trend rekrutmen 2018

Tren Rekrutmen 2018

Tahun 2018 akan melihat beberapa perubahan dalam rekrutmen, dengan tren tahun lalu yang masih berlanjut. Secara global, mendapatkan kandidat yang berkualitas untuk posisi kunci masih akan menjadi keuntungan secara kompetitif.

Teknologi baru berperan menolong tantangan rekrutmen. Kuncinya sekarang adalah bagaimana mempertahankan sisi manusiawi dalam prosesnya. Teknologi hanyalah fasilitator, tidak menggantikan manusia dan hubungan antar pribadi.

 

1. Strategi Rekrutmen Melalui Media Sosial Menjadi Penting

Menurut Aberdeen Group, perusahaan-perusahaan terbaik akan 32% lebih memungkinkan untuk berinteraksi dengan kandidat melalui media sosial. Investasi strategi dalam media sosial, marketing rekrutmen, dan penggunaan alat-alat pemantau media sosial akan semakin meningkat.

Jurang antara apa yang disediakan oleh perusahaan dan kenyataan dalam bekerja di sana dapat dengan cepat diketahui melalui media sosial. Lebih dari 60% perusahaan setuju memperkuat branding terhadap karyawan sebagai prioritas. Apakah Anda mengelola rating Glassdoor dengan aktif? Menurut penelitian mereka, para kandidat rata-rata membaca minimal enam review saat menilai sebuah perusahaan.

Para kandidat menggunakan media sosial, dengan 79% menggunakannya dalam mencari pekerjaan. Riset lain menunjukkan bahwa hanya 49% dari perusahaan terbesar di Australia dan 40% Universitas di Amerika mengijinkan kandidat untuk berbagi lowongan di media sosial. Ini bahkan lebih rendah di Hong Kong (6%) dan Asia Tenggara (10%). Media sosial menyediakan akses gratis kepada jutaan kandidat. Para rekruter yang handal melihat melampaui Facebook, LinkedIn dan Twitter ke Instagram, Pinterest and Snapchat dengan tujuan menghubungkan semua data.

 

2. Kecerdikan dan Ketangkasan Lebih Diprioritaskan Dari Pengalaman

Dengan meningkatnya masa hidup di berbagai negara, membuat tren baru di mana orang-orang lebih memilih untuk memiliki berbagai macam portofolio pengalaman dari pada bekerja seumur hidup di satu perusahaan. Penting bagi tim rekrutmen untuk bisa mengadopsi perubahan teknologi lebih baik dan perubahan ekonomi dalam strategi rekrutmen tahun 2018 dan selanjutnya.

Di tahun 2016, hanya 53% perusahaan yakin bahwa strategi rekrutmen mereka membangun kemampuan tenaga kerja. Kurang dari setengah (48%) percaya bahwa kandidat direkrut berdasarkan kemampuan seperti kecerdasan belajar, inovasi, dan kolaborasi. Kekurangan skill terus mengganggu pemikiran para CEO di mana 77% merasa hal ini akan mempengaruhi pertumbuhan perusahaan dan keahlian yang paling mereka cari: penyelesaian masalah, adaptasi, kreativitas, dan inovasi yang paling sulit untuk ditemukan.

 

Baca Juga: 10 Jenis Soft Skill yang Membuat Karier Anda Meroket

 

30% CEO mengubah strategi mereka dan berfokus pada skill dan kemampuan beradaptasi, dan 78% CEO juga mengubah metode rekrutmen untuk mendukung struktur kerja dan keahlian yang diperlukan di masa depan.

 

3. Go Mobile

Saat ini ada lebih banyak perangkat mobile di bumi dari pada jumlah penduduk. Semuanya pengguna aktif, melihat handphone terakhir sebelum tidur and pertama kali waktu bangun tidur.

Menurut Glassdoor, 89% kandidat mengatakan bahwa perangkat mobile mereka adalah alat penting dalam mencari pekerjaan dan 45% menggunakannya untuk mencari kerja minimal sehari sekali. Penelitian menemukan hanya 29% dan 30% perusahaan terbesar Australia dan Hong Kong serta 32% universitas terbesar di Amerika memiliki website lowongan yang mobile-friendly. Angka di Asia Tenggara bahkan hanya 10%.

Tahun 2018 banyak perusahaan akan membuat aplikasi melalui mobile lebih baik untuk menarik kandidat berkualitas. Saat ini 48% pencari kerja percaya bahwa perangkat mobile akan menjadi cara paling umum untuk mencari pekerjaan dalam dua tahun ke depan dan riset PageUp menunjukkan 16% aplikasi berasal dari perangkat mobile.

 

4. Augmented dan Virtual Reality

Video akan menjadi penting untuk rekrutmen, dengan augmented dan virtual reality menjadi lebih populer di tahun 2018. Apple, Facebook, dan Google telah mendorong aplikasi baru untuk menggunakan teknologi mereka. Menarik kandidat melalui pengalaman melihat tempat kerja, melakukan penilaian, dan iklan lowongan interaktif melalui VR akan semakin populer.