benchmarking

Benchmarking dan Rencana Strategis HRD

Perusahaan menghadapi berbagai kompetitor dan berusaha untuk mengunggulinya. Salah satu cara yang dilakukan oleh perusahaan adalah benchmarking atau kegiatan membandingkan perusahaan dengan kompetitor yang lain.  Dalam rencana strategis HRD, perbandingan juga dilakukan untuk kegiatan pengembangan dan pelatihan kinerja karyawan. Seperti apa detailnya? 

 

Apa itu Benchmarking?

Benchmarking adalah bagian dari strategi HRD untuk melihat kebijakan dan praktik satu organisasi, kemudian membandingkan dan membedakannya dengan organisasi serupa lainnya. Pendekatan benchmarking harus berfokus pada praktik terbaik atau hal-hal yang dilakukan organisasi yang secara konsisten mengarah pada hasil yang sukses. Agar pemahaman tentang praktik terbaik diperoleh, kegiatan ini harus direncanakan secara strategis dengan tujuan tertentu.

 

Jenis Benchmarking

Benchmarking mengukur bisnis utama dan membandingkannya dengan pesaing atau kompetitor untuk memahami bagaimana cara perusahaan perlu berubah untuk meningkatkan kinerja. Ada empat jenis pembandingan utama, yaitu:

 

Kinerja 

Jenis ini melibatkan pengumpulan dan perbandingan data kuantitatif. Tolok ukur kinerja biasanya merupakan langkah pertama yang diambil organisasi untuk mengidentifikasi kesenjangan kinerja. Perusahaan membutuhkan Key Performance Indicator (KPI) dan alat untuk mengumpulkan serta dan menganalisis data tersebut. Selanjutnya, hasil dari analisis akan menginformasikan data guna pengambilan keputusan. Bentuk pembandingan ini biasanya merupakan langkah pertama yang diambil organisasi untuk mengidentifikasi kesenjangan kinerja.

 

Baca Juga: 6 Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan Menurun

 

Praktek 

Selanjutnya adalah praktek yang melibatkan pengumpulan dan perbandingan informasi kualitatif tentang bagaimana suatu kegiatan dilakukan melalui proses dan teknologi. Untuk melakukannya, perusahaan harus mengumpulkan dan membandingkan informasi kualitatif seperti pemetaan proses. Nantinya perusahaan akan memahami bagaimana kesenjangan praktik terjadi dan cara yang dapat diterapkan perusahaan ke area lain.

 

Internal 

Perusahaan juga dapat membandingkan matrik internal seperti  kinerja dari berbagai unit, lini produk, departemen, program, dan lainnya dalam organisasi. Setidaknya 2 divisi atau area dalam perusahaan akan dibandingkan. Perbandingan internal adalah titik awal yang baik untuk memahami standar kinerja bisnis saat ini. Tolok ukur internal berkelanjutan berlaku terutama untuk organisasi besar di mana area bisnis tertentu lebih efisien daripada yang lain.

 

Eksternal

Selain secara internal, perusahaan juga bisa membandingkan perusahaan dengan perusahaan lainnya. Perusahaan butuh perbandingan khusus, yaitu 1 atau lebih organisasi untuk setuju berpartisipasi serta pihak ketiga untuk memfasilitasi pengumpulan data. Pendekatan ini bisa menghasilkan hasil yang berkualitas tetapi seringkali membutuhkan waktu dan upaya yang signifikan. Pemahaman yang objektif tentang kondisi perusahaan saat ini membantu menetapkan dasar dan sasaran untuk peningkatan.

 

Tujuan Benchmarking

Perbandingan membutuhkan tujuan spesifik dan berorientasi pada proses, bukan hasil.  Evaluasi dan perbandingan tidak boleh hanya sekali kali, tetapi bagian dari perencanaan strategis bisnis untuk memperbaiki kinerja dan mempertahankan yang sudah bagus akan membantu bisnis tumbuh dan berkembang. Di bawah ini adalah tujuan benchmarking dalam bisnis: 

 

Memahami Bagaimana Bisnis Dibandingkan Kompetitor

Perusahaan mungkin sudah mengetahui bisnis Anda sendiri luar dalam, tetapi apakah perusahaan memahami proses unik dari bisnis lain di industri? Dengan meluangkan waktu untuk lebih memahami bisnis lain dan bagaimana cara mengoperasikan perusahaan mereka, perusahaan dapat melihat di mana kekurangan di area tertentu. Selain itu, mengetahui dengan tepat bagaimana kinerja kompetitor dapat memberi perusahaan peluang untuk menjadi pemimpin di industri.

