kelebihan dan kekuranagan outsourcing

Kelebihan & Kekurangan Sistem Outsourcing di Perusahaan

Ada banyak pro dan kontra terkait outsourcing. Semuanya harus Anda pertimbangkan dengan cermat sebelum memutuskan untuk menggunakan atau menolak strategi ini. Karena kemampuannya dalam mempengaruhi budaya perusahaan, outsourcing bukan sesuatu yang bisa dianggap enteng. Apakah Anda sudah mempunyai pengalaman dengan outsourcing? Atau, apakah Anda mengetahui apa saja kelebihan & kekurangan outsourcing? Dan, apakah outsourcing dapat mendatangkan keuntungan lebih banyak bagi perusahaan dibanding dengan kerugiannya?

Sistem kerja Outsourcing bukan merupakan hal baru lagi dalam dunia bisnis. Sama halnya seperti tenaga kerja full-time, yang membedakan sistem outsourcing hanya pada proses perekrutannya. Tenaga kerja outsource  direkrut dari pihak ketiga (perusahaan outsource). Biasanya perusahaan akan menjalin kerja sama dengan perusahaan outsource untuk merekrut pekerja-pekerja outsource yang nantinya akan bekerja pada perusahaan sistem.

Berikut informasi seputar outsourcing, lengkap dengan penjelasan mengenai apa itu outsourcing beserta kelebihan dan kekurangan outsourcing di perusahaan.

 

Apa Itu Outsourcing?

Kata Outsourcing, rasanya sudah tidak asing lagi di dunia kerja. Istilah Outsourcing (pengalihdayaan) sendiri bisa diartikan sebagai penggunaan tenaga kerja dari pihak ketiga (perusahaan outsource) untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu. Sementara, Perusahaan Outsource adalah perusahaan yang menyediakan jasa dan menyalurkan tenaga kerja dengan keahlian tertentu kepada perusahaan-perusahaan yang membutuhkan.

Berdasarkan Undang-Undang, tenaga kerja outsource bekerja melalui sistem kontrak yang dibagi menjadi dua, yaitu Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT).

 

Baca Juga: Apa Itu PKWT dan PKWTT?

 

Perlu Anda ketahui bahwa dalam pembayaran gaji para pekerja outsource dilakukan oleh perusahaan penyedia jasa itu sendiri (perusahaan outsource). Perusahaan outsource akan menagih pada perusahaan yang memakai jasa mereka. Untuk gaji para pekerja outsource sendiri, biasanya dipotong hingga 30 persen untuk pihak perusahaan outsource, dan lebih parahnya lagi banyak perusahaan outsource yang tidak transparan sehingga merugikan para pekerja outsource. Tingkat kesejahteraan pekerja outsource memang masih tergolong memprihatinkan. Namun, tidak semua perusahaan outsource seperti itu. Ada juga yang memang memiliki berkualitas dan lebih memperhatikan kesejahteraan pekerjanya.

Contoh bidang pekerjaan yang sering dilakukan oleh pekerja outsourcing meliputi penjaga kebersihan, penjaga keamanan, petugas call center,  penyedia makanan (catering), kurir atau supir, buruh pabrik, hingga petugas manajemen fasilitas (facility management).

 

Lalu, Apa Saja Kelebihan & Kekurangan Sistem Outsourcing di Perusahaan?

Sistem kerja outsourcing mempunyai peran penting dalam meningkatkan performa perusahaan.  Karena dalam prakteknya, sistem outsourcing dapat menekan biaya operasional perusahaan dan membuat perusahaan lebih fokus dalam memajukan bisnis utamanya (core business). Sebelum Anda memutuskan untuk menggunakan sistem outsourcing, Anda perlu mengetahui kelebihan dan kekurangannya.

 

a. Kelebihan Sistem Outsourcing

Berikut ini beberapa kelebihan sistem kerja outsourcing bagi perusahaan, diantaranya adalah :

1. Mengurangi Beban Biaya Rekrutmen Karyawan

Seluruh proses rekrutmen pekerja outsource dilakukan oleh perusahaan penyedia jasa (perusahaan outsource), sehingga perusahaan tidak perlu repot lagi merekrut karyawan satu persatu karena perusahaan sudah bisa langsung mendapatkan pekerja outsource terpilih dari perusahaan outsource.

 

2. Menghemat Anggaran untuk Memberikan Pelatihan

Biasanya, pekerja outsource sudah mempunyai keahlian spesifik yang dibutuhkan, misalnya keahlian dalam membersihkan atau mengorganisir barang. Perusahaan yang membutuhkan jasa pekerja outsourcing bisa menghemat anggaran untuk memberikan pelatihan (training).

 

3. Karyawan Bisa lebih Fokus Mengurus Kegiatan Utama Bisnis

Ketika menggunakan jasa pekerja outsource, perusahaan tidak perlu khawatir lagi mengenai pekerjaan teknis sehari-hari yang tidak berhubungan langsung dengan pekerjaan utama perusahaan. Karena semuanya sudah diurus oleh pekerja outsource, sehingga perusahaan tidak perlu lagi mencari tenaga kerja khusus, mengadakan training, atau mengalokasikan rekrutmen khusus untuk posisi tertentu.

 

Baca Juga: Hak Karyawan Outsourcing Menurut Undang-Undang?

 

b. Kekurangan Sistem Outsourcing

Namun dibalik kelebihannya, sistem kerja outsourcing juga memiliki beberapa kekurangan bagi perusahaan, antara lain :

 

1. Informasi Perusahaan Rentan Bocor

Walaupun tidak menggunakan pekerja outsource untuk mengerjakan pekerjaan yang berhubungan dengan kegiatan utama bisnis, akan tetapi tetap saja perusahaan outsource bisa mendapatkan informasi-informasi penting seputar bisnis perusahaan. Masalahnya, ada beberapa jenis pekerjaan outsource bersifat rahasia, yang bisa meningkatkan peluang bocornya rahasia perusahaan. Hal ini sangat merugikan perusahaan karena rahasia perusahaan bisa dijual ke pihak lain atau bahkan diketahui oleh pesaing.

 

2. Kontrak Pekerja Outsource Relatif Singkat

Kontrak kerja pekerja outsource yang relatif singkat akan membuat perusahaan cukup direpotkan, karena harus sering memperbarui kontrak atau mencari perusahaan outsource yang baru. Jika merekrut pekerja outsource yang baru, akan dibutuhkan waktu lagi untuk peralihan tugas dan proses rekrutmen.

 

3. Ketergantungan pada Tenaga Kerja Outsource

Perusahaan yang menggunakan pekerja outsource berpotensi untuk mengalami ketergantungan. Hal ini bisa terjadi apabila ada sistem atau cara kerja yang dirahasiakan oleh perusahaan outsource, sehingga perusahaan yang menggunakan jasa pekerja outsource tidak bisa mengetahui hal tersebut.

 

4. Kehilangan Kontrol Manajerial

Perusahaan dapat kehilangan kontrol manajerial perusahaannya, karena perusahaan outsource tidak akan mendorong perusahaan untuk maju, melainkan mendorong untuk membuat keuntungan dari layanan yang mereka sediakan.

 

Baca Juga: Bagaimana Perhitungan Gaji Karyawan Outsourcing?

 

Sistem kerja Outsourcing bisa menjadi solusi di kala perusahaan membutuhkan tenaga kerja tambahan untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu. Oleh karena itu, banyak perusahaan beralih untuk merekrut tenaga kerja outsource agar lebih mudah dan praktis.