Semua pihak, termasuk karyawan, bukan hanya mempunyai pemahaman yang jelas tentang tujuan ini, tetapi karyawan haruslah juga mencapai lebih dari sekedar keberhasilan kerja. Ini menaikkan patokan melampaui model peninjauan tradisional dan mendorong karyawan untuk memiliki rasa sadar diri yang tinggi.

 

Baca Juga :7 Indikator Dalam Penilaian Promosi Jabatan

 

Sangatlah penting menetapkan dan menelusuri IKU yang unik pada setiap karyawan dan tanggungjawab mereka, dan semua pihak yang terlibat mempunyai pemahaman yang jelas tentang apa itu. Sasaran pencapaian bagi karyawan haruslah SMART: specific, measurable, achievable, relevant and timely (spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan dan tepat waktu) terlepas dari apakah itu terkait kinerja, gairah atau tujuan. Sudah lewat waktu dimana karyawan dapat mengatakan mereka ingin “lebih baik” atau “berbuat lebih banyak” daripada tahun lalu.

 

Tumbuhkan Gairah

Hanya karena seseorang merupakan karyawan yang berdedikasi tidak berarti itulah jumlah total nilainya sebagai karyawan. Kita begitu fokus pada pekerjaan sehari-hari sehingga mudah lupa bahwa ada kehidupan di luar dari dinding kantor. Anda perlu mendorong orang-orang untuk mengasah keterampilan, mempelajari bahasa baru, terlibat dengan tim olahraga anak-anak mereka, senang melakukan sesuatu yang mereka sukai atau menjadi pemain yang lebih baik pada salah satu tim olahraga perusahaan anda. Pertumbuhan dalam kehidupan pribadi seseorang ini diterjemahkan menjadi pertumbuhan di tempat kerja, karena karyawan yang bahagia bekerja lebih keras dan lebih kecil kemungkinannya kehabisan tenaga.

Ini mendukung salah satu prinsip dasar untuk membentuk brand yang kuat karyawan yang bahagia membentuk bisnis yang lebih baik. Karyawan tidak boleh sepenuhnya fokus pada pekerjaan mereka; mereka perlu beristirahat, terinspirasi dan mempunyai saluran untuk mengekspresikan kreativitas dan gairah mereka.

 

Menentukan Tujuan

Dalam dunia bisnis, sekarang ini perusahaan bekerja dengan baik dengan berbuat baik dan orang-orang mempunyai tanggungjawab sosial untuk membayarnya demi generasi berikutnya dan komunitas yang lebih luas.Anda perlu keluar dari garis dasar perusahaan untuk berdampak positif pada dunia ini. Ini bisa dalam berbagai bentuk, jadi saat anda memberdayakan karyawan anda untuk memilih sesuatu yang berarti untuk mereka sumbangkan kepada masyarakat.

Berbuat baik bisa bermanfaat bagi lingkungan kerja dan bisnis anda dengan memberikan kepada karyawan saluran agar merasa senang dengan apa yang mereka lakukan, membantu mereka merasa bagian dari sesuatu yang lebih besar daripada mereka dan menempatkan masalah sehari-hari ke dalam perspektifnya masing masing.

 

Baca Juga :14 Tes Asesmen Untuk Penilaian Potensi Karyawan

 

Fokus pada Sumber Daya Manusia

Project SDM memberdayakan karyawan untuk mengendalikan karir mereka, pengembangan pribadi dan kebahagiaan mereka, membantu mereka menjadi pribadi terbaik yang mereka inginkan. Proses peninjauan hanyalah awal dari program penggemblengan dan pelatihan, yang berupaya mengembangkan karyawan secara profesional, dan juga memelihara kesejahteraan mereka secara keseluruhan sebagai manusia.

Walaupun budaya setiap perusahaan berbeda, namun tempat untuk peningkatan dalam proses evaluasi kinerja kemungkinan besar ada. Setiap bisnis perlu menentukan proses peninjauan dan evaluasi yang paling sesuai bagi mereka.Perusahaan anda bisa menyesuaikan prinsip-prinsip yang diuraikan di sini untuk mencapai keberhasilan dalam memajukan sdm anda. Salah satu manfaat paling besar dari cara pikir baru ini adalah bahwa ini fokus pada manusia – bukan hanya angka-angka, tujuan-tujuan dan hasil-hasil. Perusahaan anda mungkin menetapkan metrik kinerja , tetapi bagaimana dengan gairah dan tujuan sdm anda?