investasi jangka pendek

5 Jenis Investasi Jangka Pendek Untuk Karyawan Baru

Sebagai seorang karyawan baru, mendapatkan penghasilan lebih dengan berinvestasi merupakan hal yang lumrah. Begitu pula dengan investasi jangka pendek yang saat ini menjadi alternatif baru untuk menambah penghasilan dalam waktu yang cukup pendek.

Hal ini karena sebagai seorang karyawan baru rasanya sulit untuk meningkatkan penghasilannya dengan cara melakukan pekerjaan sampingan. Selain dari penghasilannya yang tergolong cukup minim, ditambah lagi masa depan pekerjaan yang tidak menentu. Alternatif untuk mendapat passive income adalah dengan investasi, baik itu dalam jangka pendek maupun jangka panjang dapat menjadi jawaban atas kegelisahan tersebut.

Lalu, apa saja jenis penanaman modal jangka pendek yang baik untuk karyawan baru? Sebelum masuk ke pembahasan inti, ada baiknya Anda memahami terlebih dahulu apa itu investasi serta tips melakukan investasi dalam jangka waktu pendek yang tepat. Untuk lebih jelasnya, lanjutkan membaca artikel ini hingga tuntas.

 

Baca juga: Buat Para Pemula, Ini Jenis Investasi Terbaik dengan Keuntungan Besar

 

Pengertian Investasi Jangka Pendek

Pada dasarnya investasi jangka pendek adalah aktivitas penanaman modal dalam suatu lembaga atau pihak yang dapat dicairkan dalam waktu tidak terlalu lama dengan harapan mendapatkan keuntungan. Rata-rata waktu yang diperlukan untuk berinvestasi dalam jangka waktu pendek kurang dari tiga tahun.

Meskipun demikian, jenis investasi ini tidak kalah menguntungkan jika dibandingkan dengan investasi jangka panjang. Selain itu, berinvestasi dalam jangka waktu pendek memiliki risiko yang lebih rendah dari investasi jangka panjang.

 

Untuk Apa Berinvestasi Jangka Pendek?

Mengapa seseorang harus melakukan investasi dengan jangka waktu yang pendek? Jawaban atas pertanyaan tersebut sebenarnya cukup mudah, yaitu sebagai tabungan untuk dana darurat. Apalagi menjadi seorang karyawan baru tentunya Anda belum mempunyai cukup simpanan yang dapat digunakan sewaktu-waktu dalam keadaan genting.

Anda juga tidak perlu khawatir akan dana yang ditanamkan dalam investasi jangka pendek. Selain dapat digunakan sebagai dana darurat, jenis investasi ini menawarkan fleksibilitas bagi investor untuk mencarikan sebagian modalnya menjadi uang tunai. Namun, di sisi lain manajer investasi juga membutuhkan waktu untuk mencairkan dana yang Anda ingin ambil.

Kemudian, berinvestasi dalam jangka pendek memungkinkan Anda mendapatkan keuntungan dalam waktu yang relatif lebih cepat. Keuntungan yang didapat tentunya tidak sebesar jika Anda berinvestasi jangka panjang dalam rentang waktu tertentu. Hal ini berkaitan dengan tingkat suku bunga yang diperoleh per tahunnya dari suatu investasi.

Secara keseluruhan dengan mengalokasikan sebagian dana untuk investasi dapat membantu Anda dalam mengelola keuangan lebih baik dan disiplin.

 

Tips berinvestasi jangka pendek

Pada kenyataannya untuk melakukan investasi tidak hanya sekedar memiliki dana dan menyalurkan dana ke suatu lembaga. Supaya tidak salah dalam berinvestasi, berikut tips melakukan investasi jangka pendek.

 

Menentukan tujuan investasi

Sebelum melakukan investasi secara langsung, pastinya Anda diharuskan menentukan tujuan dari rencana investasi tersebut. Apakah modal yang Anda tanamkan diperlukan untuk sekedar meningkatkan penghasilan, sebagai dana darurat, atau untuk kebutuhan lainnya.

