Sistem outsourcing

Mengenal Sistem Outsourcing di Indonesia

Ketatnya persaingan dunia usaha di zaman sekarang ini membuat perusahaan terus bergerak mencari karyawan yang mampu dan mempunyai kemampuan yang baik bagi perusahaan. Karena itu banyak perusahaan yang mencari karyawan yang kompeten ini dilakukan dengan cara seperti mencari lewatoutsourcing.

Outsourcing dapat menolong perusahaan yang mengalami kesulitan dalam hal mencari karyawan yang dimaksudkan sesuai dengan standar yang perusahaan mau. Pengertian outsourcing sendiri adalah aktivitas pihak suplier atau pemasok yang menyediakan layanan jasa atau barang atau tenaga kerja bagi perusahaan yang memerlukan sesuai dengan perjanjian yang disepakati bersama.

 

Awal Mula Outsourcing 

Praktek dan prinsip outsourcing telah ditetapkan dari Zaman Yunani dan Romawi. Pada zaman tersebut, akibat kekurangan pasukan atau ahli-ahli bangunan, bangsa Yunani dan Romawi menyewa prajurit asing untuk berperang dan para ahli-ahli bangunan untuk membangun kota dan istana. Dengan demikian mereka mampu terus bergerak maju dan berkembang menjadi bangsa yang besar.

Sejalan dengan adanya revolusi industri, maka perusahaan-perusahaan berusaha untuk menemukan terobosan-terobosan baru dalam memenangkan persaingan. Pada tahap ini, untuk mengerjakan sesuatu tidak cukup untuk menang secara kompetitif, melainkan harus disertai dengan kesanggupan untuk menciptakan produk paling bermutu dengan biaya terendah.

Sebelum Perang Dunia II, Kerajaan Inggris merekrut serdadu Gurkha yang terkenal dengan keberaniannya. Saat Perang Dunia II berlangsung, 1945-1950, Amerika Serikat adalah negara yang paling banyak menerapkan outsourcing untuk keperluan perang. Praktik outsourcing kemudian berkembang luas di perusahaan multinasional sejalan dengan perlunya mereka beroperasi secara efisien dan fokus terhadap bisnis mereka. Negara yang paling berkembang dalam menerapkan outsourcingsaat ini adalah Perancis.

 

Outsourcing di Indonesia

Outsourcing di Indonesia berkembang begitu pesat. Perkembangan outsourcing ini didorong dengan adanya Undang-Undang tentang Ketenagakerjaan Nomor 13 tahun 2003. Dalam Undang-Undang tersebut, kebutuhan tenaga kerja untuk menjalankan produksi disuplai oleh perusahaan penyalur tenaga kerja (outsourcing).

Di satu sisi tenaga kerja (karyawan atau buruh) harus patuh dengan perusahaan penyalur, di sisi lain harus patuh juga pada perusahaan tempat ia bekerja. Kesepakatan mengenai upah ditentukan perusahaan penyalur dan tidak bisa menuntut pada perusahaan tempat ia bekerja. Sementara itu, di perusahaan tempat ia bekerja, harus mengikuti ketentuan jam kerja, target produksi, peraturan bekerja, dan lain-lain.

 

Baca Juga: Fakta Unik dan Menarik tentang Hari Buruh di Indonesia

 

Setelah mematuhi proses itu, baru ia bisa mendapat upah dari perusahaan penyalur. Hubungan sebab akibat antara bekerja dan mendapatkan hasil yang dialami buruh tidak lagi mempunyai hubungan secara langsung. Bila tanpa lembaga penyalur, karyawan atau buruh memperoleh upah dari perusahaan tempat ia bekerja sebagai majikan, kini harus menunggu perusahaan tempat ia bekerja membayar management fee kepada perusahaan penyalur sebagai majikan kedua, baru ia memperoleh kucuran upah. 

Selain hal di atas, dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan jelas diatur bahwa adanya perusahaan penyedia tenaga kerja outsourcing, yang berbentuk badan hukum, dan bertanggung jawab atas hak-hak tenaga kerja. Outsourcingdi Indonesia biasanya dibagi menjadi pemborong pekerjaan dan yang menyediakan tenaga untuk bekerja.

Pemborongan pekerjaan merupakan pengalihan suatu pekerjaan kepada vendoroutsourcing, di mana vendor bertanggung jawab sepenuhnya terhadap pekerjaan yang dialihkan beserta hal-hal yang bersifat teknis (pengaturan operasional) maupun hal-hal yang bersifat non-teknis (administrasi kepegawaian) seperti: cleaning service, jasa pembasmian hama, jasa katering, dsb.

Penyediaan jasa Pekerja/Buruh merupakan pengalihan suatu posisi kepada vendoroutsourcing, di manavendor menempatkan karyawannya untuk mengisi posisi tersebut. Vendor hanya bertanggung jawab terhadap manajemen karyawan tersebut serta hal-hal yang bersifat non-teknis lainnya, sedangkan hal-hal teknis menjadi tanggung jawab perusahaan selaku pengguna dari karyawan vendor.

 

Inilah sekilas tentang sistemoutsourcingdi negara kita.