OKR

OKR VS KPI: Apa Pengertian dan Perbedaannya?

Semua perusahaan pasti mempunyai tujuan tertentu yang akan menentukan bagaimana operasional berlangsung. Tujuan juga menjadi hal penting untuk memastikan bahwa perusahaan berjalan sesuai semestinya. Oleh karenanya, perusahaan menggunakan berbagai macam parameter atau skala pengukuran untuk mengetahui seberapa jauh “perjalanan” perusahaan dan bagaimana perkembangan performa terhadap tujuan. OKR adalah salah satunya. 

 

Pengertian OKR

OKR adalah akronim dari Objective Key Result, yang berarti cara menentukan tujuan atau goals dan apa tolak ukur yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Framework ini pertama diciptakan oleh  Andy Grove dari perusahaan prosesor ternama, Inte. Kemudian beliau mengajarkannya kepada John Doerr yang pada saat itu berinvestasi kepada Google yang baru merintis di tahun 1999. Dapat dikatakan, Google adalah salah satu bukti dari keberhasilan implementasi OKR. 

 

Jika dilihat dari namanya, terdapat 2 komponen yang menyusun yaitu objectives serta key result. Deskripsi kualitatif dari apa saja yang ingin perusahaan capai dijelaskan melalui objectives secara singkat dan menjadi sumber motivasi yang menantang untuk mencapai sebuah tujuan. Sementara key results merupakan seperangkat alat ukur yang mengukur kemajuan usaha yang telah dilakukan untuk mencapai objectives. Setiap key results dapat dibubuhkan bobot nilai tertentu agar bisa dihitung dan dijumlahkan.

 

Baca Juga: Menentukan Target Kerja Dengan Metode SMART

 

Pentingnya OKR di Perusahaan

OKR bukan alat penilaian kinerja karyawan, tetapi alat untuk mengukur sejauh apa kinerja yang dilakukan sesuai target perusahaan dan membantu perusahaan untuk mengevaluasi realisasi target. Sistem dapat membuat perusahaan responsif dan peka terhadap perubahan. Metode ini dirancang untuk menjaga visi, tujuan, dan sasaran perusahaan, tim, atau individu di garis depan. Semua pihak dalam perusahaan dapat tahu apa yang diharapkan dari kinerja dan bagaimana kinerja cocok dengan tujuan perusahaan.

 

Hal yang cukup unik OKR waktu yang diperlukan untuk menyiapkannya tidak banyak dan mudah digunakan. Semua orang memahaminya dan pertemuan untuk membahas kemajuan yang telah tercapai. Tentu ini akan membuat karyawan termotivasi dan menyelaraskan organisasi untuk bekerja secara kolektif menuju tujuan dan sasaran bersama. Secara keseluruhan, OKR memberikan dorongan besar untuk fokus dan produktivitas organisasi.

 

Perbedaan OKR dengan KPI

Banyak orang yang mengira bahwa OKR sama dengan KPI. Padahal, keduanya berbeda jauh. Adapun KPI atau Key Performance Indicators adalah tolak ukur terhadap pencapaian pada tingkat tertentu dalam sebuah bidang aktivitas tertentu atau indikator kinerja utama yang akan dievaluasi. KPI ini serupa dengan Key Results dalam OKR, yaitu tolak ukur terhadap tujuan. Untuk lebih jelasnya, di bawah ini adalah beberapa poin dari perbedaannya: 

 

Penyusunan

Penyusunan KPI terhubung pada level yang lebih tinggi diatasnya serta  job description dari pemegang posisi. Sasaran KPI biasanya dapat diperoleh dan mewakili keluaran dari suatu proses atau proyek yang sudah ada. Hal ini berbeda dengan OKR. Penyusunan OKR sesuai tujuan organisasi dan boleh pula disusun berdasarkan proyek perseorangan atau pribadi serta sasaran OKR agak lebih agresif dan ambisius. Ide di balik strategi ini adalah untuk mendorong tim tampil jauh lebih baik.

 

Pelaporan

Setiap pekerjaan pasti ada pelaporan sebagai bentuk tanggung jawab dan transparansi. Perbedaan selanjutnya adalah dalam aspek pelaporan. KPI umumnya dilaporkan setiap satu kuartal dan tahunan. Kemudian pihak perusahaan akan membandingkan KPI terkini dengan KPI di periode sebelumnya. Sedangkan OKR mempunyai frekuensi lebih pendek, bisa mingguan dan bulanan tergantung kebijakan perusahaan.  

 

Baca Juga: 5 Manfaat Utama Laporan Kinerja di Perusahaan

 

Implementasi

KPI cocok diimplementasikan apabila perusahaan sudah memiliki rencana atau proyek yang serupa sebelumnya dan sangat mudah untuk menambahkan sistem pengukuran ke proyek dan proses yang sedang berlangsung. Namun, jika perusahaan memiliki visi yang lebih besar atau ingin mengubah arah secara keseluruhan, OKR mungkin menjadi alternatif yang lebih baik. 

 

Objectives yang ada memiliki kedalaman yang lebih besar untuk memperluas tujuan lebih jauh dan kreatif tentang bagaimana perusahaan berencana untuk mencapai tujuan tersebut. OKR sebaiknya diterapkan perusahaan masih merintis dan memiliki sedikit karyawan. Nantinya, objectives dan key results yang ada akan menjadi budaya organisasi dan mengakar lebih dalam. 

 

Demikianlah penjelasan singkat mengenai OKR dan perbedaanya dengan KPI. Walau agak berbeda, kedua framework ini dapat digunakan bersamaan untuk saling melengkapi. Akan tetapi, perusahaan juga harus mempertimbangkan kebutuhan dan waktu yang dibutuhkan untuk pembiasaan menggunakan framework baru. Semoga informasi ini dapat membantu!