sisa cuti tahunan

Sisa Cuti Tahunan Karyawan Masih Banyak, Bisakah Dihapus?

Bagaimanakah jika ada seorang karyawan yang mengajukan resign atau pengunduran diri tapi masih memiliki sisa cuti tahunan yang belum digunakan? Bisakah sisa cuti tersebut dihapus?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, ada baiknya melihat terlebih dahulu tentang cuti itu sendiri. Seperti yang diketahui bahwa cuti tahunan merupakan hak karyawan yang dapat digunakan untuk mengambil istirahat dari pekerjaannya dalam setahun. Hak cuti ini dijamin dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan No 13 Tahun 2003 pada Pasal 79.

Agar Anda dapat mengetahui secara lebih jelas, coba simak ulasannya dalam artikel  LinovHR berikut ini, ya!

 

Apakah Perusahaan Bisa Menghapus Sisa Cuti Tahunan Karyawan?

Bagi Anda yang mungkin belum tahu, di dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan mewajibkan perusahaan untuk memberikan cuti kepada karyawan minimal 12 hari setelah karyawan bekerja 12 bulan di perusahaan tersebut.

Sementara, pelaksanaan waktu istirahat atau cuti tahunan sendiri diatur dalam surat perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama.

Sedangkan terkait pengunduran diri karyawan, UU Ketenagakerjaan juga membahas ketentuannya dalam Pasal 162. Isi dari pasal tersebut adalah:

 

  1. Pekerja/buruh yang mengundurkan diri atas kemauan sendiri, memperoleh uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (4).
  2. Bagi pekerja/buruh yang mengundurkan diri atas kemauan sendiri, yang tugas dan fungsinya tidak mewakili kepentingan pengusaha secara langsung, selain menerima uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (4) diberikan uang pisah yang besarnya dan pelaksanaannya diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama.
  3. Pekerja/buruh yang mengundurkan diri sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) harus memenuhi syarat:
  • Mengajukan permohonan pengunduran diri secara tertulis paling lambat 30 hari sebelum tanggal mulai pengunduran diri.
  • Tidak sedang terikat dalam ikatan dinas.
  • Karyawan tetap melaksanakan kewajibannya hingga tanggal dimulainya pengunduran diri
  1. Pemutusan hubungan kerja dengan alasan pengunduran diri atas kemauan sendiri dilakukan tanpa penetapan lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial.

 

Uang Pengganti Sisa Cuti

Sementara uang penggantian hak yang dimaksud dalam Pasal 156 ayat (4) mencangkup:

 

  • Cuti tahunan yang belum dipakai atau belum gugur
  • Biaya atau ongkos pulang untuk pekerja/buruh dan keluarga ke tempat dimana pekerja/buruh diterima kerja
  • Penggantian perumahan serta pengobatan dan perawatan sebesar 15% dari uang pesangon dan/atau uang penghargaan masa kerja bagi yang memenuhi persyaratan
  • Hal-hal lain yang ditetapkan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama

 

Jadi, berdasarkan aturan yang ada dalam Undang-Undang di atas rasanya sudah cukup menjelaskan bahwa seorang karyawan yang mengajukan resign paling lambat 30 hari sebelum tanggal penetapan berhenti bekerja. Maka tidak dapat menghapus hak cuti tahunan yang belum diambil karyawan tersebut. 

Perusahaan harus menghitung sisa cuti yang belum terpakai tersebut dan diberikan ke karyawan dalam bentuk uang penggantian hak karyawan.

 

Baca Juga: Aturan Sisa Cuti yang Diuangkan, Seperti Apakah Itu?

 

Lalu bagaimana jika kasusnya dalam peraturan perusahaan menyebutkan karyawan yang mengundurkan diri secara otomatis membuat sisa cuti tahunannya dinyatakan hangus karena tidak bisa lagi diambil dalam sisa masa kerja 30 hari?

Masih menurut UU Ketenagakerjaan, dalam pelaksanaannya perusahaan dapat mengatur lebih detail hak cuti tahunan karyawan yang tertuang pada peraturan perusahaan. 

Namun, pada prinsipnya peraturan perusahaan tidak diperbolehkan bertentangan dengan ketentuan UU Ketenagakerjaan. Dengan demikian, siapa saja yang menghapus hak cuti karyawan yang belum diambil berarti melanggar ketentuan dari Pasal 162.

Akibatnya pengusaha dapat dikenakan sanksi kurungan penjara paling sedikit 1 (satu) bulan dan paling lama 12 (dua belas) bulan dan/atau dikenakan denda paling sedikit Rp10.000.000 (sepuluh juta rupiah), dan paling banyak sebesar Rp100.000.000 (seratus juta rupiah).

 

Permudah Kelola Cuti Tahunan dengan Time Management LinovHR

Mengelola cuti karyawan bisa dibilang cukup merepotkan karena masuk dalam komponen penggajian. Namun, hal itu dapat diatasi apabila Anda mengandalkan software absensi dari LinovHR. Sistem cuti online tentu sangat membantu seluruh pencatatan cuti karyawan secara otomatis dengan menggunakan data real-time.

 

 

software hris

 

Dengan begitu, Anda dapat mengetahui berapa sisa cuti yang dimiliki setiap karyawan melalui aplikasi kapan saja dan dimana saja. Kelebihan cuti online ini adalah fleksibel, cepat, akurat, dan yang pasti tanpa kertas.

LinovHR memungkinkan karyawan mengajukan cuti melalui aplikasi dan dapat segera disetujui oleh HR serta atasan. Tunggu apa lagi, gunakan aplikasi time management LinovHR sekarang juga. Mumpung ada harga promo!