5s

Produktif Bekerja dengan Konsep 5S ala Jepang

Setiap perusahaan akan mengupayakan berbagai hal demi membangun suasana kerja yang nyaman. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan produktivitas karyawan. Salah satu cara yang dapat dilakukan perusahaan, yakni dengan menerapkan konsep 5S. 

 

Apa itu 5S? Berikut ulasannya untuk Anda! 

Pengertian 5S

5S adalah sebuah metode pengelolaan pekerjaan yang berfokus pada penempatan segala hal sesuai dengan tempatnya. Melalui metode ini, pekerjaan karyawan dapat menjadi lebih efektif, efisien, dan aman.

Budaya 5S banyak digunakan oleh berbagai di negara Jepang. Awalnya, konsep kerja ini diinisiasi oleh pabrik Toyota pada abad ke-20. Dahulu sistem ini digunakan untuk meningkatkan nilai jual produk dan pelayanan pelanggan.

Dengan menerapkan 5S, lingkungan kerja pabrik dapat menjadi lebih bersih, tertata, dan teratur. Alhasil, segala risiko pekerjaan yang disebabkan oleh kelalaian karyawan pun dapat diminimalisir. Kecepatan produksi produk pun mampu meningkat. Lalu, sistem kerja para karyawan pun menjadi lebih terorganisir dan sistematis

 

Kembali ke Daftar Isi

Komponen-Komponen Dalam 5S

Konsep kerja 5S terbentuk dari lima komponen. Berikut penjelasan dari komponen-komponen tersebut.

 

Seiri (Ringkas)

Seiri adalah prinsip pengelolaan pekerjaan yang lebih mendahulukan hal-hal prioritas dan menyingkirkan apapun yang tidak diperlukan dalam prosedur. Jadi, proses produksi kerja dapat lebih lancar dan terhindar dari segala hambatan.

Dalam pabrik produksi suatu barang, seiri diterapkan dengan mendekatkan alat-alat pendukung pekerjaan pada karyawan. Dengan begitu, karyawan tidak akan kesulitan untuk mencari perkakas pekerjaan yang dapat membuang-buang waktu.

Lalu, ada baiknya segala alat-alat produksi yang kurang dibutuhkan tidak diletakkan di dekat karyawan sehingga karyawan tidak mudah terdistraksi. Diharapkan karyawan dapat bekerja dengan lebih efektif dan efisien.

 

Seiton (Rapi)

Prinsip seiton digunakan dengan cara menempatkan segala peralatan kerja sesuai dengan tempatnya. Dengan demikian, lingkungan kerja menjadi lebih teratur.

Contohnya, seperti ruang maintenance (pemeliharaan) gedung perkantoran. Nah, dalam ruangan tersebut akan terdapat rak-rak peralatan kerja dengan diberikan nama atau kode tertentu. Jadi, apabila karyawan yang membutuhkan alat-alat tertentu dapat menemukannya dengan lebih mudah dan cepat.

 

Seiso (Bersih)

Komponen 5S selanjutnya adalah Seiso. Komponen ini memiliki arti kebersihan tempat kerja. Jadi, dalam melakukan pekerjaan, karyawan harus menjaga ruangannya agar tetap bersih.

Hal ini bertujuan agar segala kotoran, debu, dan lainnya tidak mengganggu jalannya pekerjaan. Dengan demikian, rasa nyaman untuk bekerja pun akan tercipta. Bayangkan, jika terdapat sebuah produk yang kotor, tentu pelanggan pun enggan membelinya.

Contohnya kasusnya seperti, bengkel pemeliharaan kendaraan. Apabila ruang kerja dipenuhi dengan oli, tentu akan mengganggu kenyamanan bekerja para montir. Bahkan, hal tersebut pun dapat menimbulkan risiko pekerjaan berupa karyawan yang tergelincir akibat oli yang berceceran.

