HRD

5 Tanda Kegagalan HRD di Dalam Perusahaan

Human Resources Department (HRD) di perusahaan adalah salah satu divisi krusial karena berhubungan langsung dengan karyawan dan segala masalahnya. Ketika seorang karyawan bermasalah akan suatu hal, maka HRD-lah yang bertanggung jawab untuk mencarikan solusinya. Ya, HRD memang memiliki tugas yang cukup berat sehingga perlu orang-orang yang tepat di dalamnya.

Namun apakah anda sering menemui kondisi dimana HRD bukannya menyelesaikan masalah melainkan membuat masalah karyawan menjadi semakin buruk? Atau HRD yang sudah tidak bisa dipercaya hingga justru dihindari karyawan lain untuk berhubungan dengan mereka? Jika hal itu terjadi, artinya ada suatu hal yang salah di HRD itu sendiri. Agar tidak semakin buruk, baiknya anda sudah bisa mengenali tanda-tanda kegagalan HRD di dalam perusahaan. Apa saja tanda-tandanya? Berikut 5 diantaranya.

 

1. HRD Bermental ‘Kita vs Mereka’

Mentalitas ‘Kita vs Mereka’ adalah salah satu ‘penyakit’ yang kerap menjangkiti HRD. Mereka memposisikan diri bagaikan polisi perusahaan dan karyawan lain adalah penjahat. Mereka menegakkan kebijakan dengan terus-menerus menegur setiap gerak-gerik karyawan sehingga menciptakan kesenjangan antara karyawan HRD dengan karyawan lainnya.

Tegas dan jeli melihat hal-hal negatif memang penting dimiliki oleh HRD. Teapi jika dilakukan secara berlebihan, hingga mengabaikan hal-hal positif yang sudah dilakukan karyawan tentu akan membuat rasa tidak nyaman. Karenanya, perlu perubahan budaya kerja jika hal ini memang terjadi.

 

2. HRD Bersikap Tidak Ramah dengan Karyawan

Menjadi HRD artinya mereka tahu siapa yang akan mereka layani. Jika hal ini saja sudah dilupakan, maka itu sudah menjadi tanda adanya kegagalan fungsi HRD. Implikasinya bisa dilihat dari keramahan HRD menghadapi karyawan. Jika mereka memperlakukan karyawan yang datang ibarat masalah, bahkan sudah tak peduli dengan cara mereka untuk membantu, itu artinya harus ada pembenahan internal disana.

 

3. HRD Justru Dihindari Karyawan

HRD bekerja layaknya partner bagi karyawan lain. Tapi jika HRD justru dihindari, itu adalah salah satu tanda kegagalannya. Ada kalanya ketika karyawan disarankan membawa masalahnya ke HRD, mereka justru mengatakan “mereka tidak akan membantu saya” atau “mereka akan memperburuk keadaan”.

Ketidakpercayaan karyawan akan keberadaan HRD menjadi masalah yang cukup serius. Hal itu artinya HRD sudah gagal menjalankan fungsinya karena tidak bisa dipercaya untuk memecahkan masalah tetapi justru memperburuk keadaan. Lebih parah lagi apabila HRD malah menjadi akar dari masalah yang ada.

 

Baca Juga: 7 Program Kerja HRD yang Dapat Turunkan Tingkat Turnover karyawan

 

4. HRD Tidak Mengerjakan Tugas Mereka

Pernahkah anda melihat bahwa karyawan dari satu divisi mengerjakan deskripsi pekerjaan mereka sendiri? Ini adalah salah satu tanda gagalnya fungsi HRD karena mereka tidak mengerjakan tugas yang seharusnya mereka lakukan. Membuat deskripsi kerja selayaknya mendapatkan input dari HRD. Begitupun tugas lain sepeeri membuat kebijakan dan prosedur juga harus mengikuti panduan HRD. Untuk itulah, dalam suatu perusahaan, manajer harus tegas dalam pembagian tugas ini agar setiap divisi bergerak sesuai jobdesk-nya dan tak boleh ada yang mengabaikan apalagi mengerjakan hal yang menjadi tanggung jawan divisi lain.

 

Baca Juga: Tugas Pokok Dan Fungsi HRD Perusahaan

 

5. Semua Tentang Uang

Uang kerap kali menjadi masalah di banyak hal. Di HRD sendiri, setiap keputusan yang mereka buat akan berimplikasi kepada keuangan perusahaan. Itu artinya, mereka harus benar-benar bijak dalam bertindak dan mengambil keputusan. Menjadi suatu kekeliruan pula jika HRD justru masalah keuangan membuat HRD tidak melakukan hal-hal yang benar. Sebagai contoh, karena perusahaan sedang mengalami masalah finansial, HRD justru tidak memberikan kenaikan gaji atau bonus bagi karyawan yang berhak mendapatkannya.

Keberadaan HRD sejatinya adalah tangan kanan perusahaan untuk menyentuh langsung hal-hal yang berkaitan dengan karyawan. Perusahaan yang baik adalah mereka yang memiliki HRD yang proaktif dan peduli dengan kesejahteraan semua karyawannya. Namun dalam kondisi tertentu, jika terdapat tanda-tanda kegagalan HRD seperti 5 hal di atas, maka pimpinan atau manajer harus cepat tanggap mengatasinya. Jangan biarkan budaya kerja yang keliru dari satu divisi justru mempengaruhi divisi lainnya yang akan berimbas bagi produktifitas perusahaan itu sendiri.