Generasi Z

Bersiaplah, Generasi Z sudah datang!

 

Perbedaan antara Generasi Z – disebut juga iGeneration – dengan Generasi Milenial lebih besar daripada perbedaan antar generasi lainnya. Ketika generasi milenial mengalami perubahan dan transisi dari dunia analog ke digital.

Generasi Z (terkadang disebut juga generasi menunduk, karena selalu mengarahkan pandangan ke layar) tidak mengalaminya. Mereka hanya mengerti dunia digital, dan mereka akan selalu berusaha mengusap (swipe) gambar apapun yang mereka temui. Mereka tidak akan mengingat apapun yang ditemukan dengan Google, dan beberapa dari mereka bahkan tidak bisa menggunakan pensil!

Generasi Z akan melanjutkan kiprah Generasi Milenial, dan dengan menggunakan teknologi mereka akan mengubah cara kita hidup lebih drastis lagi. Kita hanya bisa mengagumi perbedaannya, dan bersiap-siap mengikuti manfaatnya dalam kehidupan.

Survey menyatakan bahwa Generasi Z adalah orang-orang yang lahir antara tahun 1996 hinga 2010, menjadikannya sebagai kelompok manusia termuda di dunia. Di Indonesia generasi ini jumlahnya sudah sekitar dua kali lipat generasi pekerja sebelumnya. Diperkirakan ada sekitar 2,5 miliar Generasi Z di seluruh dunia.

Generasi Z mempunyai ambisi dan keinginan untuk memiliki uang serta barang yang tinggi. Ini adalah beberapa perbedaan besar dengan Generasi Milenial. Mereka tidak mencari mentor, namun bisa segera pindah kerja asal gaji bagus dan pekerjaan sesuai gairah. Ambisi membuat mereka percaya diri dan mampu mengatur karir pribadi.

Generasi Z juga memiliki keinginan wirausaha yang tinggi (49%) dibandingkan gabungan generasi lainnya (32%). Mereka menyatakan ingin memiliki bisnis sendiri.

 

Apa yang Generasi Z inginkan?

Prioritas utama karyawan Generasi Z adalah mendapatkan asuransi kesehatan (70%), gaji yang besar (63%), dan atasan yang menghormati mereka (61%). Mereka kurang peduli terhadap fasilitas bermain, tidur, atau penghilang stres lainnya seperti yang dibutuhkan Generasi Milenial. Untuk mendapatkan gaji yang lebih tinggi mereka rela bekerja di akhir pekan (58%) dan juga mengerjakan lebih banyak pekerjaan (41%).

Sedangkan alasan utama Generasi Z pindah kerja adalah karena pilihan tempat kerja yang lebih terjamin dan kesempatan yang menarik dan sesuai gairah mereka. Mereka merasa bisa lebih produktif di mana saja karena teknologi internet dan aplikasi mobile yang selalu berubah lebih baik dalam mendukung kinerja. Mereka mengikuti dan menerapkan perubahan cara komunikasi baik di kantor maupun dengan klien.

Survei di Amerika Serikat menunjukkan hasil yang menyatakan kepercayaan Generasi Z terhadap pendidikan perguruan tinggi. 81% yakin bahwa pendidikan tersebut akan mendukung pertumbuhan karir mereka, namun mengatakan bahwa universitas perlu untuk membuat pendekatan yang lebih praktis dan proaktif. dengan bidang kerja adalah beberapa permintaan mereka.

Penelitian lain menyebutkan, karyawan Generasi Z paling sering pindah kerja, biasanya hanya setahun setelah bekerja. Alasan sederhananya adalah karena kebanyakan dari mereka adalah lulusan SMU dan SMK atau bekerja sambil kuliah.

Agresivitas Generasi Z ini bisa jadi melebihi generasi sebelumnya, bahkan para karyawan Milenial. Namun perusahaan bisa melihat peluang ini sebagai seleksi alam untuk mendapatkan karyawan berkualitas tanpa beban operasional yang besar seperti tunjangan, dana pensiun, dan sebagainya. Berikan kesempatan sebesar-besarnya bagi karyawan generasi Z ini untuk berekspresi, menunjukkan kemampuan mereka, sampai pada batas umum masa kerja rata-rata mereka (1 tahun). Setelah menemukan kandidat yang berkualitas, HRD bisa menggunakan karakteristik mereka sebagai pendekatan untuk mempertahankan mereka.

HRD juga harus cerdas dalam menilai karyawan pada generasi ini secara objektif. Penilaian kinerja harus diterapkan dalam sistem mereka, misalnya melalui aplikasi HRD berbasis Cloud yang memiliki fitur talent Management seperti LinovHR.

Bagaimana cara memanfaatkan kekuatan Generasi Z ini dan mempertahankan mereka? Berpikirlah seperti seorang Generasi Z!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use theseHTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>