Fakta Unik Hari buruh

Hari Buruh Sedunia diperingati setiap tanggal 1 Mei. Sejarahnya berasal dari awal abad 19, ketika para pekerja di Eropa Barat dan Amerika Serikat yang waktu itu dikenal sebagai pusat industri dan ekonomi dunia,memberikan perlawanan terhadap para pengusaha dan kaum kapitalis. Merasa diperlakukan dengan tidak layak, bekerja dengan upah minim, dan kondisi kerja yang buruk, para buruh menuntut perbaikan pendapatan dan kesejahteraan mereka. Keberhasilan gerakan ini merembet ke negara-negara lain dan akhirnya melahirkan Hari Buruh Sedunia.

 

Baca Artikel tentang ‘Asal-Usul Hari Buruh

 

Saat ini Hari Buruh juga diperingati di seluruh Indonesia, bahkan sudah ditetapkan sebagai hari libur nasional. Namun tidak banyak orang yang tahu fakta-fakta menarik di seputar peringatan ini. Ada yang menyedihkan dan kurang menyenangkan, namun ada juga yang lucu. Mari kita simak bersama.

 

Identik dengan Demonstrasi

Peringatan Hari Buruh di Indonesia identik dengan demonstrasi masal. Tanggal 1 Mei sering menjadi momok bagi pemerintah dan pengusaha karena para pekerja berduyun-duyun ke pusat pemerintahan lokal terutama Istana Negara untuk menyampaikan aspirasi mereka. Ribuan pekerja datang dari berbagai daerah untuk berdemonstrasi.

Ironi dari demonstrasi buruh ini adalah di saat mereka menuntut perbaikan penghasilan, kehadiran mereka malah menimbulkan dampak negatif seperti menimbulkan kemacetan, merusak fasilitas umum, dan meninggalkan banyak sampah di mana-mana.

Yang sering kali disampaikan oleh para buruh adalah menuntut kenaikan upah. Hal ini sangat berbeda dengan peringatan Hari Buruh di negara maju, di mana para pekerja biasanya meminta perbaikan kondisi dan kenyamanan kerja serta perlindungan asuransi yang lebih baik.

Menariknya, kenaikan upah buruh di Indonesia tidak diimbangi dengan kenaikan produktivitas. Dibandingkan dengan Vietnam misalnya, Indonesia memiliki standar upah minimum lebih tinggi namun pekerja Vietnam 1,5 kali lebih produktif daripada para pekerja Indonesia. Bahkan ILO – Organisasi Buruh Internasional dari PBB – menyatakan bahwa Indonesia adalah satu-satunya negara yang mengalami kenaikan upah buruh karena demonstrasi!

Model pengupahan buruh di Indonesia sering berubah dan tidak mencakup seluruh aspek penting seperti kebutuhan hidup layak, infasi, dan pertumbuhan ekonomi sehingga bisa memberatkan perusahaan yang memiliki banyak pekerja. Seperti di tahun 2002, di mana PT. Sony Indonesia sempat mengancam untuk memindahkan basis perusahaan ke Malaysia.

 

Hari Buruh Era Soeharto dan SBY

Fakta menarik lainnya adalah pengabaian dan penetapan Hari Buruh sebagai hari libur nasional. Di era Presiden Suharto, Hari Buruh atau May Day disamakan dengan konsep komunisme. Di tahun 2000 para buruh berdemonstrasi menuntut tanggal 1 Mei dijadikan hari buruh dan libur nasional. Walaupun mogok berlangsung selama seminggu, pemerintah tidak memenuhi tuntutan tersebut. Di tahun 2002 pemerintah menyatakan bahwa hari libur nasional sudah mencukupi sehingga tanggal 1 Mei tidak dimasukkan sebagai hari libur. Baru pada tahun 2013 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono secara resmi menetapkan tanggal 1 Mei sebagai hari libur nasional yang berlaku hingga sekarang.

Presiden SBY juga mempunyai kebiasaan unik seputar Hari Buruh. Beliau sering melakukan kegiatan kunjungan kerja ke daerah atau ke luar negeri menjelang tanggal 1 Mei. Mungkinkah ini aktivitas yang disengaja oleh Presiden demi menghindari demonstrasi besar-besaran yang selalu terjadi di ibukota dan memilih untuk melakukan tugas kenegaraan di tempat lain? Hanya beliau yang tahu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use theseHTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>