KPI (Key Performance Indicator): Definisi, Tujuan, Jenis, dan Contohnya

.

Newslater

Newsletter

Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini :

KPI (Key Performance Indicator): Definisi, Tujuan, Jenis, dan Contohnya
Isi Artikel

KPI (Key Performance Indicator) merupakan bagian penting dalam mengukur keberhasilan dan kegagalan bisnis. Namun, sebagian besar perusahaan belum sepenuhnya memahami tentang bagaimana cara menggunakan KPI dalam bisnis mereka.

Di perusahaan, KPI menjadi aspek yang punya peran penting untuk mengukur kinerja karyawan, dengan tujuan untuk mengetahui seberapa jauh kinerja karyawan terhadap pencapaian tujuan perusahaan.

LinovHR telah merangkum informasi terkait apa itu Key Performance Indicator, fungsi, manfaat, cara menyusun, dan serba-serbi lainnya pada artikel di bawah ini.

Pengertian Key Performance Indicator

Menurut Shone Fone Ng, Key Performance Indicator atau KPI adalah sekumpulan metrik yang digunakan perusahaan untuk memantau dan mengukur pencapaian terhadap tujuan dan sasaran tertentu.

Penggunaan Key Performance Indicator membantu perusahaan mengidentifikasi area yang sudah berhasil serta area yang memerlukan perbaikan.

Bahkan, perusahaan yang lebih besar biasanya memiliki beberapa KPI untuk setiap departemen atau segmen bisnis.

Key Performance Indicator bukan hanya sekedar angka yang dimuat dalam laporan tiap minggu, tetapi KPI memungkinkan perusahaan untuk memahami kinerja dan kesehatan bisnis.

Mengetahui dan mengukur Key Performance Indicator dengan tepat akan membantu perusahaan mencapai tujuannya secara lebih cepat.

Download E-Book Gratis: Strategi Penyusunan KPI: Kunci Kesuksesan Organisasi

Definisi Key Performance Indicator Menurut Para Ahli

Key Performance Indicator memiliki pengertian dan definisi tersendiri. Berikut beberapa pengertian KPI menurut para ahli.

  • Arini T. Soemohadiwidjojo (2015) KPI atau Indikator Kinerja Utama adalah serangkaian indikator kunci yang bersifat terukur dan memberikan informasi sejauh mana sasaran strategis yang dibebankan kepada suatu organisasi sudah berhasil dicapai.
  • Iveta (2012) menyatakan bahwa KPI adalah ukuran yang bersifat kuantitatif dan bertahap bagi perusahaan serta memiliki berbagai perspektif dan berbasiskan data konkret, dan menjadi titik awal penentuan tujuan dan penyusunan strategi organisasi.
  • Warren (2011) menyatakan bahwa KPI adalah sebuah pengukuran yang menilai bagaimana sebuah organisasi mengeksekusi visi strategis. Visi strategis ini merujuk pada bagaimana strategi perusahaan secara interaktif terintegrasi secara menyeluruh.
  • Parmenter (2011) KPI adalah sebagai pengukuran yang paling kritikal untuk kesuksesan organisasi pada kondisi sekarang dan di masa yang akan datang.
  • Buoti dan Banerjee (2012) menyatakan bahwa KPI adalah ukuran berskala dan kuantitatif yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja organisasi dalam tujuan mencapai target organisasi. KPI bisa juga untuk menentukan objektif yang terukur, melihat tren, dan mendukung pengambilan keputusan.

Dari beberapa kutipan diatas dapat disimpulkan bahwa Key Performance Indicator atau Indikator Kinerja Utama merupakan tolok ukur penting yang digunakan perusahaan untuk mengevaluasi pencapaian tujuan strategis perusahaan secara keseluruhan dan kinerja individu karyawan.

Tujuan Utama Penetapan KPI

Sebagai salah satu faktor utama dari manajemen organisasi, KPI memiliki beberapa tujuan, diantaranya:

  • Menghubungkan visi-misi, strategi, dan sasaran kinerja organisasi dengan aktivitas perusahaan untuk mencapai sasaran kinerja yang diinginkan.
  • Mengukur tren kinerja perusahaan apakah mengalami kenaikan atu penurunan. Pemilihan KPI yang tepat dapat menjadi pemberi sinyal bagi perusahaan untuk memberikan gambaran area kinerja yang perlu perbaikan.
  • Membandingkan kinerja perusahaan saat ini dengan sebelumnya atau perusahaan lainnya sehingga perusahaan dapat melihat keunggulan atau kelemahan perusahaan dibanding kompetitor.
  • KPI perusahaan bisa digunakan sebagai dasar penetapan sasaran kerja divisi dan individu.
  • Hasil pencapaian KPI menjadi dasar untuk memberikan reward dan konsekuensi sehingga dapat mendorong motivasi kerja dan perilaku karyawan.

