efikasi diri

Self Efficacy (Efikasi Diri) & Manfaatnya Bagi Karyawan

Self-efficacy, atau keyakinan kita pada kemampuan kita sendiri untuk berhasil memainkan peran dalam cara kita berpikir, bagaimana kita bertindak, dan bagaimana perasaan kita tentang tempat kita di dunia,  juga menentukan tujuan apa yang kita pilih untuk dikejar, bagaimana kita mencapai tujuan tersebut serta bagaimana kita merefleksikan kinerja diri kita sendiri.

Kepercayaan merupakan sebuah keyakinan dari seorang individu yang ditampilkan pada apa yang dikatakan atau dilakukannya. Kepercayaan dapat menjelaskan bagaimana seorang individu dalam menilai (mengevaluasi) suatu kejadian yang kemudian akan disampaikan melalui tindakannya.

 

Pengertian Efikasi Diri Menurut Para Ahli

  • Efikasi Diri lebih mendekati pada kepercayaan seorang individu akan kemampuannya untuk sukses dalam melakukan sesuatu (Bandura, 1986)
  • Efikasi Diri  adalah kepercayaan diri seseorang atas kemampuannya dalam menguasai situasi dan menghasilkan sesuatu yang menguntungkan (Santrock, 2007) 
  • Efikasi Diri adalah hasil interaksi antara lingkungan eksternal, mekanisme penyesuaian diri serta kemampuan personal, pengalaman dan pendidikan (Niu, 2010) 
  • Efikasi Diri adalah kepercayaan seseorang atas kemampuannya sendiri (Stipek 2001, dalam Santrock, 2007)

Dari keempat pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa Self Efficacy (Efikasi Diri) adalah suatu kepercayaan (keyakinan) mengenai kemampuan dirinya dalam mengatur, melakukan sesuatu untuk mencapai suatu tujuan, menghasilkan sesuatu, dan mengimplementasi tindakan untuk mencapai kecakapan tertentu.

Efikasi Diri akan berdampak pada produktivitas kerja, tingkat stres, dan kesehatan mental karyawan karena dalam pekerjaannya banyak tuntutan yang harus mereka penuhi. Semakin rendahnya tingkat efikasi diri, berarti semakin tinggi tekanan yang dia rasakan. Hal inilah yang mempengaruhi kinerja seorang karyawan, karena terlalu banyaknya tekanan menyebabkan karyawan menjadi mudah sakit, mengalami gangguan tidur, dan lainnya.

Efikasi diri dalam kelompok akan mempengaruhi misi dan tujuan kelompok tersebut karena kekuatan komitmen dari anggota sangat mempengaruhi kinerja sebuah organisasi.

Efikasi Diri atau kepercayaan diri seseorang pada kemampuannya untuk melakukan tugas tertentu, telah dikorelasikan dengan kinerja di tempat kerja, kelelahan, pengalaman stres dan penyesuaian peran. Mengingat perannya yang sangat berpengaruh pada kinerja karyawan, penting bagi manajer untuk meningkatkan Efikasi Diri di tempat kerja.

 

Pengaruh Efikasi Diri & Kinerja

Menurut Alfred Bandura (psikolog dari Stanford University), Efikasi Diri mempengaruhi pembelajaran dan kinerja di tempat kerja dalam lima cara, yaitu :

1. Tujuan yang Dipilih Karyawan 

Efikasi Diri mempengaruhi pilihan karyawan, tingkat tantangan tujuan dan tingkat komitmen mereka terhadap tujuan yang dipilih.Karyawan dengan tingkat Efikasi Diri tinggi cenderung akan memilih tujuan yang menantang untuk diri mereka sendiri maupun sebaliknya.

 

2. Pembelajaran dan Upaya yang Dilakukan Karyawan

Karyawan, baik dalam belajar, melakukan tugas, dan mengerahkan upaya secara konsisten menggunakan keyakinan diri mereka. Karyawan yang memiliki tingkat Efikasi Diri tinggi akan bekerja keras dalam belajar bagaimana melakukan tugas-tugas baru, karena mereka yakin akan berhasil.

