Manajemen dan Penilaian Kinerja

Memahami Manajemen dan Penilaian Kinerja dan Contoh Metodenya

Manajemen dan penilaian kinerja merupakan hal penting dalam perusahaan. Penilaian kinerja suatu karyawan penting dilakukan untuk monitoring dan evaluasi kinerja. Hal ini akan berguna nantinya untuk proses belajar dan pengembangan karyawan. 

Untuk meningkatkan suatu kualitas maka dibutuhkan perbaikan atas sesuatu yang sudah dilakukan. Begitu pula yang dilakukan pada hampir seluruh perusahaan dalam penilaian kinerja yang berarti  mengevaluasi kinerja karyawan  untuk mendapat performa atau kinerja terbaik karyawan tersebut.

Untuk melakukan penilaian dibutuhkan keahlian khusus dari seorang penyelia yaitu memahami teknik dasar penilaian, memahami masalah – masalah yang dapat mengacaukan penilaian serta dapat menghindari masalah tersebut, dan melaksanakannya dengan adil.

Apa itu manajemen dan penilaian kinerja? Seberapa penting hal tersebut?

Yuk simak ulasan di bawah ini!

 

Apa itu Manajemen Kinerja?

Proses penilaian kinerja yang dilakukan penyelia terdiri dari tiga tahap yaitu; mendefinisikan pekerjaan, menilai kinerja,dan memberikan umpan balik.

Manajemen kinerja adalah aktivitas yang dilakukan untuk memastikan sasaran atau tujuan suatu perusahaan dan atau organisasi telah tercapai dan tetap on track. Manajemen kinerja ini biasanya berfokus pada karyawan dalam suatu perusahaan untuk mencapai atau menghasilkan suatu produk atau goal tertentu.

Manajemen kinerja juga dapat diartikan sebagai suatu upaya komunikasi yang dilakukan secara berkelanjutan dan terjadi antar karyawan dan atasannya untuk mencapai suatu tujuan perusahaan.

Beberapa contohnya seperti penjelasan job description yang jelas, seleksi calon karyawan yang sesuai kompetensi yang dibutuhkan, dan lain-lain.  

 

Apa itu Penilaian Kinerja

Penilaian kinerja menurut Siswanto (2001) menyebutkan penilaian kinerja adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh Manajemen/penyelia penilai untuk menilai kinerja tenaga kerja dengan cara membandingkan kinerja atas kinerja dengan uraian atau deskripsi pekerjaan dalam suatu periode tertentu biasanya setiap akhir tahun. 

 

Ada beberapa  alasan untuk menilai kinerja bawahan:

  • Memainkan peran yang terintegrasi dalam proses manajemen kinerja pengusaha
  • Memungkinkan atasan dan bawahan menyusun rencana untuk mengoreksi kekurangan yang ditemukan dalam penilaian
  • Melayani tujuan perencanaan dengan meninjau rencana karyawan serta memperhatikan kekuatan dan kelemahannya secara spesifik.

 

Perbedaan Manajemen dan Penilaian Kinerja

Manajemen kinerja dan penilaian kinerja memang seringkali dianggap hal yang sama, namun sebenarnya keduanya berbeda.

Perbedaannya dapat dilihat dari beberapa aspek. 

Jika dilihat dari aspek tujuannya, manajemen kinerja dilakukan untuk mengevaluasi performa karyawan, juga menetapkan tugas agar tujuan perusahaan tercapai. Sedangkan penilaian kinerja dilakukan bukan hanya mengevaluasi namun juga mengembangkan karyawan dengan membantu perkembangan skill dari karyawan tersebut. 

Penilaian kinerja juga cenderung dilakukan oleh seorang manajer atau seseorang yang memiliki kedudukan lebih tinggi sehingga keterlibatan langsung karyawan lumayan sedikit. Sedangkan manajemen kinerja melibatkan karyawan secara langsung dalam memberikan feedback kepada atasan. 

performance review

 

 

Contoh Metode Penilaian Kinerja yang Bisa Digunakan HR

Beberapa metode yang digunakan untuk melakukan penilaian antara lain:

 

Metode Skala Peringkat Grafis

Skala yang menuliskan sejumlah ciri dan jangkauan nilai kinerja untuk setiap ciri. karyawan kemudian dinilai dengan mengidentifikasi nilai yang paling sesuai dengan tingkatan kinerjanya untuk setiap ciri.

 

Metode Peringkat Alternasi 

Metode peringkat alternasi bekerja dengan cara melakukan pemberian peringkat kepada karyawan dengan memilih yang terbaik sampai dengan yang terburuk berdasarkan ciri tertentu.

 

Metode Perbandingan Berpasangan

Melakukan pemeringkatan karyawan dengan membuat diagram dari semua pasangan karyawan yang mungkin untuk setiap ciri dan menentukan karyawan mana yang lebih baik pada setiap pasangan.

 

Metode Distribusi Kekuatan 

Metode ini sama dengan menilai pada sebuah kurva, persentase dugaan dari yang dinilai ditempatkan dalam berbagai kategori kinerja.

 

Metode Kejadian Kritis

Menyimpan catatan tentang contoh bagus yang tidak umum atau contoh yang tidak disukai atas perilaku karyawan yang berhubungan dengan pekerjaan dan meninjau catatan itu dengan karyawan pada waktu yang telah ditentukan sebelumnya.

 

Metode Skala Peringkat Standar Perilaku (BARS) 

Metode penilaian yang bertujuan mengkombinasikan keuntungan naratif, kejadian kritis, dan skala terukur dengan membuat skala terukur yang berdasarkan pada contoh-contoh naratif khusus mengenai prestasi yang baik dan buruk.

 

Baca Juga:   HCMS, Teknologi untuk Pantau Kinerja Karyawan Anda?

 

Dengan menggunakan metode diatas, anda dapat menilai kinerja karyawan anda secara proposional dan terstruktur rapi.

Selain itu, untuk memudahkan anda menilai karyawan pada perusahaan anda dengan praktis dan mudah, anda dapat menggunakan teknologi HR berupa  Software HR  yang memiliki banyak fitur untuk memudahkan anda dalam mengambil keputusan dalam mengembangkan SDM Perusahaan anda.