Bagaimana Cara HR Menghadapi Pandemi Covid-19 di Lingkungan Kerja?

Coronavirus atau sering juga disebut Covid-19 semakin merajalela di dunia, terutama di Indonesia. Virus ini pertama kali menyebar di wilayah Wuhan, Tiongkok dan membuat pemerintah Tiongkok memberlakukan kebijakan lockdown atau pembatasan akses masuk ke Wuhan. Per tanggal 27 Maret 2020, menurut Merdeka.com terdapat total 1.046 lebih orang dinyatakan positif Covid-19. Dunia bisnis Indonesia pun mulai terkena dampaknya. Banyak proses bisnis yang terganggu akibat Covid-19 yang menular dengan cepat.

 

Proses Penularan Covid-9

Persebaran Covid-19 yang sangat cepat ditularkan melalui droplet atau cairan yang keluar ketika penderita Covid-19 bersin dan batuk. Virus Covid-19 akan langsung menyebar kepada individu dengan sistem imun yang lemah dan mengalami masa inkubasi selama 14 hari dalam tubuh. Dalam 14 hari, korban infeksi Covid-9 akan mengalami batuk, pusing hingga kesulitan bernapas. Beberapa kasus ringan pada korban infeksi Covid-9 dapat sembuh. Namun, beberapa kasus berat lainnya menyebabkan sesak napas dan kerusakan paru-paru  yang berujung kematian. 

 

Cara HR Menghadapi Covid-19 di Lingkungan Kerja

Tentunya kesehatan dan keselamatan karyawan merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan. Dalam hal ini peran HRD sebagai divisi yang mengelola dan sering berinteraksi dengan sumber daya manusia perusahaan sangatlah besar. Untuk mencegah penularan yang lebih luas di antara karyawan dalam lingkungan kerja, HRD memberlakukan beberapa cara yang diterapkan dalam lingkungan perusahaan kerja dengan harapan persebaran Covid-19 semakin lambat dan tidak menginfeksi karyawan. 

 

 

1. Melarang karyawan sakit masuk kantor 

Gejala awal Covid-19 nyaris seperti flu biasa, yaitu flu dan bersin. Ketika karyawan sedang sakit, sistem imun tubuh mereka benar-benar lemah dan rentan untuk terinfeksi Covid-19. Karyawan harus benar-benar pulih hingga memungkinkan untuk bekerja dengan normal kembali. 

Apalagi gejala awal Covid-19 menyerupai flu. Beberapa penderita pada awalnya tidak mengetahui bahwa mereka telah terinfeksi Covid-19. Dikhawatirkan karyawan yang memiliki gejala ringan akan menulari karyawan lain. Jadi, sebaiknya perusahaan melarang karyawan sakit untuk masuk kerja dan menghimbau mereka untuk segera memeriksakan diri ke dokter untuk penanganan yang lebih lanjut. 

 

2. Memberi sosialisasi kepada karyawan mengenai Covid-19

Walau sudah diberitakan dimana-mana, tidak semua karyawan memahami apa sebenarnya Covid-19 dan cara penanggulangannya. HRD bisa memberikan sosialisasi kepada karyawan untuk meningkatkan awareness mengenai Covid-19. Materi mengenai sosialisasi langsung dilihat melalui laman resmi instansi terkait yang kompeten seperti WHO.  

Selain meningkatkan awareness, sosialisasi mengenai pencegahan Covid-19 juga membuat karyawan lebih tenang karena semakin memahami bagaimana tindakan pencegahan Covid-19 yang tepat. Karyawan pun bekerja lebih fokus tanpa ketakutan berlebihan mengenai Covid-19 sekaligus mampu mencegah penularan secara mandiri. 

 

3. Mengizinkan bekerja dari rumah

Sistem bekerja dari rumah sudah dilakukan oleh freelancer atau pekerja bebas ikatan sejak lama. Namun, bagi perusahaan yang membiasakan karyawan untuk bekerja datang ke kantor dari jam 09.00 – 17.00, perusahaan membutuhkan beberapa penyesuaian untuk bekerja dari rumah. 