Baca juga: 9 Langkah Mudah Membuat KPI Karyawan

Fungsi Key Performance Indicator

Key Performance Indicator bukan hanya sekadar untuk memastikan pencapaian perusahaan, lebih dari itu, KPI juga memiliki beberapa fungsi lainnya, seperti berikut ini:

Transparansi Data

Idealnya, Key Performance Indicator yang ditekankan kepada seluruh karyawan harus bersifat jelas dan transparan. Jika KPI tidak disampaikan secara jelas dan transparan, maka bukan tidak mungkin jika akan terjadi konflik dan kebingungan pada karyawan. 

Pengukur Performa

Mengukur performa karyawan bisa dilakukan dengan berbagai metode.

Matriks yang jelas pada penilaian performa bisa menghasilkan penilaian yang objektif. Penilaian objektif bisa dinilai menggunakan KPI untuk menunjukkan apakah kinerja karyawan baik atau tidak.

Mengasah Kemampuan

Sebagai seorang profesional, idealnya kemampuan Anda harus berkembang. KPI dapat digunakan sebagai tolok ukur apakah karyawan perlu diasah atau tidak.

Sehingga perusahaan bisa memfasilitasi karyawan untuk mengasah kemampuan tersebut. 

Sumber Penyemangat

Performa di tempat kerja merupakan bahan bakar untuk memicu motivasi karyawan untuk meningkatkan kinerja mereka di perusahaan. KPI dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kinerja karyawan.

Semakin bagus penilaian dari KPI, maka semakin besar motivasi karyawan untuk bekerja lebih baik lagi.

Baca Juga: Rumus dan Cara Menghitung KPI Karyawan yang Benar

Manfaat Key Performance Indicator

Pada praktiknya, key performance indicator dapat memberikan sejumlah manfaat besar bagi perusahaan, berikut penjelasannya. 

1. Menumbuhkan Produktivitas dan Moral Karyawan Perusahaan

Secara tidak langsung, adanya key performance indicator mampu mendorong produktivitas, akuntabilitas, dan kinerja karyawan dalam sebuah perusahaan. Kondisi ini tentu saja meningkatkan peluang tercapainya tujuan perusahaan secara konsisten di setiap periode. 

Tidak hanya itu, KPI juga mampu menumbuhkan sikap kolaboratif dalam diri masing-masing karyawan. Alhasil, setiap proyek perusahaan dapat dilaksanakan dengan tepat waktu dan maksimal.

2. Memudahkan Identifikasi Permasalahan Karyawan

KPI mampu mengidentifikasi lebih dini permasalahan yang terjadi pada setiap karyawan. Melalui data yang dihasilkan dari KPI Tree, perusahaan dapat mengambil keputusan secara tepat terhadap karyawannya. 

Keputusan yang dimaksud tergantung dengan permasalahan yang dialami oleh karyawan. Sebagai contoh apabila nilai KPI karyawan di suatu perusahaan rendah, diduga akibat menurunnya keterampilan dalam mengoperasikan teknologi tertentu.

Maka pemimpin perusahaan dapat mengambil langkah seperti pemberian pelatihan kepada karyawan terkait. Supaya kinerja karyawan tersebut dapat kembali progresif dan optimal. 

3. Mampu Mengukur Kinerja Karyawan

Manfaat ketiga dari KPI sesuai dengan fungsi utamanya yaitu melakukan pengukuran kinerja karyawan.

Fungsi tersebut memungkinkan perusahaan memantau kinerja karyawan dalam menjalankan tanggung jawabnya ketika mengerjakan suatu pekerjaan, baik proyek hingga kampanye. 

Melalui fungsi utamanya, KPI juga memberikan kemudahan bagi perusahaan dalam mengidentifikasi permasalahan yang terjadi dalam proses pengerjaan proyek, kampanye, dan sebagainya.

4. Membantu Perusahaan dalam Menentukan Strategi

Data yang disediakan KPI sangat membantu perusahaan dalam menentukan strategi yang tepat dalam mengerjakan suatu operasi bisnis.