 

Meningkatkan Efisiensi dan Efektivitas Perusahaan

Melakukan proses benchmarking tidak hanya berguna untuk lebih memahami kompetitor, tetapi juga untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas perusahaan. Tolak ukur memberi bisnis informasi dan alat yang mereka butuhkan untuk menjadi lebih efisien dan efektif di semua area bisnis. Ini sangat penting untuk jenis perusahaan tertentu, terutama bisnis yang digerakkan oleh layanan.

 

Menemukan Peluang Baru

Peluang adalah perhatian umum di antara bisnis di semua industri. Bisnis seringkali mencari ke dalam untuk membangun kesuksesan. Padahal mereka juga harus melihat ke luar. Dengan melihat bisnis lain yang telah membuktikan kesuksesannya, perusahaan dapat menentukan mengapa mereka melakukannya dengan sangat baik dan kemudian menemukan peluang baru yang dapat membantu meningkatkan pertumbuhan.

 

Memotivasi Karyawan

Karyawan dapat menjadi terlalu nyaman dengan posisinya yang dapat mengakibatkan stagnasi kinerja. Jika dibiarkan, hal ini secara bertahap dapat menurun kinerja secara keseluruhan. Benchmarking bisa menjadi sumber motivasi dengan mendorong karyawan menuju tujuan yang baru. Dengan memastikan bahwa karyawan memahami apa itu “kinerja yang baik”,  proses kinerja perusahaan dapat lebih stabil. 

 

Baca Juga: Indikator Motivasi Karyawan dan Cara Meningkatkannya

 

Meningkatkan Penjualan Bisnis

Saat membandingkan angka penjualan, perusahaan dapat belajar banyak tentang bisnis seperti berapa banyak pesaing lain yang menjual dibandingkan dengan perusahaan. Biasanya hal ini menyangkut ukuran tim penjualan dan kemitraan dengan distributor.

 

Meningkatkan Kualitas Produk 

Banyak perusahaan yang menggunakan benchmarking untuk meningkatkan kualitas produknya dengan cara mempelajari produk pesaing mereka untuk menentukan bagaimana strategi untuk mengungguli barang serupa. Hal ini dapat menghasilkan peningkatan kualitas pada produk perusahaan, yang pada akhirnya akan mempengaruhi kepuasan pelanggan dan keuntungan.

 

Benchmarking Sebagai Bagian dari Rencana Strategis HRD

Perbandingan dapat memberikan beberapa informasi yang berguna dan cukup kuat bagi HRD. Saat melihat organisasi serupa, banyak yang dapat ditentukan untuk menanggulanginya. HRD dapat melihat di mana ada celah dalam praktik tertentu yang bisa diperbaiki secepat mungkin. Kebijakan mana yang bekerja dengan baik dan yang mungkin menyebabkan masalah juga dapat diidentifikasi. Seperti halnya masalah dalam bidang seperti perekrutan, pelatihan, dan promosi jabatan, dan lain-lain. Masalah khusus yang biasa muncul dalam mengelola karyawan seperti retensi dan  tingkat kedisiplinan dapat diperiksa secara terpisah. Ini berguna saat mencoba mengidentifikasi pola untuk digunakan di masa mendatang.

Penting bagi HRD untuk menentukan apa yang ingin mereka pelajari sebelum menjalani pengumpulan data apa pun. Jika tidak, kemungkinan mereka akan membuang waktu dan sumber daya untuk mendapatkan informasi yang terbukti tidak berguna. Penting juga untuk memastikan perbandingan dibuat antara variabel yang sangat mirip. Misalnya, tidak ada gunanya membandingkan sistem rekrutmen perusahaan besar yang telah berbisnis selama beberapa dekade dengan sistem rekrutmen perusahaan startup yang baru tumbuh. 

Proses penyusunan pelatihan berdasarkan benchmark oleh HRD dapat dilaksanakan dengan penyusunan strategi menggunakan Learning and Development dalam Software HRD dari LinovHR. Learning and Development berguna untuk mengelola segala hal yang berkaitan dengan kegiatan pembelajaran dan pengembangan kinerja karyawan dalam rangka meningkatkan kapabilitas  dan kompetensi karyawan. Perusahaan dapat menetapkan anggaran, jenis pembelajaran, kompetensi yang harus dikuasai karyawan, jenis pelatihan, dan lain-lain. Hubungi LinovHR untuk mendapatkan Software HRD terbaik!