apa itu pkwt dan pkwtt

Apa Itu PKWT dan PKWTT?

Menjadi seorang pekerja dalam perusahaan baik tetap atau tidak tetap diperlukan sebuah perjanjian kerja antara kedua belah pihak. Khususnya antara calon pekerja dengan perusahaan. Ini wajib dilakukan untuk memperjelas mengenai pekerjaan, upah dan hal lain yang berkaitan. Sementara itu, dalam jenisnya, perjanjian kerja atau kontrak dibedakan menjadi 2, yaitu PKWT dan PKWTT. Apa itu PKWT dan PKWTT?

PKWT

Menurut peraturan yang telah diputuskan oleh Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mengenai kontrak kerja, PKWT atau singkatan dari Perjanjian Kerja Waktu Tertentu merupakan sebuah kontrak yang dilakukan antar pekerja dengan perusahaan. Kontrak tersebut dilakukan untuk menjalin hubungan kerja dalam waktu yang sudah ditentukan.

Dalam perjanjian atau kontrak yang dibuat juga, nantinya akan diatur bagaimana hubungan antar perusahaan atau pengusaha dengan pekerja. Misalnya saja, dalam hal jabatannya, upahnya, tunjangannya dan yang lainnya.

Di samping itu, karena kontrak kerja ini dikenakan pada mereka yang merupakan karyawan kontrak maka peraturan yang akan diberikan juga berbeda dengan karyawan tetap. Terdapat 3 golongan pekerjaan yang bisa menggunakan PKWT berdasarkan peraturan yang telah ditetapkan, diantaranya:

  • Pekerjaan yang hanya selesai dalam sekali waktu, maksimal waktu penyelesaiannya 3 tahun
  • Pekerjaan yang hanya akan ada secara musiman
  • Pekerjaan yang berkaitan dengan suatu produk dan kegiatan baru atau adanya produk tambahan namun masih dalam proses pencobaan, jangka waktu maskimalnya 2 tahun, diperpanjang 1 kali dalam setahun

Sementara itu, bila ingin membuat PKWT maka tidak dapat dibuat secara lisan. Wajib membuatnya dalam bentuk tulisan dan secara sah langsung didaftarkan pada instansi ketenagakerjaan yang berhubungan. Bila terlanjur menggunakan lisan maka nantinya PKWT malah akan berubah jenis kontraknya menjadi PKWTT (dijelaskan pada penjelasan selanjutnya)

Untuk waktu paling lama diadakannya PKWT adalah 2 tahun. Namun bila ternyata perusahaan ingin membuat perpanjang maka wajib membuat perpanjangan dalam bentuk tertulis. Perusahaan juga wajib memberitahukan maksudnya pada karyawan. Pembuatan berkas perpanjangan harus dilakukan 7 hari sebelum kontraknya benar-benar berakhir. Bila ingin melihat pada pedoman Undang-Undang No.13 tahun 2003 pasal 59 ayat 4, kontrak kerja hanya boleh dibuat selama 2 tahun dan masa perpanjangannya 1 tahun.

 

  Baca Juga :Untuk para pekerja, kenali jenis-jenis cuti yang ada di indonesia

 

PKWTT

Selain Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), Anda juga harus mengetahui jenis kontrak lainnya yaitu Perjanjian Kerja Untuk Waktu Tidak Tertentu atau biasa disingkat PKWTT. Kontrak yang dibuat dengan waktu yang sudah ditentukan dan sifatnya tetap. Akan berbeda juga dengan jenis perjanjian sebelumnya yang harus dibuat secara tertulis kemudian didaftarkan pada instansi ketenagakerjaan. Pada PKWTT, selain bisa dibuat dalam bentuk tertulis juga bisa dibuat secara lisan dan juga tidak diwajibkan untuk mendaftarkannya pada isntansi ketenagakerjaan.

Bila memang perjanjian atau kontrak dibuat secara lisan maka klausul yang berlaku akan berdasarkan pada peraturan Undang-Undang Ketenagakerjaan. Sehingga antara kedua belah pihak sudah dianggap setuju dengan segala peraturan yang tercantum pada UU Ketenagakerjaan.

Sementara itu, bila perusahaan sudah memutuskan akan membuat PKWTT dalam bentuk lisan, maka perusahaan wajib membuat sebuah surat pengangkatan kerja pada karyawannya. Surat tersebut berisi:

  • Nama serta alamat karyawan
  • Tanggal kapan karyawan akan bekerja
  • Jenis pekerjaan yang akan dilakukan karyawan
  • Besar upah yang akan diterima karyawan

Di samping itu PKWTT juga bisa melakukan masa percobaan pada karyawan selama 3 bulan. Saat masa percobaan berlangsung, perusahaan juga wajib memberikan upah karyawan namun tidak boleh lebih rendah dari UMR yang berlaku.

Itulah penjelasan apa itu PKWT dan PKWTT yang harus dipahami oleh semua pekerja baik yang tetap atau pun lepas.