Tidak berhenti di situ, dalam beberapa kasus KPI juga dapat memudahkan perusahaan dalam melakukan evaluasi kinerja karyawan saat melaksanakan tugas.

Sehingga hasil pengerjaan proyek dan lain sebagainya di periode mendatang dapat lebih maksimal dan tepat waktu. 

5. Merekam Pola Performa Perusahaan secara Periodik

Melalui fungsinya, key performance indicator dapat menyajikan pola data terkait performa aktivitas bisnis suatu perusahaan dari waktu ke waktu.

Selain memudahkan proses pemantauan dan evaluasi kinerja, kemampuan visibilitas ini juga bisa menumbuhkan sikap cermat perusahaan, dalam mengamati setiap detail operasi bisnis agar mampu terlaksana seoptimal mungkin.

6. Mendorong Tercapainya Rencana dan Tujuan Perusahaan

Dengan adanya KPI, peluang perusahaan dalam mencapai rencana maupun tujuan bisnis semakin meningkat. Hal ini karena KPI mampu mendorong produktivitas, kinerja, bahkan sikap kolaboratif para karyawan.

Baca Juga: KPI Tree: Bagaimana Cara Membuatnya dengan Tepat?

Jenis Key Performance Indicator 

Pada dasarnya, indikator key performance indicator dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu KPI finansial, KPI Non-finansial, operasional, dan pertumbuhan. Berikut adalah penjelasannya.

1. KPI Finansial

KPI finansial adalah sebuah indikator yang digunakan untuk mengukur kinerja yang berkaitan dengan keuangan. Berikut adalah contoh dari KPI finansial di perusahaan.

  • KPI Laba Kotor (Gross Profit) berfungsi untuk menilai jumlah uang yang tersisa dari total pendapatan setelah dikurangi dengan biaya langsung produksi atau harga pokok penjualan (HPP).
  • KPI Laba Bersih (Net Profit) berfungsi untuk menghitung jumlah uang yang tersisa dari pendapatan setelah dikurangi harga pokok penjualan (HPP) serta biaya-biaya bisnis lainnya seperti bunga, pajak, dan lain-lain.
  • KPI Marjin Laba Kotor (Gross Profir Margin) berfungsi untuk mengukur persentase keuntungan kotor dengan cara membagi laba kotor dengan total pendapatan.
  • KPI Laba Bersih (Net Profit Margin) berfungsi untuk menentukan persentase laba bersih yang diperoleh dengan cara membagi laba bersih dengan pendapatan.
  • KPI Rasio Lancar (Current Ratio) berfungsi untuk mengukur kinerja keuangan terkait likuiditas neraca dengan membandingkan aset lancar dengan kewajiban lancar.

Indikator ini memperkirakan seberapa kuat dan baiknya bisnis perusahaan dalam bertahan dalam jika mengalami perubahan yang menurun secara tiba-tiba. 

2. KPI Non-finansial

KPI non-finansial merupakan key performance indicator yang secara tidak langsung bisa mempengaruhi keuangan dari suatu perusahaan. Berikut beberapa contoh dari KPI non-finansial.

  • Perputaran Tenaga Kerja (Manpower Turnover)
  • Matriks Kepuasan Pelanggan (Customer Satisfaction Metrics)
  • Rasio Customers Berulang terhadap Customers Baru (Repeat Customer to New Customer Ratio)
  • Pangsa Pasar (Market Share)

3. KPI Operasional

KPI operasional merupakan key performance indicator yang berfungsi untuk mengukur bagaimana penilaian karyawan dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan. Contoh KPI operasional sebagai berikut:

  • Bisnis Jasa Online: untuk mengoptimalisasi automasi customer service untuk meningkatkan kepuasan pelanggan
  • Bisnis Online Shop: efisiensi dalam sistem pengiriman dalam rangka meningkatkan kepuasan pelanggan

4. KPI Pertumbuhan

KPI pertumbuhan digunakan untuk mengukur kemajuan bisnis. Contoh dari KPI ini yaitu jumlah pengunjung, pelanggan, dan jumlah rekan kerja. Diperlukan kontributor dari departemen bisnis untuk menghasilkan matriks dan data pada KPI jenis ini.

Baca Juga: Keuntungan Menerapkan KPI Software di Perusahaan

Faktor yang Mempengaruhi Efektivitas KPI 

KPI hanya berguna jika terdapat tindak lanjut dari KPI itu sendiri. Pasalnya, perusahaan kerap kali hanya mengadopsi KPI yang paling populer atau banyak digunakan dalam suatu industri.