 

Seiketsu (Rawat)

Seikatsu adalah penerapan upaya perawatan baik dalam peralatan kerja maupun kualitas produk. Untuk merawat kualitas produk, perusahaan dapat melaksanakan sistem manajemen mutu. Melalui hal ini, setiap hasil produk yang akan dijual pada pelanggan akan memiliki mutu yang sama baiknya dari waktu ke waktu.

Dengan perawatan akan segala hal produksi, suatu perusahaan dapat menjaga kinerja dan produktivitas karyawannya pada level terbaik. Alhasil, pengelolaan perusahaan pun akan semakin baik.

 

Shitsuke (Rajin)

Shitsuke atau rajin merupakan suatu prinsip yang harus dibangun di seluruh perusahaan. Melalui sikap rajin, karyawan perusahaan akan memiliki produktivitas kerja yang baik.

Perlu diingat bahwa sikap rajin harus dimiliki oleh seluruh pihak di perusahaan. Pasalnya, mulai dari pemangku jabatan tinggi, sampai karyawan bawahan memiliki kewajiban yang sama, yakni bekerja demi memajukan perusahaan.

Apabila sikap ini sudah terbangun, pengelolaan pekerjaan di sebuah perusahaan akan lebih dinamis dan saling kolaboratif. Alhasil, tujuan perusahaan akan tercapai.

 

Kembali ke Daftar Isi

Manfaat Penerapan 5S Dalam Perusahaan

Jangan ragu untuk menerapkan 5S dalam perusahaan Anda. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan 5S akan mendatangkan berbagai manfaat. Adapun manfaatnya sebagai berikut.

 

  • Meningkatkan Produktivitas

Dengan adanya konsep kerja 5S dalam perusahaan Anda,maka produktivitas pun akan meningkat. Hal ini dikarenakan konsep ini telah mengatur pengelolaan kerja dengan sedemikian rupa.

Pekerjaan karyawan pun akan tertata, dan terkelola secara optimal. Pada akhirnya, hasil pekerjaan pada karyawan menjadi  lebih maksimal.

 

Baca juga: Cara Meningkatkan Produktivitas Saat Tekanan Kerja Melanda 

 

  • Ruang Kerja Nyaman dan Aman

Manfaat selanjutnya dari konsep ini adalah ruang kerja karyawan yang lebih nyaman dan aman. Hal ini karena dalam sistem kerja 5S terdapat prinsip Seiton (Rapi) dan Seiso (Bersih). Melalui dua hal tersebut, lingkungan kerja karyawan akan lebih teratur. 

 

  • Meminimalisir Risiko Pekerjaan

Penerapan konsep ini juga mampu mengurangi segala kemungkinan akan terjadinya risiko pekerjaan. Umumnya, risiko ini dapat berupa kecelakaan kerja yang disebabkan oleh berbagai hal, baik kelalaian karyawan maupun kurangnya faktor keamanan lainnya.

 

  • Menghemat Biaya Operasional

Lantaran konsep 5S mengandung prinsip Seiri (ringkas), maka segala hal yang kurang dibutuhkan untuk menunjang produktivitas karyawan akan disingkirkan. Dengan demikian, perusahaan akan menyediakan fasilitas yang memang benar-benar akan digunakan. Alhasil, biaya operasional perusahaan pun akan berkurang.

 

Baca juga: Minimalkan Biaya Operasional Perusahaan Anda dengan Payroll Service 

 

  • Menjaga Kualitas Produk

Manfaat lainnya dari 5S  adalah mampu menjaga kualitas produk perusahaan Anda tetap baik. Hal tersebut lantaran dalam konsep ini terdapat prinsip Seiketsu (Rawat). Melalui prinsip inilah perusahaan akan menerapkan sistem manajemen mutu untuk menjaga kualitas dalam hal apapun berkaitan dalam aspek produksi dan operasional perusahaan.

 

Itulah penjelasan seputar konsep 5S. Dengan memadukan seluruh komponen dalam konsep konsep 5S, proses operasional perusahaan dan kondisi karyawan di lingkungan kerja dapat menjadi lebih baik. Kemudian, produktivitas perusahaan pun akan terus meningkat seiring berjalannya waktu. Sekian dan selamat mencoba!