Gap Skill Analysis

Gap Skill Analysis: Fitur HR Software untuk Analisa Kesenjangan Skill

Keterampilan atau skill karyawan adalah kunci penting dari performa yang berkualitas. Skill yang baik menentukan output perusahaan. Semakin banyak dan mahir skill yang dikuasai, semakin baik pula kinerja karyawan. Namun, perkembangan perusahaan yang kian pesat juga membuat perusahaan membutuhkan berbagai keterampilan baru untuk menunjang segala perubahan yang ada. Untuk memahami perbedaan dan kesenjangan kinerja, dibutuhkan gap skill analysis. 

 

Sekilas Mengenai Gap Skill 

Skill atau keterampilan dibagi menjadi 2, yaitu soft skill dan hard skill. Soft skill mengacu kepada kepribadian yang mendukung kinerja karyawan, sedangkan hard skill mengacu kepada kemampuan atau wawasan untuk mengerjakan tugas tertentu. Keterampilan yang mumpuni menjadi indikator kinerja karyawan dan perkembangan perusahaan. 

Sayangnya, keterampilan terkini yang ada dalam perusahaan tak selalu mampu mengoptimalkan bisnis. Khususnya dalam hal persaingan dengan kompetitor, perusahaan harus memperbaharui kemampuan agar tidak tertinggal dari kompetitor. Kesenjangan antara kebutuhan dan kondisi keterampilan saat ini lebih dikenal dengan istilah gap skill. 

 

 

Mengapa Gap Skill Analysis Dibutuhkan? 

Cara paling sederhana untuk memahami gap skill adalah dengan mempertimbangkan perbedaan antara kinerja dan potensi perusahaan. Gap skill analysis adalah analisis mengenai perbedaan atau kesenjangan skill antara kebutuhan dan kondisi terkini. Hasil dari gap skill analysis adalah sebuah pemahaman mengenai seberapa baik karyawan dalam memenuhi target dan apa yang perusahaan butuhkan untuk membuat karyawan bekerja secara optimal. 

 

Baca Juga: Indikator Apa Saja yang Digunakan untuk Penilaian Kinerja Karyawan?

Gap skill analysis dibutuhkan untuk mengetahui bagaimana kondisi skill yang ada di perusahaan, kebutuhan terbaru, dan bagaimana cara menguasai keterampilan tersebut. Dengan wawasan tersebut, perusahaan juga dapat memahami kondisi di tengah kompetitor. Lalu perusahaan akan menentukan cara apa yang dapat digunakan untuk mengatasi kesenjangan tersebut, apakah dengan melakukan rekrutmen atau melatih karyawan lama. 

 

Tahapan Gap Skill Analysis

Analisis kesenjangan dapat dilakukan pada dua tingkat bersamaan: individu dan perusahaan. Artinya, selain membantu kinerja umum suatu perusahaan, gap skill analysis juga merupakan alat yang berguna untuk pengembangan pribadi setiap karyawan. Ada banyak langkah untuk memastikan gap skill analysis dilakukan secara menyeluruh dan menyediakan data yang paling perusahaan butuhkan. Tahapan-tahapan ini menjadi penentu bagaimana kemampuan perusahaan dalam memposisikan diri. Tahapan yang dimaksud antara lain: 

 

Buat Rencana

Penting untuk membuat rencana sebelum mengukur kemampuan kinerja perusahaan dan melakukan riset. Kembangkan strategi atau rencana yang mencakup keterampilan apa saja yang sekiranya akan dibutuhkan. Pendapat dari pihak manajerial sangat penting dalam hal Ini. 

 

Menentukan Tujuan

Rencana tak akan berarti tanpa tujuan. Untuk memahami kesenjangan dalam kinerja karyawan, perusahaan harus memahami bagaimana posisi perusahaan dalam persaingan bisnis dan menetapkan tujuan.  Sertakan detail yang terkait dengan tujuan ini, seperti keahlian khusus dan hasil yang harus karyawan miliki.

 

Riset Industri Masa Depan

Tidaklah cukup untuk membayangkan dimana perusahaan berada dalam satu dekade, perusahaan harus memahami perkembangan industri saat ini dan perkiraan yang terjadi di masa depan. Cari tahu pula keterampilan apa saja yang dibutuhkan di industri masa depan. Perusahaan dapat memulai riset dengan mengeksplorasi seperti apa keterampilan di masa depan serta beralihlah perspektif yang lebih mengglobal. 

 

Ukur Keterampilan Saat Ini

Langkah selanjutnya adalah melihat keterampilan apa yang dimiliki karyawan saat ini. Cara yang paling ampuh adalah dengan mengukur performa atau kinerja karyawan. Perusahaan dapat menggunakan data dari Key Performance Indicator terhadap tujuan umum perusahaan. Selain itu, coba lakukan self evaluation kepada karyawan agar karyawan juga terlibat dalam memahami perkembangan pekerjaan mereka. 

Mengetahui bagaimana karyawan dan manajer mengevaluasi perbedaan antara kinerja dan harapan masa depan dapat memberikan wawasan tentang hubungan di tempat kerja, yang mengarah ke strategi komunikasi yang lebih baik. HRD dapat memanfaatkan modul Performance management dalam Software HRD dari LinovHR untuk mengukur lengkap perkembangan kinerja karyawan. 

 

Analisis

Langkah yang terakhir adalah menganalisis dan mengidentifikasi kesenjangan yang ada antara hasil pengukuran kinerja terkini dengan riset industri masa depan. Apakah terdapat celah yang berbahaya dan bagaimana cara menyesuaikannya di masa depan? Kesenjangan ini dapat mendorong solusi dan menodong prioritas bisnis di masa depan. Selanjutnya keputusan ada di tangan manajerial dan HRD. 

Gap skill analysis adalah rincian keterampilan terkini dan keterampilan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan. Analisis tersebut dapat membantu perusahaan untuk membangun kesuksesan jangka panjang dan berkelanjutan. Keberadaan gap skill analysis tak bisa dipisahkan dari evaluasi kinerja. Dibutuhkan suatu sistem evaluasi kinerja dan manajemen performa yang sistematis untuk mewujudkan gap skill analysis yang valid. 

LinovHR dapat membantu perusahaan dalam pengelolaan karyawan termasuk dalam analisis skill karyawan. Hal ini karena LinovHR memiliki fitur Gap Analysis dalam modul Competency Management. Dengan fitur ini manajemen dapat melihat kompetensi yang perlu ditingkatkan untuk menunjang efektifitas kinerja karyawan.

Segera isi Form melalui tautan berikut ini ,LinovHR.COM/Get-Acount/ untuk mendapatkan akses Competency Management System LinovHR.