penyebab kecelakaan kerja

Waspadalah! Ini Beberapa Penyebab Kecelakaan Kerja di Lapangan!

Pemahaman mengenai penyebab kecelakaan kerja tentunya harus dipahami oleh pihak perusahaan dan juga seluruh tenaga kerja. Hal ini dilakukan agar keselamatan para seluruh tenaga kerja tetap terjaga, apalagi untuk mereka yang bekerja di lapangan dengan medan kerja yang lebih menantang.

Maka dari itu, sudah sepatutnya bagi pihak perusahaan untuk memberikan edukasi kepada para tenaga kerja mengenai teori penyebab kecelakaan kerja untuk menghindari hal-hal yang akan mencelakakan mereka di tempat kerja.

Namun, apa saja faktor penyebab kecelakaan kerja yang umum terjadi saat kerja di lapangan?

 

Faktor Penyebab Kecelakaan Kerja

Terdapat beberapa jenis faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja. Faktor tersebut disebabkan karena manusia, lingkungan, serta alat yang digunakannya.

 

Faktor Manusia

Manusia sebagai objek utama dalam melakukan proses kerja tentunya tidak selalu memiliki kemampuan yang stabil dan dapat melakukan kesalahan atau biasa disebut dengan human error. Inilah beberapa faktor kecelakaan kerja yang disebabkan karena manusia.

  1. Penyimpangan memori (lupa terhadap proses kerja atau tindakan keselamatan)
  2. Berkurangnya daya nalar
  3. Adanya distraksi dari pihak lain
  4. Kurangnya kompetensi atau pengalaman dalam suatu pekerjaan
  5. Tingkat keterampilan yang kurang memadai untuk melakukan tugas
  6. Kepribadian seseorang (kelalaian, kesombongan, atau terlalu percaya diri)
  7. Persepsi risiko yang buruk terhadap suatu pekerjaan karena pengetahuan dan pengalaman yang buruk di masa lalu.
  8. Usia yang tidak lagi tergolong muda

 

Faktor Lingkungan

Selain faktor yang disebabkan karena manusia itu sendiri, ada juga sebab terjadinya kecelakaan kerja akibat faktor lingkungan.

  1. Visibilitas yang buruk (penurunan jarak pandang akibat hujan lebat, hujan salju, atau kabut)
  2. Suhu lingkungan, baik yang terlalu tinggi atau terlalu tinggi dapat menyebabkan stress.
  3. Polusi udara menyebabkan gangguan pernapasan.
  4. Polusi suara (biasa terjadi di dalam lingkungan industri atau pabrik dengan alat-alat yang besar)
  5. Polusi air
  6. Lokasi kerja yang terbatas
  7. Desain tempat kerja yang tidak nyaman.
  8. Kepadatan penduduk di wilayah kerja.

 

Faktor Peralatan

Terdapat juga faktor peralatan yang mengakibatkan kecelakaan kerja.

  1. Kondisi mesin yang sudah tidak memadai dan jarang melakukan perbaikan secara rutin.
  2. Tata letak posisi mesin yang kurang memperhatikan ruang gerak para pekerja.
  3. Rancangan alat yang kurang memperhatikan sisi K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja)

 

Contoh Kecelakaan Kerja di Lapangan

Terdapat banyak sekali contoh kecelakaan kerja mulai dari gejala ringan hingga serius. Hal ini tentunya harus menjadi perhatian pihak penyelenggara kerja agar bisa melakukan pencegahan dan melindungi para pegawainya. Inilah 10 contoh kecelakaan kerja yang kerap terjadi di lapangan.

 

Tergelincir, Tersandung, dan Terjatuh

Contoh pertama adalah tergelincir, tersandung, atau terjatuh. Penyebab dari kecelakaan kerja ini bisa saja karena permukaan lantai yang licin atau adanya barang-barang yang tidak diletakkan dengan benar.

Jika hanya terjatuh di permukaan lantai mungkin akan hanya menimbulkan luka kecil, namun jika pekerja tergelincir, tersandung, atau jatuh dari anak tangga atau ketinggian akan mengancam nyawa pegawai.

 

Ketegangan Otot

Ketegangan otot merupakan cedera umum yang sering terjadi saat mengangkat beban berat di tempat kerja. Ketegangan otot tersebut umumnya terjadi di daerah sekitar punggung atau leher.

 

Menghirup Asap Beracun

Bagi sebagian pekerja atau buruh yang bekerja di pabrik atau pertambangan pastinya sudah tidak asing dengan benda-benda kimia yang beracun. Hal ini membuat resiko terhirup asap atau gas beracun sangat tinggi terjadi.

