Lembur

Lembur Dan Peraturannya Di Indonesia

Pekerjaan yang menumpuk, dikejar batas waktu harus segera selesai. Di sini biasanya banyak karyawan yang rela pulang telat untuk kerja lembur. Demi target yang harus terselesaikan lembur adalah hal yang biasa dilakukan. Tapi jangan anggap sepele dengan lembur. Memang terkadang ada yang tidak menganggap penting jam lembur mereka. Tapi bagi karyawan yang sudah berkeluarga, jam lembur artinya memotong waktu berharga mereka bersama keluarga. Tak jarang banyak karyawan berkeluarga yang tidak mau mengambil jam lembur, sedangkan peraturan lembur sudah diatur dalam peraturan pemerintah.

Waktu kerja lembur adalah waktu kerja yang melebihi 7 (tujuh) jam sehari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu untuk 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu atau 8 (delapan) jam sehari, dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu untuk 5 (lima) hari kerja dalam 1 (satu) minggu atau waktu kerja pada hari istirahat mingguan dan atau pada hari libur resmi yang ditetapkan Pemerintah.” Kutipan di atas adalah dari Pasal 1 ayat 1 Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi no.102/MEN/VI/2004.

Untuk urusan lembur, perusahaan dan karyawan yang bingung akan upah yang harus dibayarkan bisa mengetahui upah dan peraturannya dari pemerintah Indonesia. Lembur yang baik bukanlah pemerasan tenaga, tetapi lebih ke arah menyelesaikan tanggung jawab.

Jenis Lembur

Pada dasarnya perhitungan lembur karyawan dibedakan menjadi dua: lembur pada hari kerja dan hari libur akhir pekan dan libur nasional.

a. Untuk lembur pada hari kerja, tingkat upah lembur adalah:

1,5x upah per jam (untuk jam pertama lembur), dan

2x upah per jam untuk jam selanjutnya.

b. Untuk lembur pada hari libur akhir pekan dan hari libur nasional, tingkat upah lembur adalah:

1) Untuk perusahaan dengan 5 hari kerja:

2x upah per jam (untuk 8 jam pertama),

3x upah per jam (untuk jam ke 9), dan

4x upah per jam untuk jam ke 10 dan ke 11

2) Untuk perusahaan dengan 6 hari kerja:

2x upah per jam (untuk 7 jam pertama),

3x upah per jam (untuk jam ke 8), dan

4x upah per jam untuk jam ke 9 dan ke 10

3) Untuk hari libur yang jatuh pada hari kerja terpendek (misalnya Jumat):

2x upah per jam (untuk 5 jam pertama),

3x upah per jam (untuk jam ke 6), dan

4x upah per jam untuk jam ke 7 dan ke 8

Keterangan:

Upah 1 jam dihitung dengan rumus 1/173 x upah sebulan, dihitung dari upah pokok sebulan sebesar 100% beserta tunjangan tetap atau sebesar 75% upah pokok apabila Anda mendapatkan tunjangan tetap dan tidak tetap.

 

Contoh Perhitungan Lembur Karyawan

Jika Anda mempunyai seorang karyawan yang harus bekerja lembur selama 3 jam pada hari Rabu. Karyawan tersebut mendapatkan gaji dan tunjangan tetap sebesar Rp. 4.000.000,- (tiga juta rupiah). Berapakah uang lembur yang harus dibayarkan?

Hitung Upah per jam:

Rp. 4.000.000,- x 1/173 = Rp. 23.121,-

Karena lembur dilaksanakan pada hari kerja, maka perhitungannya adalah sebesar 1,5x upah per jam untuk jam pertama dan 2x upah per jam untuk jam selanjutnya.

Uang lembur jam pertama = 1,5 x Rp. 23.121,- = Rp. 34.682,-

Uang lembur jam kedua = 2 x Rp. 23.121,- = Rp. 46.242,-

Uang lembur jam ketiga = 2 x Rp. 23.121,- = Rp. 46.242,-

Total uang lembur = Rp 127.166,-

Anda hanya perlu mengikuti rumus di atas untuk mendapatkan nilai lembur yang harus dibayarkan. Kelihatannya rumit, namun Anda bisa membuat sebuah spreadsheet excel dan memasukkan rumus tersebut sehingga memudahkan penghitungan (apalagi jika ada beberapa atau banyak karyawan yang lembur).

Selengkapnya mengenai perhitungan uang lembur, dapat anda baca pada  artikel ini.

Namun, untuk anda yang menginginkan kemudahan sehingga tidak perlu melakukan perhitungan uang lembur karyawan secara manual, menggunakan Software Payroll sebagai sistem yang komperhensif untuk payroll perusahaan anda menjadi salah satu pilihan terbaik. LinovHR adalah Software Payroll di Indonesia yang mampu membantu anda dalam menghitung dan mengatur gaji karyawan, termasuk pembayaran Lembur.