laporan kinerja

6 Kendala dalam Menyusun Laporan Evaluasi Kinerja

Laporan evaluasi kinerja adalah penilaian regular mengenai kinerja karyawan dan seluruh kontribusinya kepada perusahaan. Dalam dunia bisnis, laporan ini dikenal juga dengan sebutan performance appraisal. Laporan ini akan memuat penilaian tentang keterampilan, pencapaian, dan pertumbuhan karyawan serta kekurangannya. Namun terkadang saat penyusunan laporan masih ditemui beberapa kendala, apa saja kendala tersebut? Langsung saja simak artikel di bawah ini!

 

Kendala Umum dalam Menyusun Laporan Evaluasi Kinerja

Perusahaan menggunakan laporan evaluasi sebagai acuan untuk memberikan umpan balik kepada karyawan atas hasil kerjanya selama berkontribusi di perusahaan. 

Namun, pembuatan laporan penilaian tidak semudah yang dibayangkan, apalagi jika jumlah karyawan bekerja di perusahaan sangat banyak, tentu terdapat kendala-kendala umum yang bisa terjadi. 

LinovHR telah merangkum sederet kendala umum yang kerap terjadi saat pembuatan laporan penilaian kinerja karyawan!

 

1. Ketidaknyamanan Pihak Penilai

Telah banyak dibuktikan bahwa laporan penilaian kinerja tidak dapat memotivasi kinerja karyawan atau memberikan bimbingan yang efektif kepada mereka. Justru sebaliknya, penilaian ini menciptakan konflik antara  penilai (manajer) dengan karyawan sehingga menyebabkan lingkungan kerja yang tidak sehat. 

Selain itu, laporan penilaian kinerja mempengaruhi sikap penilai yang menganggap bahwa bekerja hanya sebagai tugas wajib. Padahal saat praktiknya proses penilai akan memanfaatkan laporan evaluasi ini sebagai alat untuk pengembangan perusahaan. Ditambah lagi, iklim perusahaan juga turut  mempengaruhi sikap perubahan ini.

 

2. Kurang Objektif

Pada dasarnya  beberapa faktor atau  karakteristik manusia seperti penampilan, sikap, dan kepribadian tidak dapat diukur secara subjektif dan tidak ada kaitannya dengan kinerja karyawan. Oleh karena itu, subjektivitas ini dapat menjadi masalah bagi metode penilaian kinerja, meskipun tidak sepenuhnya dapat dihindari. 

 

3. Membutuhkan Waktu yang Lama untuk Menyiapkannya

Menyiapkan laporan evaluasi memakan waktu yang sangat lama baik untuk para manajer maupun karyawan. Melansir dari HRZone, para manajer menghabiskan waktu hingga 200 jam per tahunnya untuk menyiapkan dan mendokumentasikan laporan penilaian.

Untuk mengatasi hal tersebut, perusahaan bisa menggunakan sistem manajemen kerja yang otomatis yang tidak memakan waktu banyak dibanding cara tradisional. Cara ini dapat mengurangi beban manajer dan karyawan. 

 

4. Kurang Efektif dan Akurat

Laporan evaluasi ini biasanya dilakukan setiap satu tahun sekali sehingga menjadi kurang efektif dan akurat. Hal tersebut disebabkan karena kurangnya metrik yang tepat dan terjadi berbagai bias.

Seringkali laporan penilaian kinerja dilakukan hanya dengan mengandalkan ingatan mereka yang melakukan penilaian dan tidak ada sistem yang layak yang dimana pola kerja karyawan dapat dipantau atau dilacak.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, perusahaan bisa menggunakan software penilaian kinerja yang fleksibel yang mampu memantau pola kerja karyawan.

 

5. Terjadinya Komunikasi Satu Arah

Laporan evaluasi biasanya merupakan komunikasi satu arah yaitu dari manajer kepada karyawannya dan hal tersebut dapat menjadi kendala saat penyusunan laporan. Oleh sebab itu, penting bagi manajer untuk melibatkan karyawan dalam proses evaluasi ini.

Proses penilaian kinerja seharusnya menjadi wadah diskusi yang sehat antara karyawan dengan manajer. Sehingga, manajer dan karyawan dapat berfokus pada masalah yang terjadi dan membuat rencana untuk mengatasinya.

 

Baca Juga : Pantau Kinerja Karyawan Lebih Mudah Dengan Software HRD LinovHR

 

6. Prosesnya Kompleks

Pada kebanyakan perusahaan, proses penyusunan laporan evaluasi ini dirasa cukup kompleks dan memusingkan. Banyak perusahaan akhirnya menggunakan software pembuatan laporan evaluasi untuk mengurangi kebingungan yang disebabkan banyaknya tumpukan dokumen kertas untuk penilaian kinerja. 

 

Mudahkan Penyusunan Laporan Evaluasi Kinerja Bersama Modul Performance Management LinovHR!

Dari penjelasan di atas diketahui bahwa membuat laporan evaluasi kinerja tidaklah mudah, terdapat sejumlah kendala yang disebabkan oleh banyak faktor. Kendala-kendala tersebut harus secepatnya diatasi oleh pihak manajemen perusahaan agar laporan penilaian kinerja karyawan dapat berjalan sesuai rencana dan tidak ada hambatan. 

Agar pembuatan laporan evaluasi dapat dilakukan dengan lebih mudah, cepat, dan akurat, HRD dapat memanfaatkan Modul Performance Management dari LinovHR. 

Modul Performance Management LinovHR akan membantu seluruh proses penilaian kinerja karyawan di perusahaan Anda, mulai dari penetapan target kerja, penilaian kinerja hingga pembuatan laporan penilaian kinerja karyawan secara lebih cepat, tepat, dan hasilnya pun akurat. 

Segera atasi berbagai kendala dalam mengelola karyawan Anda dengan menggunakan Performance Management dari Software HRD Indonesia LinovHR! Ingin tahu lebih lengkap soal bagaimana LinovHR bisa mempermudah penyusunan laporan evaluasi kinerja di perusahaan Anda? Klik tautan berikut dan ajukan demo software bersama tim kami!