tekanan kerja

5 Cara Tepat Agar Tetap Produktif Saat Tekanan Kerja Melanda

Empat project sudah mendekati batas akhir, lalu ada delapan email penting masuk dalam kotak pesan. Satu atasan bertanya kenapa satu project belum juga selesai, dan atasan lain mengirim pesan langsung meminta untuk memprioritaskan tugas. Di saat bersamaan, rekan kerja meminta bantuan menulis laporan karena ada urusan mendadak.

Barangkali seperti inilah kehidupan di kantor yang memberi banyak tekanan kerja. Saat diserahi beberapa tugas berbeda sekaligus, otak tak akan mampu mengatasi. Tapi dengan mengelola tekanan kerja yang muncul, produktivitas akan tetap terjaga dalam kadar maksimal.

 

1. Monotasking Alih-alih Multitasking

Dapat juga diartikan dengan mengerjakan satu tugas di satu waktu. Seharusnya, fokus pada apa yang di hadapan, bukan di masa depan. Laman Entrepreneur menyebut, manusia sangat buruk dalam hal multitasking, sehingga mengelola waktu dan membuat prioritas adalah hal utama yang harus dilakukan.

Ini didukung dari hasil riset Universitas Utah yang mengklaim hanya 2% manusia yang sukses bisa melakukan multitasking, sedang 98% adalah kebalikannya. Multitasking justru mengganggu fokus dan menghilangkan efisiensi karena harus berganti projek serta topik bahasan.

Kesalahan multitasking tak hanya terjadi saat tugas besar. Bahkan tugas mudah seperti membalas email atau mengangkat telepon tak bisa dilakukan 100% jika konsentrasi terpecah. American Express menyebut multitasking justru memperlambat kinerja hingga 30% lebih lama.

 

2. Buat Prioritas

Tak semua karyawan yang berada di bawah tekanan kerja mampu menyelesaikan semua tugas yang dibebankan secara bersamaan. Itu sebabnya, tiap karyawan dituntuk untuk membuat prioritas dan menyelesaikan tugas sesuai dengan urutan kepentingannya.

Misalnya, selesaikan dulu tugas yang bersifat penting dan mendesak, alih-alih menggarap tugas penting tapi tak terlalu mendesak. Baru kemudian kerjakan tugas mendesak tapi tak penting. Klasfikasi semacam ini akan membantu mengurangi tekanan kerja yang datang melanda.

Prioritas akan membuat segalanya berjalan mudah, meski tetap tak ada yang benar-benar mudah di dunia kerja. Tekanan kerja berangsur hilang jika tugas yang bersifat penting dan mendesak bisa diselesaikan. Barulah prioritas dialihkan ke tugas yang bersifat kurang penting, apalagi mendesak.

 

3. Memecah Tugas

Mengelompokkan tugas berdasarkan kepetingannya bukan sesuatu yang sulit dilakukan, tapi seringnya diabaikan. Semisal mendapati dua tugas berskala besar, mudah saja merasa stress. Tapi jika mampu memecah tugas menjadi bagian lebih kecil, tugas akan lebih mudah dikelola.

Untuk tiap tugas yang didapat, pecah lalu tulis dalam daftar kelompok yang lebih kecil yang saling berhubungan. Laman Guardian menyebut bahwa memberi tanda silang pada daftar tugas akan memberi rasa nyaman pada otak daripada memberi ceklist sekali pada tugas besar.

Saat memecah tugas tugas besar menjadi lebih kecil, ini tak hanya akan menambah motivasi, tapi juga membantu fokus pada tugas tertentu yang butuh perhatian. Proses penyelesaian tugas akan menjadi lebih terkelola, dan ini jelas akan mengurangi rasa canggung yang bisa saja muncul.

 

4. Hindari Meratapi Kesalahan

Tiap individu pasti pernah melakukan kesalahan karena tekanan kerja yang tak kunjung henti, jadi tak perlu berkecil hati lalu meratapi kesalahan. Tak ada pribadi yang sempurna, dan dunia kerja banyak menawarkan kesalahan yang kadang tak bisa dihindari kemunculannya.

Bahkan karyawan dengan predikat terbaik tak akan luput kesalahan, meski sangat minor. Dan saat terjadi, wajar untuk merasa jatuh jika melakukan salah. Meski demikian, kesalahan apapun seharusnya tak ditanggapi serius. Ini adalah tentang apa yang bisa dipelajari dari kesalahan.

Untuk menambah motivasi, selalu ingat bahwa rekan kerja di kantor juga membuat kesalahan, dan mereka tetap bisa berkarir di kantor yang sama. Kesalahan hanya akan membantu meningkatkan aspek pengetahuan dan pembelajaran sehingga menambah pengalaman.

 

Baca Juga : Cara Menentukan Target Kerja Dengan Metode SMART

 

5. Membuka Komunikasi

Ada kalanya tekanan kerja yang muncul tak bisa diselesaikan dengan usaha sendiri. Saat situasi ini terjadi, coba buka komunikasi dengan rekan kerja untuk minta bantuan atau sekedar bertanya. Masalahnya, banyak karyawan yang menganggap hal ini kurang perlu.

Jika merasa bagian dari tim di tempat kerja, ada baiknya memanfaatkan bantuan guna menghindari kesalahan serius saat menerima tekanan kerja. Membuka komunikasi secara tak langsung bisa meningkatkan kemampuan indvidu dalam menangani suatu masalah. Komunikasi akan menambah keintiman antar rekan kerja, yang mana nantinya berguna untuk berbagi tugas sehingga berguna mengurangi tekanan kerja. Komunikas yang terbangun rapi akan menghadirkan suasana nyaman, yang selanjutnya dapat mamacu produktivitas.

 

Itulah 5 cara tepat agar tetap menjadi produktif meskipun  tekanan kerja  sedang melanda anda, Lakukan hal tersebut dengan baik dan benar agar anda tetap produktif dalam bekerja.