Micromanaging

Dampak Berbahaya Micromanagement Bagi Karyawan

Ada beberapa definisi dari micro management / micromanaging yang bisa kalian temukan dalam mesin pencari di internet. Salah satunya adalah perhatian yang terlalu detail pada hal-hal kecil di dalam manajemen seperti kontrol terhadap seseorang atau over exstrem terhadap hal-hal kecil di dalam manajemen.

Terlepas dari definisi mana yang digunakan, sejatinya micro management alias manajemen mikro memiliki konotasi yang negatif dan mampu untuk merusak keterlibatan dan moral karyawan di dalam perusahaan. Mikro manajemen akan menimbulkan lingkungan yang terlalu ketergantungan, ketidak efisienan dan juga kegelisahan di antara karyawan. Bahkan hal yang buruk seperti moral para karyawan yang rusak sampai ke akar dan tidak bisa diperbaiki lagi.

 

Lalu Mengapa Manajemen Mikro Begitu Tidak Baik?

Efek negatif yang dihasilkan dari manajemen mikro dalam sebuah perusahaan akan sangat terlihat pada keterlibatan dan moral karyawan yang semakin lama semakin jeblok. Karyawan yang secara terus menerus mendapatkan kritikan pedas dan merasa tidak mampu untuk melakukan sesuatu yang benar sesuai keinginan perusahaan, akan kehilangan semangat berjuang dan berhenti mencoba sesuatu. Bahkan karyawan yang memiliki potensial dan produktif bisa saja kehilangan motivasi dan inovasi dalam bekerja.

Micro management juga bisa membuat kondisi dimana karyawan merasa dirugikan dan tidak sedikit dari mereka yang berpikiran untuk memikirkan pekerjaan lain di perusahaan lain. Hal ini juga bisa dikatakan mirip dengan intimidasi pada personal maupun kelompok.

 

Apa Penyebab Micro Management?

Menurut buku yang berjudul “My Way or The Highway” yang ditulis oleh Harry Chambers dapat kita ambil kesimpulan bahwa kebingungan dan perasaan tidak yakin para pemimpinlah yang menyebabkan micro management tumbuh untuk mengendalikan situasi perusahaan.

Sebuah kebingungan dan tidak yakin adalah hal yang wajar, namun jika disikapi dengan micro management maka akan memberikan arahan yang tidak jelas kepada lini bawah dan menimbulkan situasi yang tidak jelas dalam perusahaan.

 

Baca Juga : Turn Over Karyawan Tinggi ? Mungkin ini Penyebabnya ?

 

Efek Negatif Micro Management

Bisa dikatakan bahwa seorang micromanager juga memiliki beberapa sifat dan kepribadian yang sama dengan bos yang kejam dan buruk. Seorang bos atau pemimpin yang buruk tidak akan memberikan kesempatan berbicara kepada karyawan yang berbuat kesalahan, walaupun hanya berniat untuk menjelaskan beberapa hal penyebabnya saja.

Dengan perilaku yang seperti itu, maka yang akan dirasakan oleh karyawan hanyalah ketakutan untuk berkomunikasi dengan bos atau pemimpinnya, karena mereka berpikir sia-sia untuk berdiskusi atau hanya sekedar berbicara karena akhirnya hanya akan mendapatkan celaan saja. Dalam sebuah kasus yang ekstrim, perasaan tidak nyaman karyawan bisa menjadi sangat parah sehingga mereka akan merasa khawatir kehilangan pekerjaan karena perilaku bos yang semena-mena.

Dalam sebuah buku yang ditulis oleh Kathleen Rao yang berjudul “My Boss is a Jerk: How to Survive and Thrive in a Difficult Work Environment Under the Control of a BadBoss”  terdapat 7 gejala umum serta konsekuensi yang akan didapatkan karyawan ketika bekerja kepada seorang bos atau pemimpin yang melakukan micromanaging, diantaranya sebagai berikut :

  1. Stres – Hal ini akan berdampak parah para pekerjaan karyawan di perusahaan dan juga berdampak pada kehidupan sehari-hari karyawan di rumah.
  2. Masalah Kesehatan – Tidak sedikit pula karyawan korban micro management yang mengalami gangguan kesehatan seperti gangguan fungsi jantung dan tekanan darah tinggi.
  3. Masalah Ekonomi dan Insecure dalam pekerjaan – Karyawan akan selalu merasa tidak aman dengan posisi dan jabatan mereka di perusahaan. Mereka setiap hari akan merasa dihantui oleh pemecatan yang bisa dilakukan oleh bos sewaktu-waktu.
  4. Emosi Tidak Stabil – Hal ini dikarenakan pelecehan verbal yang dilakukan oleh micromanager dan juga bisa saja juga dikarenakan pelecehan secara emosional yang akan berdampak negatif terhadap harga diri setiap karyawan.
  5. Kelelahan – Banyak karyawan yang akan merasa overload dengan semua pekerjaan yang diberikan oleh seorang bos atau pemimpin yang menerapkan micromanagement pada perusahaan mereka.
  6. Kehilangan Motivasi – Tidak sedikit pula karyawan korban micromanagement yang menjadi kehilangan motivasi untuk bekerja setelah mendapatkan sikap kurang dihargai atas semua pekerjaan yang telah dilakukan.
  7. Koordinasi Memburuk – Mikro manajemen mampu untuk memperburuk koordinasi antara bos dan juga karyawan. Hal ini dikarenakan para micromanager selalu memandang rendah setiap karyawan, maka sulit untuk menemukan waktu yang tepat untuk sekedar berkoordinasi seputar pekerjaan.

 

Baca Juga : Rapat ini Wajib Dilakukan Para Manajer Sebelum Menilai Karyawan

 

Kesimpulan

Memang tugas seorang manager atau pemimpin di lini atas untuk melakukan kontrol terhadap jalannya perusahaan dan karyawan. Namun kontrol tersebut haruslah datang dengan arahan dan panduan yang jelas serta dilakukan dengan cara yang tepat. Seorang pemimpin haruslah mampu untuk memberikan waktu terhadap bawahan untuk mempelajari dahulu arahan dan bimbingan yang diberikan serta memberikan kesempatan kepada bawahan untuk sekedar mengajukan pertanyaan atas tugas yang diberikan. Ketika karyawan mampu untuk mengikuti arahan dari pemimpin maka akan timbul rasa percaya diri, mandiri, kepuasan kerja, kreativitas, loyalitas dan juga moralitas yang tinggi terhadap perusahaan. Hal ini akan menciptakan situasi win-win solution antara karyawan, manager, bos dan keseluruhan organisasi di dalam perusahaan.