penghasilan kena pajak

Berapa Penghasilan Kena Pajak PPh Pasal 21?

Dalam kehidupan bernegara, setiap masyarakat yang telah berpenghasilan memiliki kewajiban yang sama, yakni membayar pajak. Dalam penerapannya, ada berbagai macam jenis pajak. Salah satunya ialah penghasilan kena pajak PPh 21. Namun, apakah Anda sudah tahu berapa penghasilan seseorang yang dapat dikenakan PPh 21? Berikut ulasannya!

 

Apa itu Penghasilan Kena Pajak PPh 21?

PPh 21 merupakan suatu pajak yang memotong penghasilan dari seorang Wajib Pajak Orang Pribadi (WPOP) atas pekerjaannya. Dalam penerapannya, jumlah potongan dari setiap penghasilan berbeda-beda dan disesuaikan dengan jenis kepegawaiannya.

 

Baca Juga : Mengenal E-Bupot dan Manfaatnya

 

Jumlah Minimal Gaji yang Dikenakan PPh 21

Umumnya, jumlah penghasilan yang dapat dikenakan pajak terus berubah-ubah di setiap tahunnya. Besarnya nominal yang harus dikeluarkan bergantung dengan kebijakan aturan pemerintah.

Saat ini besaran gaji seseorang yang terkena wajib pajak adalah sebesar Rp 54 juta dalam setahun atau Rp 4,5 juta per bulan. Jadi, apabila Anda memiliki penghasilan kurang dari nominal tersebut akan terbebas dari pajak (PTKP).

Dasar aturan dari penetapan nominal di atas adalah Peraturan Menteri Keuangan No. 101/PMK.010/2016 Pasal 1. Aturan ini menggantikan kebijakan sebelumnya yang mewajibkan seseorang membayar pajak jika memperoleh penghasilan sebesar Rp 36 juta setahun atau Rp 3 juta per bulan.

 

Baca Juga: Memahami Pemungutan Pajak di Indonesia

 

Tarif Pemotongan PPh 21

Berdasarkan aturan Pasal 17 Ayat 1 Undang-Undang Pajak Penghasilan, berikut besaran tarif pada Wajib Pajak Orang Pribadi yang telah memiliki NPWP:

  1. Seseorang dengan pendapatan sampai dengan Rp50.000.000 per tahun akan dikenakan tarif 5%.
  2. Seseorang dengan pendapatan Rp50.000.000 – Rp250.000.000 per tahun akan dikenakan tarif 15%.
  3. Seseorang dengan pendapatan Rp250.000.000 – Rp500.000.000 per tahun akan dikenakan tarif 25%.
  4. Seseorang dengan pendapatan Rp500.000.000 ke atas dalam setahun maka akan terkena pajak sebesar 30%.

 

Rumus Menghitung PPh 21

PPh 21 dihitung dengan cara mengalikan tarif pajak dengan Dasar Pengenaan Pajak atau jumlah bruto dari penghasilan yang ditetapkan. Nantinya, penghasilan yang diperoleh pun akan dikurangi dengan unsur-unsur lain. Berikut rumus menghitungnya.

 

PPh 21 = Tarif Pajak x (Jumlah Penghasilan – Pengurang)

Namun, perlu diingat jika seorang wajib pajak tidak memiliki NPWP, maka total pajak terutang akan dikali 120%.

Total PPh 21 yang wajib dibayar = 120% x PPh 21 Terutang

 

Baca Juga: Perbedaan Subjek & Objek Pajak Penghasilan

 

Cara Menghitung PPh 21

Berikut contoh kasus berupa cara dalam menghitung PPh 21.

Dodi adalah pegawai tetap PT Air Minum Segar Sejahtera. Saat ini statusnya adalah menikah dengan dua anak. Gaji pokok yang didapat Dodi sebesar Rp 10.000.000 per bulan dengan beberapa tunjangan lain.

  1. Tunjangan lembur= Rp 1.000.000
  2. Tunjangan Komunikasi= Rp 300.000
  3. Tunjangan transportasi= Rp 500.000

 

Lalu, perusahaan juga mengikutsertakan Dodi dalam BPJS. Iuran yang harus dibayarkan sebagai berikut:

  1. Jaminan Kesehatan dari Perusahaan 4% dan dari Karyawan 1%
  2. Jaminan Kecelakaan Kerja dari Perusahaan 0,24%
  3. Jaminan Kematian dari Perusahaan 0,3%
  4. Jaminan Hari Tua dari Perusahaan 3,7% dan dari Karyawan 2%
  5. Jaminan Pensiun dari Perusahaan 2% dan dari Karyawan 1%

Perhitungannya adalah:

  1. Gaji pokok = Rp10.000.000
  2. Tunjangan hasil lembur = Rp1.000.000
  3. Tunjangan untuk komunikasi  = Rp300.000
  4. Tunjangan untuk transport = Rp500.000

 

Penghasilan dari Pemberi Kerja per Bulan = Rp11.800.000

 

Jaminan yang dibayar oleh pemberi kerja:

  1. Jaminan untuk kesehatan (4%) = Rp320.000
  2. Jaminan untuk kecelakaan kerja (0,24%) = Rp24.000
  3. Jaminan untuk kematian (0,3%) = Rp30.000
  4. Penghasilan bruto per bulannya = Rp12.174.000

 

Pengurang:

  1. Biaya jabatan tetap (5% x Penghasilan. Bruto)  = Rp500.000
  2. Jaminan Hari Tua oleh karyawan (2%) = Rp200.000
  3. Jaminan Pensiun oleh karyawan (1%) = Rp77.035

 

Penghasilan Netto dalam waktu per Bulan = Rp11.396.965

Penghasilan Netto dalam waktu per Tahun = Rp136.763.580

Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) = Rp67.500.000

Penghasilan Kena Pajak (PKP) =  Rp69.263.000

 

PKP ​- dibulatkan ke dalam ribuan terdekat

PPh 21 Terutang setahun (12 bulan) = Rp5.389.450

PPh 21 Terutang Januari = Rp449.120,83

 

Jadi,  PPh 21 yang harus dipotong oleh  PT Air Minum Segar Sejahtera untuk Januari  yakni sebesar Rp449.120,83.

 

Permudah Penghitungan PPh Pasal 21 Karyawan dengan Menggunakan Jasa Payroll Outsourcing dari LinovHR

payroll

Apabila Anda kesulitan dalam menghitung PPh karyawan, jangan khawatir. Anda dapat menggunakan jasa Payroll Outsourcing dari LinovHR. Dengan didukung tim yang andal dan berpengalaman, segala urusan keuangan perusahaan Anda akan lebih terkelola oleh kami.

Jasa Payroll Outsourcing LinovHR juga dapat membantu hal lain dalam ruang lingkup penggajian seperti pengelolaan BPJS, otomatisasi data payroll, dan perencanaan penggajian. Tertarik untuk tahu lebih lanjut seputar jasa Payroll Outsourcing dari LinovHR? Segera hubungi tim kami dengan klik laman berikut!