 

3. Kegigihan dalam Melaksanakan Tugas Baru dan Sulit

Efikasi Diri mempengaruhi berapa lama karyawan akan bertahan ketika terlibat dengan tugas-tugas baru yang lebih menantang dan sulit. Karyawan dengan Efikasi Diri tinggi akan bertahan lebih lama dalam menghadapi tugas baru yang sulit karena mereka lebih percaya diri bahwa mereka akan belajar dan berhasil melaksanakan tugas tersebut.

 

4. Sikap Karyawan dalam Menghadapi Situasi Buruk

Efikasi Diri mempengaruhi bagaimana karyawan dalam menanggapi kegagalan. Karyawan yang memiliki Efikasi Diri tinggi akan lebih cepat pulih (bangkit) dari kegagalanyang dihadapi.

 

5. Tingkat Kecemasan dan Stres Ketika Terlibat dalam Tugas

Efikasi Diri mempengaruhi pengalaman fisiologis stres. Karyawan dengan tingkat Efikasi Diri tinggi jarang mengalami reaksi stres fisiologis ketika menghadapi tugas. Mereka cenderung menentukan tujuan yang menantang dan berkomitmen terhadap tujuan tersebut. 

 

Baca Juga: 7 Cara Efektif Menurunkan Stress Saat Kerja

 

Usaha yang penuh keyakinan tersebut menghasilkan prestasi pribadi, mengurangi stres, kecemasan, dan menurunkan kerentanan terhadap depresi. Dan nantinya akan mempengaruhi kinerja karyawan dalam melaksanakan tugas dan sejauh mana mereka bertahan dalam menghadapi tantangan.

 

Manfaat Efikasi Diri Bagi Karyawan

Berikut adalah beberapa manfaat bagi karyawan jika memiliki efikasi diri yang tinggi, diantaranya adalah :

  • Lebih giat, bersemangat, dan tekun dalam usaha yang dilakukannya untuk menguasai tantangan (Bandura, 1986)
  • Memiliki kecenderungan memilih tugas yang lebih sukar dan mengandung tantangan (Pervin & John, 1997).
  • Memiliki suasana hati lebih baik yang ditunjukkan dengan rendahnya tingkat kecemasan atau depresi ketika mengerjakan tugas (Pervin & John 1997).
  • Dapat menentukan usaha dan ketekunan, terutama dalam menghadapi hambatan dan pengalaman yang kurang menyenangkan (Compeau & Higgins, 1995)
  • Tidak merasa ragu dan takut bila dihadapkan pada tantangan baru yang sulit dalam pekerjaannya
  • Lebih berkomitmen pada pekerjaan
  • Lebih cepat pulih (bangkit) dari kegagalan dan kekecewaan
  • Tidak mudah menyerah dan putus asa dalam menghadapi suatu masalah

Karyawan dengan tingkat Efikasi Diri rendah akan merasa tidak yakin pada kemampuan dirinya dalam mengatasi tuntutan lingkungan tempat kerja, dan akan memandang kesulitan menjadi lebih hebat daripada yang sebenarnya. (Bandura, 1986)
Mereka meragukan kemampuan dirinya sendiri, sehingga mereka akan cenderung menghindari tugas-tugas yang sulit dan memandangnya sebagai ancaman. Tingkat aspirasinya rendah dan komitmen yang dimilikinya pun lemah dalam mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan.

Usaha yang dilakukan menurun dan lebih cepat menyerah saat menghadapi kesulitan maupun tantangan. Mereka terpaku pada kelemahan diri dan lambat (lama) bangkit dari kegagalan karena menganggap performa yang kurang sebagai kemampuan yang tidak memadai. Karyawan seperti ini mudah terkena stres dan depresi.

Efikasi Diri merupakan pengaruh paling sentral dan meresap pada pilihan dan tujuan yang ditetapkan karyawan untuk diri mereka sendiri. Efikasi Diri juga sangat berpengaruh pada pendekatan karyawan terhadap suatu tugas, motivasi untuk terlibat dalam tugas, tingkat upaya yang dilakukan, tingkat kegigihan ketika menghadapi tugas yang sulit dan kinerja karyawan pada tugas tersebut. Oleh karena itu, sangat penting bagi manajer perusahaan untuk meningkatkan Efikasi Diri pada karyawan dalam upaya untuk meningkatkan kinerja perusahaan.