Akan tetapi, hal itu akan berdampak negatif terhadap perusahaan. Beberapa perusahaan bahkan masih bertanya-tanya mengapa KPI tersebut sama sekali tidak merefleksikan kinerja dari perusahaan.

Untuk mengembangkan strategi dalam penyusunan KPI, tim di perusahaan harus bisa melihat apa tujuan organisasi, bagaimana rencana perusahaan untuk mencapainya, dan siapa yang dapat berperan dalam mengambil peran tindakan berdasarkan informasi tersebut.

Siklus ini merupakan siklus yang harus berulang yang harus melibatkan masukan dari tim analis, kepala bagian, dan para manajer di perusahaan Anda.

Setelah itu perusahaan bisa mendapatkan perhatian yang lebih jelas dan lebih baik mengenai bagaimana KPI bisa mengukur proses bisnis perusahaan dan siapa yang bisa menindaklanjuti proses bisnis tersebut.

Baca juga: 7 Rekomendasi Software KPI Terbaik

Penerapan Key Performance Indicator

Terdapat empat kriteria dasar yang harus diperhatikan dan dipenuhi sebelum suatu organisasi atau perusahaan menyatakan bahwa perusahaan telah mengimplementasikan KPI dalam setiap kegiatan dan aktivitas operasionalnya.

Berikut penjelasannya:

  • Kolaborasi dengan antar karyawan, baik itu tim, supplier, dan pelanggan
  • Desentralisasi dari level manajemen sampai level operasional
  • Adanya integrasi antara ukuran, laporan dan tindakan
  • Menghubungkan KPI dengan strategi perusahaan

Untuk mengimplementasikan KPI, perusahaan atau organisasi memerlukan suatu proses sistem yang saling berkaitan seperti dari lingkungan organisasi itu sendiri yang mencakup karyawan, manajer, pemegang saham dan dari pihak-pihak luar seperti pelanggan, klien, dan supplier.

Ketika mengimplementasikan KPI, hal yang paling penting yaitu mendefinisikan hasil atau tujuan dari masing-masing KPI.

Baca Juga: Perbedaan Key Result Indicators vs Key Performance Indicators

Contoh Key Performance Indicator

Berikut berbagai contoh KPI yang Anda bisa jadikan sebagai acuan penilaian.

1. Contoh KPI Karyawan

contoh KPI karyawan
Sumber: id.scribd.com

2. Contoh KPI Marketing

Contoh Key Performance Indicator (KPI) Marketing
Sumber: slideplayer.info

3. Contoh KPI Finance

Contoh Key Performance Indicator (KPI) Finance
Sumber: bunghatta.ac.id

Kelola KPI Perusahaan dengan Modul Performance Appraisal Management dari LinovHR

performance review

Mengelola Key Performance Indicators (KPI) merupakan tantangan bagi banyak perusahaan. Tanpa sistem yang baik, pengelolaan KPI menjadi proses yang rumit dan memakan waktu, sehingga sulit untuk mendapatkan gambaran area mana yang perlu perbaikan.

Hal ini dapat menyebabkan penilaian kinerja yang tidak akurat, mengurangi motivasi karyawan, dan menghambat pencapaian tujuan perusahaan.

Dengan Modul Performance Appraisal Management dari LinovHR, Anda dapat mengelola KPI perusahaan dengan lebih mudah dan efisien.

Sistem ini memungkinkan Anda untuk mengevaluasi KPI karyawan, memberikan feedback, dan memastikan kontribusi karyawan terhadap perusahaan. Dengan demikian, Anda dapat meningkatkan transparansi, akurasi penilaian, dan motivasi karyawan.

Tentang Penulis

Picture of Sella Melati
Sella Melati

Cuma senang menulis, yang suka nonton sama traveling
Follow them on Linkedin

Bagikan Artikel Ini :

Related Articles

Newslater

Newsletter

Tentang Penulis

Picture of Sella Melati
Sella Melati

Cuma senang menulis, yang suka nonton sama traveling
Follow them on Linkedin

Artikel Terbaru

Telusuri informasi dan solusi HR di sini!

Subscribe newsletter LinovHR sekarang, ikuti perkembangan tren HR dan dunia kerja terkini agar jadi yang terdepan di industri

Newsletter