manajemen kompetensi

8 Langkah Praktis dalam Menerapkan Sistem Manajemen Kompetensi

Sumber Daya Manusia (SDM) atau karyawan adalah aset terbesar dari sebuah perusahaan. Sebagai aset, tentu perusahaan menginginkannya memiliki keunggulan secara kompetensi. Bisa dikatakan, kompetensi adalah faktor yang dapat menentukan keberhasilan kinerja karyawan.

Namun, kompetensi saja tidak akan maksimal jika tidak sesuai kebutuhan. Penempatan karyawan harus disesuaikan dengan kompetensinya (The Right Man on The Right Place). Karena itulah perusahaan selayaknya melakukan upaya yang efektif untuk mengelola SDM agar  relevan dengan kebutuhan dan strategi perusahaan. Upaya tersebut biasa juga dikenal sebagai manajemen kompetensi.

 

A.     Manajemen Kompetensi

Manajemen kompetensi bisa diartikan sebagai sebuah proses untuk merencanakan, mengorganisasi, melaksanakan, dan mengendalikan semua aktivitas karyawan yang dimulai dari proses rekruitmen, pengembangan diri, perencanaan karier, evaluasi kerja, rencana suksesi, hingga untuk memasuki masa pensiun.

Untuk mempermudah semua kegiatan manajemen kompetensi tersebut, pelaku usaha kini bisa menggunakan software khusus Sistem Manajemen Kompetensi LinovHR. LinovHR adalah Software HRIS di Indonesia yang dapat membantu perusahaan untuk menyimpan, mencari, dan menganalisis data terkait kompetensi masing-masing karyawan. Lebih lengkapnya, anda dapat membaca artikel kami yang berjudul Competency Management Software System LinovHR berbasis Online .

 

B.     Langkah Praktis Penerapan Sistem Manajemen Kompetensi

Dalam menerapkan Sistem Manajemen Kompetensi tentu memerlukan langkah-langkah khusus agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Berikut 8 langkah praktis dalam menerapkan Sistem Manajemen Kompetensi di perusahaan.

 

  1. Melakukan Review Visi dan Misi Perusahaan

Sebelum melangkah jauh dalam penerapan Sistem Manajemen Kompetensi, ada baiknya perusahaan mereview visi dan misinya agar langkah yang hendak diambil tetap berada dalam benang merah visi misi. Selain itu, penting pula untuk memperhatikan nilai-nilai yang dianut perusahaan sebagai landasan kerja bagi semua pihak yang berkerja di perusahaan.

 

  1. Mengevaluasi Strategi Persaingan yang Diterapkan Perusahaan

Langkah berikutnya adalah dengan melakukan review dan mengevaluasi strategi yang diterapkan perusahaan untuk menghadapi persaingan. Melalui langkah ini, pihak manajerial atau pimpinan perusahaan bisa melakukan perencanaan model Sistem Manajemen Kompetensi yang tepat sasaran karena setiap perusahaan tentunya memiliki strategi persaingan yang berbeda-beda.

 

  1. Identifikasi Posisi

Sebagaimana yang dinyatakan dalam KMWorld Magazine, perusahaan yang besar dengan banyak karyawan, akan membuat pelacakan keterampilan karyawan menjadi lebih rumit. Oleh karena itu, perlu dilakukan identifikasi secara menyeluruh dan detail akan posisi atau jabatan yang dibutuhkan oleh perusahaan. Langkah ini dilakukan dalam penerapan Sistem Manajeman Kompetensi agar pengidentifikasian menjadi lebih terstruktur.

 

  1. Analisa Pekerjaan

Langkah praktis berikutnya yang bisa diambil adalah dengan melakukan proses analisa segala jenis pekerjaan yang ditengah dijalankan dan yang akan dibutuhkan agar perusahaan bisa beroperasi sebagaimana mestinya. Analisa ini selayaknya dibuat dengan penelusuran secara terperinci pada masing-masing bidang kerja atau jabatan yang ada.

 

  1. Pendataan Kompetensi

Setelah melakukan analisa ditiap posisi atau jabatan, langkah selanjutnya adalah dengan melakukan pendataan kebutuhan kompetensi yang harus dimiliki oleh tiap karyawan yang bekerja di posisi tersebut. Hal ini penting agar penerapan Sistem Manajemen Kompetensi bisa menghasilkan data sebagaimana yang dibutuhkan untuk upaya peningkatan kompetensi seperti pelatihan dan pendidikan.

 

  1. Identifikasi Kandidat Pada Proses Perekrutan

Hal lain yang tak boleh dilewatkan adalah dalam proses perektrutan. Perusahaan harus melakukan pengidentifikasian akan kandidat yang memiliki potensi yang sesuai dengan persayaratan kompetensi yang ditetapkan. Melalui bantuan Sistem Manajemen Kompetensi, para perekrut bisa melihat standar kompetensi minimun yang sudah dimiliki perusahaan. Data inilah yang digunakan untuk melakukan perbandingan antara satu calon karyawan dengan calon lainnya sehingga bisa dilihat perbedaan kompetensi mereka untuk mendapatkan kandidat terbaik.

 

         Baca Juga : 8 Alasan Mengapa Sistem Manajemen Kompetensi Penting

 

  1. Membuat Sistem Monitoring Kinerja

Sistem pengawasan menjadi langkah penting untuk mengontrol kinerja setiap karyawan yang ada. Monitoring ini tidak hanya untuk melihat kinerja mereka secara individu, tetapi juga secara umum dalam satu perusahaan.

 

  1. Pengaplikasian Rencana

Setelah ketujuh langkah diatas dilakukan, maka langkah terakhir yang harus dijalankan adalah pelaksanaan atau pengaplikasian dar rencana-rencana yang sudah dibuat. Rencan-rencana ini seperti pelatihan, pendidikan, monitoring, dan evaluasi. Pengaplikasian rencana ini akan sangat terbantu dengan penerapan Sistem Manajemen Kompetensi karena di sana sudah ada fitur-fitur terstruktur yang praktis digunakan.

 

Apabila sistem manajemen kompetensi diterapkan dengan baik, maka hal tersebut akan sangat berpengaruh kepada   kinerja yang dihasilkan oleh tim maupun individu di dalam suatu perusahaan.