 

Kecelakaan Terkait Kendaraan

Kendaraan digunakan  untuk mengangkut atau mengirim barang dengan jumlah dan muatan yang besar. Penggunaan kendaraan jenis apapun memiliki potensi terjadinya kecelakaan, mulai dari jatuh dari kendaraan, tertabrak, terlindas, atau tersangkut di bawah kendaraan yang terbalik.

 

Kebakaran dan Ledakan

Masih ingat dengan peristiwa ledakan pabrik engineering and construction di daerah Gresik yang menewaskan 5 orang pekerjanya? Ledakan tersebut diduga karena para pekerjanya sedang mengelas tabung yang berada di pabrik tersebut. Kasus ledakan tersebut menjadi salah satu contoh kecelakaan kerja yang cukup fatal dan pernah terjadi di beberapa perusahaan maupun industri.

 

Paparan Suara Keras

Paparan suara keras akibat mesin yang terus bekerja menyebabkan para pekerjanya mengalami ketulian atau dengungan di daerah teling. Biasanya kecelakaan ini terjadi di daerah industri, pertambangan, atau pabrik-pabrik besar.

 

Baca Juga: Fungsi Jaminan Kecelakaan Kerja dari Program BPJS

 

Bagaimana Meminimalisir Kecelakaan Kerja?

Contoh kecelakaan kerja di atas pastinya bisa saja terjadi di manapun lingkungan kerja. Agar tidak menimbulkan banyak korban, berikut ini terdapat cara untuk menanggulangi kecelakaan kerja di lapangan.

 

Mengadakan Penyuluhan tentang Teori Kecelakaan Kerja K3

Teori kecelakaan kerja adalah teori yang menjelaskan kecelakaan yang bisa terjadi di dalam lingkungan kerja serta cara untuk menanggulanginya. Teori ini tentunya harus dipahami oleh seluruh pihak agar saat kejadian itu terjadi, orang-orang yang berada dalam lokasi kejadian bisa segera melakukan pertolongan pertama pada korban

Selain itu, teori ini juga melatih untuk mempelajari penyebab-penyebab terjadinya kecelakaan kerja. Dengan mengetahui penyebab tersebut, lokasi kerja akan dibangun senyaman dan seaman mungkin untuk melindungi keselamatan para pekerjanya.

 

Baca Juga: Tips untuk Meningkatkan Keselamatan dan Keamanan Kerja

 

Memeriksa Alat-Alat Kerja Secara Rutin!

Pemeriksaan alat atau mesin-mesin yang dilakukan secara rutin akan meminimalisir terjadinya kecelakaan dalam bekerja. Sehingga, Anda bisa mengetahui lebih awal jika terjadi kerusakan pada mesin dan segera memperbaikinya. Selain itu, mesin yang dilakukan pemeriksaan secara rutin akan jauh lebih tahan lama dapat bekerja secara baik.

 

Gunakan Alat Pelindung Diri (APD) Selama Bekerja

Karena bekerja di luar ruangan akan memiliki risiko kecelakaan yang lebih tinggi dibandingkan bekerja di kantor. Dengan begitu, selalu gunakan Alat Pelindung Diri (APD) selama bekerja seperti helm, jaket, kacamata, penutup telinga, tali pengaman, dan lainnya.

Penggunaan APD ini tentunya akan melindungi diri jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama melakukan pekerjaan.

 

Menjaga Lingkungan Kerja Secara Teratur

Tata letak yang buruk dan tidak sesuai dapat menyebabkan bahaya kesehatan dan keselamatan para pekerja yang serius. Maka dari itu, lingkungan kerja harus memiliki marka jalan yang jelas di setiap tempat. Dengan penataan yang dilakukan secara tepat, hal ini akan membuat para pekerja bekerja secara nyaman.

 

Ikuti Alur Kerja dengan Sangat Baik!

Agar lebih cepat menyelesaikan pekerjaan, sering para pekerja melewatkan beberapa tahap kerja untuk bisa segera pulang lebih awal. Padahal cara tersebut akan lebih berisiko terjadinya kecelakaan kerja karena tidak lakukan secara baik. Maka dari itu, ikuti alur kerja secara baik dan benar.

 

Kecelakaan kerja tentunya bisa saja terjadi secara tiba-tiba dan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Maka dari itu, pengetahuan tentang penyebab kecelakaan kerja akan membantu untuk meminimalisirnya dan melindungi keselamatan dalam bekerja. Semoga informasi ini dapat berguna!