Rekrutmen Karyawan

5 Strategi Rekrutmen yang Inovatif untuk Perusahaan Startup

Perkembangan startup atau perusahaan rintisan saat ini sangatlah pesat. Bersamaan dengan itu, tantangannya juga tak kalah besar. Perlu team yang tidak hanya kompak melainkan juga kreatif dan kompeten dalam bidangnya masing-masing untuk mampu menghadapi tantangan-tantangan tersebut. Namun untuk mendaparkan team terbaik itu juga merupakan tantangan sendiri. Sebagai perusahaan rintisan, artinya belum memiliki cukup daya tarik bagi mereka kandidat-kandidat hebat yang mungkin lebih condong memilih perusahaan yang sudah mapan.

Oleh karena itulah, perlu sebuah inovasi dalam proses rekrutmen. Melakukan rekrutmen untuk perusahaan startup juga perlu diperhatikan secara khusus karena ada beberapa prosedur yang berbeda dibandingkan rekrutmen perusahaan konvensional. Perbedaan ini dikarenakan perusahaan startup memiliki sisi-sisi uniknya sendiri seperti dalam target dan pola kerja.

Berikut 5 strategi rekrutmen yang inovatif untuk perusahaan startup agar dapat menjaring sumber daya manusia yang juga inovatif dan kreatif.

 

1.     Metode Gamification

Apakah kalian sudah mengenal istilah gamification? Seperti namanya, gamification merupakan proses menggunakan mekanisme atau aturan yang ada di dalam games yang digunakan dalam hal-hal non-games, salah satunya untuk proses rekrutmen. Metode ini sendiri sebenarnya sudah banyak digunakan oleh beberapa perusahaan kenamaan seperti google, domino’s pizza, hingga biro intelijen dan keamanan Inggris (GCHQ).

Keunikan dari metode gamification adalah caranya untuk menarik perhatian dimana antara perusahaan dan calon karyawan dapat saling berinteraksi. Sebagai contoh apa yang dilakukan GCHQ yang membuat situs web khusus yang digunakan sebagai bagian dari proses perekrutan karyawan. Melalui web tersebut, kandidat karyawan harus memecahkan kode tertentu untuk mengetahui pesan tersembunyi agar bisa melanjutkan proses perekrutan. Hal ini tentu sangat cocok bagi tugas mereka sebagai badan intelijen untuk mendapat kandidat yang benar-benar kompeten.

Hal serupa juga pernah dilakukan google ketika mereka membuat permainan dengan mengajak penggunanya menemukan kata kunci dan memecahkan tantangan yang diberikan di laman google itu sendiri. Saat itu, salah satu penggunanya yaitu Max Rosett berhasil menyelesaikan permainan yang diberikan google. Tak disangka, ia justru direkrut sebagai karyawan oleh google.

 

2.     Employer Branding

Employer Branding adalah sebuah gambaran situasi akan kondisi pekerjaan kepada para calon karyawan. Hal ini bisa dilakukan karena perusahaan harus mampu mempromosikan diri sehingga calon karyawan memiliki keyakinan untuk menjadi bagian dari team.

Dikutip dari situs brazen, menurut John Fleischauer, Talent Attraction Manager di Halogen Software mengatakan bahwa employer branding sebagai upaya meyakinkan kandidat pekerja bahwa apa yang ditawarkan perusahaan anda lebih baik daripada apa yang mereka miliki saat ini atau dibanding perusahaan pesaing. Bagi kandidat pekerja, hal ini adalah tentang kontribusi pada perusahaan dan kompensasi apa yang akan mereka dapatkan.

Employer branding sebagai inovasi rekrutmen bisa dilakukan dengan beberapa cara seperti mengidentifikasi apa yang membuat perusahaan lebih unggul dari perusahaan lain sejenis, memaparkan visi perusahaan, menawarkan budaya organisasi apresiatif kepada karyawan, dan memberikan paket insentif yang menarik.

 

Baca Juga :   Software Rekrutmen & Talent Acquisition Terbaik Saat ini

 

3.     Membuat Konten Menarik

Di era serba digital dan media sosial seperti saat ini, profesi seorang content writer/creator di perusahaan menjadi bagian penting untuk memberikan informasi menarik kepada masyarakat luas. Peran ini juga bisa dimanfaatkan sebagai upaya dalam proses rekrutmen karyawan. Artikel pendek tentang banyak hal bisa ditulis dan dishare melalui media sosial atau blog perusahaan agar bisa terjalin interaksi melalui fitur reply.

Perusahaan juga bisa memberikan gambaran akan budaya perusahaan melalui unggahan foto atau video yang dibagikan di media sosial. Hal ini akan menarik perhatian kandidat karyawan untuk mereka membayangkan bagaimana jika mereka menjadi bagian dari team perusahaan bersangkutan.

 

4.     Sistem Rekrutmen Referral

Sistem rekrutmen referral menjadi cara internal dalam menemukan karyawan berbakat berdasarkan referensi/rujukan karyawan. Rekrutmen dengan sistem rujukan karyawan (employee referral) ini merupakan salah satu strategi inovatif yang bisa lebih hemat.

Sistem ini terbukti lebih baik digunakan untuk mempertahankan karyawan. Studi menunjukkan bahwa karyawan yang dirujuk cenderung bertahan lebih lama, lebih mudah beradaptasi, dan bahkan cenderung bekerja lebih baik dibanding karyawan baru yang bukan hasil rujukan.

 

Baca Juga :   Sistem Rekrutmen yang Ideal Untuk Perusahaan

 

5.     Mendatangi Kandidat Secara Langsung

Pernah terpikirkan untuk mencari karyawan dengan menemui mereka secara langsung? Ini mungkin terkesan aneh tapi justru menjadi cara inovatif yang jarang dilakukan perusahaan konvensional. Alih-alih ikut job fair atau membuka lowongan dan melakukan tes, perusahaan startup bisa mendatangi beberapa lokasi yang biasa dijadikan tempat berkumpul orang-orang sesuai kebutuhan. Mendatangi mereka, dan menanyakan banyak hal terkait hobi mereka bisa dengan lebih santai dan terbuka. Jawaban yang didapatkan juga cenderung lebih jujur.

Hal ini juga dilakukan beberapa perusahaan ternama seperti Quicken Loans dimana mereka mengirim karyawan ke restoran dan toko untuk berinteraksi dengan pekerja disana yang dianggap potensial. Perusahaan ini melakukan hal tersebut untuk mendapatkan hasil yang lebih nyata dan jujur.

 

Inovasi bagi sebuah perusahaan startup menjadi sangat krusial bahkan sejak proses rekrutmen. Hal ini karena sebagai perusahaan perintis, mereka butuh usaha lebih untuk meyakinkan kandidat karyawan potensial agar tak berpindah ke perusahaan kompetitor yang mungkin sudah mapan.

Rekrutmen yang inovatif juga menunjukkan ‘nilai’ dari perusahaan itu sendiri. Karyawan muda umumnya juga lebih suka dengan hal-hal menarik dan unik dibanding cara-cara tradisional. Semakin kretaif dan inovatif cara rekrutmen, semakin besar pula mendapatkan karyawan yang tak kalah kreatif dan inovatif.