Merger & Akuisisi

 

Merger dan Akuisisi: Apa Perbedaannya?

Merger adalah penggabungan dua perusahaan atau lebih, menjadi perusahaan yang baru. Penggabungan ini biasanya dilakukan untuk produktivitas di area utama bisni dan skala efisiensi.

Akuisisi sendiri adalah pembelian atau pengambilalihan suatu perusahaan. Dimana aset atau saham yang dibeli, akan menjadi hak milik perusahaan yang telah membeli atau mengambil alih. Umumnya perusahaan yang besar membeli perusahaan yang lebih kecil, dengan maksud mengurangi pengeluaran berlebihan dan dapat lebih kompetitif dalam pemasaran.

 

Alasan Merger dan Akuisisi di Indonesia

Perusahaan biasanya akan melakukan merger dan akuisisi umumnya untuk pertumbuhan perusahaan itu sendiri. Baik saham maupun aset, pengurangan resiko adanya produk baru dan juga dapat mengurangi persaingan pasar Indonesia.

Dapat juga dilakukan karena ingin meningkatkan skala ekonomi, sehingga tidak terjadinya pembuangan biaya yang besar dan dapat berakibat buruk pada perusahaan.

 

Prosedur Merger dan Akuisisi

  1. Pengakuisisi dan perusahaan target menyiapkan proposal merger dan akuisisi.
  2. Perusahaan target melakukan rapat umum pemegang saham luar biasa dengan dihadiri oleh setidaknya 75% pemegang saham.
  3. Kreditor menyetujui transaksi merger dan akuisisi yang diusulkan.
  4. Tentukan nilai pasar pemegang saham merger melalui penilaian pembagian saham.
  5. Pihak ketiga (sesuai prosedur hukum) dapat memberikan persetujuan.
  6. Instansi terkait (BKPM, OJK dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia) menyetujui perusahaan yang bergabung atau diakuisisi.
  7. Regulator industri yang relevan memberikan persetujuan (tergantung pada sifat bisnis dari perusahaan target)

Dari perspektif peraturan, merger atau akuisisi membutuhkan waktu sedikitnya 30 hari untuk diselesaikan. Namun, mungkin perlu waktu lebih lama karena proses negosiasi dan uji tuntas.

 

Dokumen yang Dibutuhkan

Untuk mengakuisisi perusahaan di Indonesia, dokumen yang harus disiapkan meliputi:

  1. Pengumuman
  2. Resolusi RUPS
  3. Perjanjian jual beli
  4. Akta pemindahan
  5. Daftar pemegang saham
  6. Sertifikat saham kolektif
  7. Persetujuan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia atau lembaga terkait lainnya Nomor Identifikasi Bisnis

Untuk bergabung dengan perusahaan lain di Indonesia, dokumen yang harus disiapkan meliputi:

  1. Rencana merger
  2. Pengumuman
  3. Akta merger
  4. Daftar pemegang saham
  5. Sertifikat saham kolektif
  6. Persetujuan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia atau lembaga terkait lainnya Nomor Identifikasi Bisnis

 

Merger dan Akuisisi dengan LinovHR

Layanan merger dan akuisisi LinovHr di Indonesia dipersiapkan untuk membantu klien mencapai tujuan strategis mereka melalui identifikasi peluang dalam melakukan merger dan akuisisi dari bisnis satu ke bisnis lain. Layanan kami terdiri dari tahap penilaian, negosiasi dan penyelesaian, termasuk audit keuangan dan uji tuntas hukum.

Segera hubungi kami untuk merger dan akuisisi
Contact Us
×

Hello!

Click one of our representatives below to chat on WhatsApp or send us an email to website@linovhr.com

× How can I help you?