Pesangon

Perbedaan Pesangon Karyawan Resign dan PHK

Biasanya setelah tidak aktif bekerja lagi, pesangon adalah hal yang diandalkan seorang karyawan sambil memikirkan langkah-langkah yang akan diambil setelah resign atau di PHK. Menurut arti katanya pesangon adalah uang yang diberikan sebagai bekal kepada karyawan (pekerja dan sebagainya) yang diberhentikan dari pekerjaan dalam rangka pengurangan tenaga kerja ataupun karyawan yang resign.

Terkadang ada pemahaman yang keliru tentang uang pesangon ini. Sering kali karyawan atau pegawai berselisih paham dengan pihak perusahaan tempat mereka bekerja karena urusan uang pesangon. Tak jarang berbuntut dengan demonstrasi atau yang lebih parah sampai di meja hijau. Ini yang harus dipahami oleh pihak perusahaan dan karyawan yang bekerja dari awal terjalin proses kerja sama di antara mereka. Karena walau bagaimanapun hubungan baik supaya tetap terjaga ke depannya. Jika Ada seorang karyawan yang mengundurkan diripun, tidaklah perlu takut memikirkan uang pesangon, karena semua peraturannya sudah ada di UU Ketenagakerjaan yang diatur oleh pemerintah.

 

Pesangon Karyawan PHK

Ketentuan pemberian uang pesangon oleh pengusaha kepada karyawannya sehubungan dengan PHK, penghargaan masa kerja maupun uang penggantian hak diatur dalamUndang-Undang No. 13 Tahun 2003 Pasal 156 Ayat (1) tentang Ketenagakerjaan yang berbunyi:

“Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK), pengusaha diwajibkan membayar uang pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang seharusnya diterima.”

Perlu juga dipahami pengusaha yang harus memberikan pesangon kepada karyawannya adalah semua perusahaan swasta, dan perusahaan milik negara, perseorangan dan berbadan hukum. Ada perbedaan dari karyawan yang resign dan karyawan di PHK. Supaya lebih bisa memahami apa saja yang didapat oleh karyawan resign atau karyawan PHK.

 

Baca Juga: Begini Cara Menghitung Pajak Uang Pesangon

 

Pesangon Karyawan Resign

Untukkaryawan resign biasanya tidak mendapatkan uang pesangon dan uang penghargaan masa kerja. Ini dikarenakan karyawan resign bukanlah diberhentikan kerja oleh perusahaan tetapi atas keinginan diri sendiri. Biasanya karyawan resign bukannya ada kepentingan dengan perusahaan tetapi untuk kepentingan karyawan itu sendiri.

Besarnya uang penggantian hak dapat dilihat dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan Pasal 156 ayat (4). Uang Pergantian Hak biasanya terdiri dari cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur, biaya atau ongkos pulang untuk karyawan dan keluarganya ke tempat di mana pekerja/buruh diterima bekerja, penggantian perumahan serta pengobatan dan perawatan ditetapkan 15% (lima belas perseratus) dari uang pesangon dan/atau uang penghargaan masa kerja bagi yang memenuhi syarat sesuai perjanjian awal karyawan dengan perusahaan saat bekerja. Sedangkan uang pisah yang didapatkan seorang karyawan yang resign biasanya harus sesuai dengan kontrak perjanjian kerja dengan perusahaan. Untuk uang pisah biasanya berdasarkan lamanya karyawan bekerja di perusahaan. Maka penting bagi karyawan yang akan melakukan resign untuk mengetahui dengan jelas isi kontrak kerja mereka, supaya jelas mengenai uang pisah ini.

 

Baca Juga: Mau Resign? Gunakan 7 Alasan Resign Yang Bijak Dan Logis Ini

 

Untuk seorang yang terkena PHK oleh perusahaan, karyawan memiliki hak untuk mendapatkan uang pesangon, Upah Penghargaan Masa Kerja dan Uang Penggantian Hak. Hal ini telah diatur dalam UU Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003 Pasal 156 Ayat ( 1) dengan bunyi:

Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja, pengusaha diwajibkan membayar uang pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang seharusnya diterima.”

Biasanya sama seperti karyawan yang resign uang penggantian hak terdiri dari, cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur, biaya atau ongkos pulang untuk karyawan dan keluarganya ke tempat di mana pekerja/buruh diterima bekerja, penggantian perumahan serta pengobatan dan perawatan ditetapkan 15% (lima belas perseratus) dari uang pesangon dan/atau uang penghargaan masa kerja bagi yang memenuhi syarat sesuai perjanjian awal karyawan dengan perusahaan saat bekerja.

 

Sangatlah penting bagi HRD perusahaan untuk memahami tentang uang pesangon bagi para karyawannya yang resign dan karyawan yang di PHK. Jika semuanya berjalan dengan baik maka hubungan kekeluargaan tetap terjaga meskipun karyawan sudah tidak bekerja lagi di perusahaan.