 

Baca Juga: Tips Bekerja dari Rumah di Tengah Pandemi Virus Corona

 

Semua instruksi kerja dan rapat rutin baik antar divisi maupun atasan dan bawahan dilakukan secara online dan memanfaatkan beberapa aplikasi seperti email, Google Drive, Zoom, dan lainnya. Cara ini juga digunakan untuk menjaga operasional berjalan dengan baik meski terjadi wabah Covid-19. 

 

4. Memberlakukan sistem shift kerja

Seperti yang diketahui, persebaran Covid-19 sangatlah cepat. Pemerintah bahkan telah menghimbau kepada masyarakat untuk mengurangi kerumunan massa dan tidak keluar rumah kecuali urusan penting demi menghindari persebaran Covid-19. Karena dalam jarak dekat mudah sekali tertular, sebaiknya karyawan melakukan social distancing atau pembatasan interaksi sosial. 

 

Sayangnya, tidak semua perusahaan mampu untuk memberlakukan sistem bekerja dari rumah. Perusahaan yang tidak mampu memberlakukan sistem bekerja dari rumah biasanya adalah perusahaan jasa dan perbankan. Walau demikian, perusahaan bisa mencari alternatif lain memberlakukan sistem shift kerja. Shift kerja dilakukan untuk membatasi interaksi sosial antar karyawan sehingga karyawan yang masuk kedalam kantor tidak terlalu banyak. Pemberlakuan shift kerja dilakukan sesuai divisi atau tim tertentu yang terlibat sesuai dengan kesepakatan. 

 

Baca juga: Pembagian Shift Kerja Dan Peraturannya di Indonesia 

 

5. Memeriksa suhu setiap orang yang memasuki lingkungan kerja

Salah satu gejala penderita Covid-19 adalah memiliki suhu tubuh diatas 37 celcius. Terkadang beberapa orang tidak menyadari bahwa dirinya sedang sakit dan tetap memaksakan untuk tetap bepergian. Korea Selatan merupakan salah satu contoh negara yang mengalami penularan Covid-19 dengan kondisi seperti ini. Seseorang tetap bersikeras untuk memasuki area tertentu dalam kondisi tubuh demam. Akibatnya, Covid-19 pun menular dengan cepat.  

HRD sebaiknya bekerja sama dan berunding dengan pihak manajemen gedung untuk mengantisipasi hal ini. Bisa saja orang yang telah terinfeksi dan mengalami demam di atas suhu 37 celcius tetap nekat untuk masuk kantor. Memeriksa suhu setiap orang yang memasuki area kantor merupakan tindakan pencegahan orang yang tanpa sadar terinfeksi Covid-19 memasuki area kantor dan menyebarkannya ke karyawan lain. 

 

6. Menyemprotkan cairan desinfektan di lingkungan kerja

Virus Covid-19 dapat berada di mana saja termasuk lingkungan kerja. Menyemprotkan cairan desinfektan diharapkan akan mengurangi arus penyebaran virus, Sehingga karyawan yang memang tidak bisa mengerjakan pekerjaan dari rumah atau sedang berada dalam shift kerja tetap aman dari infeksi virus Covid-19. 

Di samping cara di atas, menjaga kesehatan tubuh sendiri merupakan hal yang berpengaruh besar. Cuci tangan ketika menyentuh tempat-tempat umum dan makan makanan sehat supaya kesehatan tubuh tetap stabil. Bekerja pun tetap aman dan fokus walau terjadi wabah Covid-19. 

HRD memiliki pengaruh besar dalam perusahaan menjaga situasi kerja dan proses bisnis perusahaan di tengah wabah Covid-19. Disamping itu, dengan melakukan tindakan pencegahan di atas, HRD turut serta membantu pemerintah untuk mengurangi dampak korban infeksi Covid-19.