Manajemen bisnis

Manajemen Bisnis: Pengertian, Fungsi, dan Unsur dalam Perusahaan

Manajemen bisnis tak lagi asing bagi para perusahaan maupun  mahasiswa jurusan manajemen. Tetapi, penerapan dari manajemen sendiri sering keliru dan hampir dikira tidak berperan banyak dalam perusahaan. Padahal manajemen bisnis merupakan pokok inti dari semua metode manajemen yang dilakukan perusahaan. JIka ingin mendalami tentang berbagai metode dan penerapan manajemen dalam perusahaan, sebaiknya pelajari dulu inti manajemen bisnis. Simak ulasan berikut ini! 

 

Pengertian Manajemen Bisnis

Bisa dibilang, manajemen adalah suatu metode menyelesaikan suatu tugas atau instruksi melalui orang lain. Jika memasuki ranah bisnis, manajemen bisnis adalah suatu sistem dan metode untuk mengawasi, mengarahkan, merencanakan semua aspek dalam bisnis perusahaan sehingga perusahaan mampu mencapai tujuan bisnis sesuai target secara optimal dan maksimal. Semua proses dalam manajemen berjalan secara berkelanjutan selama perusahaan masih melangsungkan proses bisnisnya. 

 

Fungsi Manajemen Bisnis 

Manajemen bisnis adalah aspek yang memiliki beberapa fungsi dalam perusahaan. Jika salah satu fungsi tersebut terganggu, maka akan mempengaruhi aspek lain dan mengganggu proses bisnis perusahaan. Dengan demikian, yuk pahami fungsi-fungsinya!

 

Perencanaan

Membangun sebuah bisnis yang berkesinambungan membutuhkan perencanaan yang matang seperti rencana bagaimana melakukan produksi, pemasaran produk, promosi, pembukuan keuangan, mengatur persediaan, dan sebagainya. Seluruh perencanaan harus didokumentasikan berikut bukti-bukti validnya dengan lengkap agar dapat dijadikan panduan untuk menjalankan bisnis di periode yang akan datang

Bila perusahaan sudah melakukan kekeliruan perencanaan di awal fase pembentukan, maka langkah berikutnya cenderung berantakan dan tidak teratur. Dengan demikian, perencanaan menjadi fungsi paling penting untuk perusahaan yang baru saja meniti dan membangun bisnis. 

 

Pengelompokan

Pengelompokan yang dimaksud adalah pengelompokan tenaga kerja berdasarkan perencanaan yang dibuat sebelumnya. Tiap-tiap individu dikelompokkan berdasarkan kemampuan dan keunggulan di bidang masing-masing. Hasil dari pengelompokkan adalah tim atau divisi, contohnya adalah; divisi pemasaran, divisi IT, division Human Resource, dan lainnya. 

Hal ini dimaksudkan untuk menciptakan keteraturan proses kerja. Individu dengan kemampuan spesifik yang berbeda akan berantakan kinerjanya jika bergabung dengan kelompok lain dengan kemampuan spesifik yang berbeda. Misalkan seorang yang ahli akuntansi di tempatkan dalam divisi IT, tentu saja ia akan merasa kesulitan dengan job desk yang ada karena job desk tersebut bukanlah kemampuan spesifiknya. Pada akhirnya divisi IT akan ikut kesulitan mencapai tujuan karena ketidaksesuaian pengelompokkan. 

 

Staffing

Staffing yang dimaksud adalah sumber daya yang ada dalam perusahaan seperti bahan baku, mesin produksi, dan lainnya. Penempatan sumber daya harus disesuaikan dengan dengan kebutuhan masing-masing divisi. Sehingga penggunaan sumber daya lebih tepat guna dan tidak mubazir.  Staffing berhubungan erat dengan kondisi keuangan perusahaan. Ketika perusahaan mengalokasikan sumber daya tidak tepat, maka ada kemungkinan sumber daya dalam suatu divisi tersebut kelebihan atau kekurangan yang akan mengganggu keuangan perusahaan. 

Contohnya adalah sumber daya bahan baku dalam perusahaan manufaktur. Perusahaan yang memiliki kebanyakan bahan baku akan kerepotan dalam melakukan penyimpanan bahan baku yang tersisa sehingga menyebabkan membembangkanya biaya pemeliharaan. Demikian pula jika terlalu sedikit, perusahaan akan kesulitan untuk memenuhi permintaan konsumen dan pada akhirnya keuntungan yang didapatkan tidak maksimal. Diperlukan manajemen yang baik mengenai persediaan bahan baku untuk mengantisipasi hal ini. 

