Pajak Luar Negeri

Saat ini banyak Warga Negara Indonesia (WNI) yang berstatus penduduk di negara lain dan menjadi wajib pajak untuk bekerja dan menetap lama di negara-negara tetangga, seperti Singapura, Hongkong, Malaysia, dan Australia.

Pada artikel sebelumnya, kita telah mengetahui bagaimana Persyaratan, Penghitungan dan Pelaporan PPh 26 atas karyawan yang bekerja di luar negeri, Kali ini LinovHR share mengenai 3 kriteria memenuhi status sebagai penduduk ganda, kasus dan pemecahan masalah bagi WNI yang merasa bingung bagaimana cara membayar pajaknya jika mereka mendapatkan pendapatan dari aktivitasnya di luar negeri?

3 Kriteria Memenuhi Status Penduduk Ganda

Salah satu contoh yang akan jadi pembahasan adalah Tax Treaty antara Malaysia dan Indonesia. Seorang WNI yang berbisnis kemudian menetap lama, dan ditetapkan sebagai penduduk tetap di Malaysia. Seorang WNI bisa dibebaskan dari pajak di Indonesia, jika setidaknya memenuhi 2 dari 3 kriteria yang ditetapkan.

  1. WNI bisa memilih Sumber Pajak Luar Negeri (SPLN) jika dia bertempat tinggal di sana selama lebih dari 183 hari.

  2. WNI berbisnis dengan menggunakan lebih banyak center vital interest, di Indonesia atau negara lain. Hal ini berarti bahwa bisnisnya yang dijadikan sebagai pusat kepentingan bisnis berada di luar negeri.

  3. WNI bisa menentukan negara mana yang paling lama dia tinggali.

Kalau WNI belum memenuhi tiga kriteria tersebut, maka WNI tetap memakai status kewarganegaraannya.

Kasus

Pak Sarwono ingin berkonsultasi dengan Tim Payroll Service LinovHR mengenai kewajiban perpajakannya. Selama ini dia sudah lama menyetor ke KPP dan memiliki NPWP pribadi ketika dia bekerja di perusahaan swasta sampai dengan tahun 2011. Pertengahan tahun 2011 dia melanjutkan kuliah S2 ke Australia sampai saat ini. Tetapi, dia tetap membayar pajak pada tahun 2013 dan SPT tahun 2012 melalui jasa biro administrasi atau konsultan pajak.

Solusi

Jika Pak Sarwono selaku WNI berdomisili di Australia sejak pertengahan tahun 2011, maka sejak itu statusnya terkait dengan kewajiban perpajakan adalah sebagai Subjek Pajak Luar Negeri (SPLN).

Subjek Pajak Luar Negeri untuk orang pribadi yang tidak bertempat tinggal di Indonesia dan orang pribadi yang berada di Indonesia tidak lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan. WNI dianggap tetap tinggal di luar negeri apabila dapat membuktikannya dengan salah satu dokumen tanda pengenal resmi yang masih berlaku sebagai penduduk di luar negeri yaitu:

1. Green card

2. Identity card (Kartu Identitas)

3. Student card (Kartu Pelajar atau Mahasiswa)

4. Pengesahan alamat di luar negeri pada paspor oleh Kantor Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri

5. Surat keterangan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia atau Kantor Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri

6. Tertulis resmi di paspor oleh Kantor Imigrasi negara setempat

Dengan status sebagai SPLN, Ia tidak wajib membayar pajak di Indonesia apabila Ia tidak menerima atau memperoleh penghasilan dari bekerja di Indonesia. Ia juga tidak wajib memiliki NPWP dan melaporkan SPT sehingga Ia tidak akan dikenai Pajak Penghasilan di Indonesia.

Sebenarnya sebelum berangkat ke Australia tahun 2011, Pak Sarwono dapat mengajukan ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) untuk ditetapkan sebagai Wajib Pajak Non Efektif karena Ia termasuk yang memenuhi 3 kriteria tersebut untuk itu tanpa memenuhi adminstrasi kewajiban perpajakan di Indonesia. Wajib Pajak yang telah ditetapkan sebagai Wajib Pajak non efektif, tidak wajib menyampaikan Surat Pemberitahuan dan tidak dikenai sanksi administrasi berupa denda.

Nah, jika ingin kembali ke Indonesia, Wajib Pajak bisa mendapatkan status SPDN dan mengaktifkan NPWP dengan mengurusnya langsung ke KPP terdekat. Apalagi, Ia wajib melaporkan SPT jika memperoleh penghasilan di Indonesia melebihi batas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use theseHTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>