survei

Anda Telah Melakukan Survei Karyawan, Sekarang Bagaimana?

Banyak perusahaan menggunakan survei karyawan sebagai cara untuk mengukur keterlibatan karyawan dan meningkatkan komunikasi internal. Berikut adalah cara mendapatkan feedback terbaik yang anda terima dari karyawan anda.

Salah satu anjuran yang sering didengar komunikator internal adalah melakukan survei karyawan untuk mengetahui preferensi komunikasi mereka. Dan ini benar-benar merupakan cara yang efektif untuk mengetahui lebih banyak tentang apa yang ingin didengar karyawan dan dengan cara bagaimana mereka ingin menerima komunikasi tersebut.

Yang menjadi masalah adalah, kebanyakan tulisan atau pendapat ahli tidak terlalu menyarankan survei dan mungkin sedikit pertanyaan diajukan atau bahkan menghindarinya. Tetapi begitu anda memperoleh data survei, interpretasi, analisis dan tindakan yang dihasilkan ternyata bisa menjadi jauh lebih rumit dari yang mungkin dipikirkan orang.

Maka dengan memperhatikan hal-hal tersebut, berikut adalah 5 hal untuk memastikan anda memperoleh hasil maksimal dari upaya survei anda.

 

1. Berkomunikasi di Setiap Langkah

Jika karyawan hanya mendengar tentang survei anda sewaktu anda melakukannya, anda kehilangan kesempatan keterlibatan. Survei anda bertujuan untuk membantu anda berkomunikasi dengan lebih baik di jalan, tetapi mengapa tidak menggunakannya sebagai alat yang efektif untuk berkomunikasi dengan lebih baik sekarang?

Libatkan karyawan dalam keseluruhan proses dan pastikan mereka memahami tahapan proses dari feedback, terus analisis hingga manajemen melakukan perubahan. Segera setelah survei, biarkan orang tahu seberapa banyak orang yang berpartisipasi, berterima kasihlah kepada mereka karena hal itu dan beri tahu mereka kapan anda perkirakan memperoleh sebagian hasilnya.

 

2. Hindari lumpuh analisis, memetik-cherry dan membuang-lemon

Komunikator dan eksekutif terkadang bisa memandang sekilas hasil survei dan menarik kesimpulan dari data sepintas dan kemudian bertindak terlalu tergesa-gesa. Memetik-cherry dan membuang-lemon adalah hanya sebuah gambaran  yang mengkonfirmasikan asumsi terbaik dan terburuk. Asumsi-asumsi tersebut merupakan tempat di mana anda memetik sendiri hanya beberapa hasil positif atau negatif untuk mengambil kesimpulan. Analisis statistik membutuhkan matematika yang cermat dan rinci. Apa yang tampak, sebab atau akibat pada pandangan pertama bisa saja terbukti bukan merupakan kesimpulan yang valid manakala statistik diterapkan.

 

Baca Juga : Lakukan 7 Hal ini Dalam Analisis Jabatan

 

3. Sambut baik yang positif: jangan hanya menargetkan bidang-bidang permasalahan

Mengisolasi atau menargetkan divisi atau program dengan keterlibatan yang lebih rendah hanya berfungsi semakin memisahkannya. Pertama, identifikasilah apa yang berhasil dan promosikan hal tersebut. Dibutuhkan upaya yang jauh lebih sedikit untuk menjadikan semua orang naik ke dalam kereta kelompok daripada memperbaiki apa yang rusak dan mengatasi kelemahan.

Juga penting menyusun rencana tindakan yang menyentuh setiap bidang perusahaan di semua tingkatan sehingga semua orang bisa berkembang dan meningkatkan diri secara bersama-sama, tidak secara terpisah.

 

Baca Juga :[ Infografis ] 7 Hal Yang Harus Dilakukan Agar Karyawan Terbaik Bahagia

 

4. Libatkan karyawan dalam perencanaan untuk perubahan

Stephen Shinnan, direktur pemasaran dan pengembangan bisnis di TalentMap, menyatakannya dengan sangat gamblang: Dengan sedikit atau tanpa partisipasi karyawan dalam perencanaan tindakan setelah survei adalah jalan menuju kegagalan. Sebaliknya, lakukanlah aturan 80/20. Bentuklah tim pemandu keterlibatan karyawan yang dapat mengidentifikasi beberapa peluang untuk peningkatan, 20 persen teratas, dan tetapkan tujuan peningkatan. Kemudian fokuskan usaha anda pada pencapaian tujuan tersebut bukan berusaha mengerjakan semuanya sekaligus, dan akan anda lihat 80 persen manfaat dari mengerjakan yang lebih banyak.

 

5. Lakukan perubahan aktual

Tidak melakukan apa-apa dengan hasil survei anda sesungguhnya bisa menjadi keputusan terburuk yang dapat diambil. Karyawan berupaya memberikan feedback, dan mereka tentu mengharapkan dan menginginkan peningkatan nantinya jika tidak, untuk apa karyawan berpartisipasi dalam survei ?

Maka ketika tiba saatnya untuk survei anda berikutnya, akan sangat ideal untuk dapat menunjukkan peningkatan dan perubahan yang dilakukan sebagai hasil dari survei yang terakhir. Semakin banyak orang melihat keberhasilan dari survei, akan semakin banyak orang berpartisipasi dalam survei .

 

Itulah berbagai hal yang anda bisa lakukan ketika perusahaan anda memutuskan untuk melakukan survei karyawan, lakukan langkah-langkah yang telah dijabarkan sebelumnya, agar survei yang anda lakukan tidak sia sia dan hanya sekedar survei, tetapi dapat melahirkan sebuah perubahan yang lebih baik lagi bagi perusahaan.