 

Baca Juga: Jenis dan Manfaat Manajemen Persediaan 

 

Pengarahan

Pimpinan perusahaan bertanggung jawab untuk mengarahkan dan memberi semangat positif bagi timnya agar dapat bekerja sesuai tujuan dan perencanaan. Biasanya kinerja seorang individu umumnya masih sangat baik dan berapi-api dalam menjalankan tugasnya di fase awal. Seiring dengan waktu dan permasalahan yang dihadapi, individu akan merasa jenuh dan lelah sehingga menurunkan semangat bekerja yang berimbas besar kepada kinerja. Pada akhirnya, hal ini akan mempengaruhi proses perusahaan dan membuat kinerja perusahaan ikut turun. 

Pengarahan juga berkaitan dengan kepatuhan terhadap alur kerja. Perusahaan akan menjalankan proses bisnis dengan lancar jika seluruh tim yang ada patuh dengan alur kerja yang direncanakan. Atas dasar tersebut, pimpinan perusahaan harus mengarahkan perusahaannya dengan baik dan benar.

 

Pengawasan

Pengawasan berguna untuk observasi apakah kinerja yang dilakukan pekerja sudah sesuai atau tidak. Hasil dari pengawasan dapat dirangkum dan dijadikan bahan evaluasi berikut kesulitan yang dihadapi selama kinerja berlangsung.

Pimpinan divisi juga berpengaruh besar dalam pengawasan ini. Karena mereka adalah orang pertama yang tahu dan paham bagaimana kinerja yang terjadi dalam divisinya. Pemimpin inti perusahaan hanya perlu meminta laporan pertanggungjawaban dari masing-masing pimpinan divisi. Kemudian, pimpinan perusahaan bisa menentukan strategi yang akan dilakukan selanjutnya. 

 

Unsur Manajemen 

Ada beberapa unsur yang mempengaruhi bisnis perusahaan dan saling berkaitan satu sama lain. Kegagalan salah satu unsur akan mengganggu dan mempengaruhi unsur lainnya. Berikut unsur-unsur yang terkandung. 

 

Uang

Uang adalah modal yang digunakan perusahaan sejak awal berdiri.Tanpa uang yang cukup, perusahaan tak akan mampu melakukan proses produksi berkaitan dengan biaya gaji karyawan, membeli bahan baku, pemeliharaan alat produksi, membeli perlengkapan, dan lainnya. Sebagai salah satu unsur dalam manajemen, uang menjadi tolak ukur pendapatan perusahaan. Semakin banyak uang yang didapat, perusahaan akan semakin untung.

 

Baca Juga : Pengertian dan Manfaat Akuntansi Manajemen

 

Mesin

Mesin adalah kunci dalam kelancaran produksi barang. Proses suatu barang akan terganggu ketika mesin tidak berfungsi dengan baik. Dengan demikian, mesin menjadi hal krusial yang harus diperhatikan. 

 

Metode

Metode membantu perusahaan untuk menjalankan semua proses secara menyeluruh, efektif, dan efisien. Ada banyak sekali metode, namun belum tentu cocok dan tepat untuk perusahaan. Oleh sebab itu perusahaan harus mampu menentukan metode apa yang paling baik dan tepat bagi perusahaan. Berangkat dari hal ini akan ditemukan kesinambungan antara satu divisi dengan divisi lain sehingga seluruh karyawan dalam perusahaan dapat bekerja dengan baik. .

 

Market

Sebanyak apa pun barang yang diproduksi, akan percuma jika tak ada permintaan dari market atau pasar yang sesuai. Kemungkinan besar perusahaan akan mengalami kegagalan bahkan kerugian bila barang yang diproduksi tak laku di market tertentu, Diperlukan strategi penjualan dan promosi yang menarik agar konsumen menyadari keberadaan produk dan mau untuk menggunakannya. 

 

Baca Juga : Konsolidasi Perusahaan dalam Dunia Bisnis

Menjalankan manajemen bisnis demi keberlangsungan perusahaan tidaklah mudah. Selain berpatokan dengan hal di atas, hal lain yang berpengaruh besar terhadap keberhasilan manajemen adalah komitmen untuk selalu melakukan semua kegiatan terus menerus melalui proses trial and error. Anda berani mencoba?