Hal ini berguna sebagai penentu akan jenis dan instrumen investasi apa yang baik untuk Anda ambil ke depannya.

 

Memahami kemampuan instrumen investasi

Ketika Anda sudah mengetahui maksud dan tujuan Anda dalam berinvestasi, saatnya memahami produk investasi itu sendiri. Pahami betul instrumennya seperti risiko kerugian, bagaimana pengelolaan modalnya, status legalitasnya, siapa manajer investasinya, dan lain-lain.

 

Menentukan produk investasi yang tepat

Tidak semua produk investasi jangka pendek yang ada di pasaran tepat untuk Anda ambil. Produk investasi sebaiknya diselaraskan dengan kebutuhan dan tujuan Anda agar tidak salah pilih. Hal ini tentunya berguna untuk mengurangi risiko gagalnya investasi akibat pilihan yang tidak tepat.

 

Menggunakan strategi investasi

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, melakukan investasi tidak hanya persoalan menaruh sejumlah modal kepada lembaga atau pihak tertentu. Sebaliknya, melakukan investasi harus memperhatikan strategi dan cara yang tepat agar modal atau dana yang Anda tanamkan dapat membuahkan hasil yang maksimal.

Baca juga: Bagaimana Cara  Mengatur Keuangan yang Ideal?

 

Macam-macam investasi jangka pendek

Telah disebutkan bahwa memilih produk investasi yang tepat adalah hal yang sangat penting. Hal ini karena terdapat begitu banyak produk investasi yang ada di pasaran sehingga terkadang membuat calon investor kebingungan. Berikut ini contoh investasi jangka pendek yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan atau rencana Anda.

 

Rekening Tabungan

Rekening tabungan menjadi salah satu investasi dalam jangka pendek yang paling banyak dipilih masyarakat. Alasannya karena kemudahan serta keamanannya yang telah teruji. Rekening tabungan umumnya dimiliki oleh lembaga Bank atau lembaga keuangan lainnya.

Potensi keuntungan yang didapat biasanya berkisar 3,5% hingga 7% per tahun. Keuntungan tersebut bervariasi dalam setiap lembaga.

 

Reksa Dana Pasar Uang

Umumnya reksa dana digemari oleh investor pemula karena kemudahan serta prosesnya yang cepat. Bagi seorang karyawan baru yang memulai investasi, jenis investasi satu ini sangat cocok. Anda dapat memiliki keuntungan yang cukup besar dengan perbandingan risiko yang tidak terlalu besar.

Seluruh dana dalam reksa dana pasar uang dikelola seluruhnya di instrumen pasar uang, deposito berjangka atau obligasi oleh manajer investasi. Apalagi, Anda bisa memulai berinvestasi reksa dana mulai dari Rp 50.000.

 

Surat Utang Negara

Surat utang negara merupakan jenis investasi lain dalam waktu pendek yang pengelolaan modalnya dikelola oleh negara. Negara akan menerbitkan surat hutang kepada investor. Investasi jenis ini cukup menguntungkan dan aman karena pengelolaan dananya dijamin langsung oleh negara. Hasil keuntungan dari penanaman modal ini dibayarkan oleh negara dalam bentuk bunga.

 

Fintech Peer to Peer (P2P) Lending

Jenis investasi ini terbilang cukup baru di kalangan masyarakat. Caranya adalah investor cukup menanamkan sejumlah modal kepada suatu perusahaan yang bergerak di bidang fintech dengan imbalan hasil berupa suku bunga dengan total nilai tertentu,

Kisaran tenor dalam investasi ini mulai dari 6 bulan hingga 2 tahun. Menariknya, Anda dapat mulai berinvestasi dengan Rp 100 ribu saja lho.

 

Trading

Trading atau yang juga dikenal sebagai saham jangka pendek menawarkan keuntungan investasi jangka pendek yang cukup besar. Anda dapat berinvestasi hanya hitungan jam saja. Namun, sangat diperlukan perhitungan dan analisis yang akurat agar modal yang Anda tanamkan tidak hilang begitu saja.

Keuntungan dari trading bisa sangat besar dengan perbandingan risiko yang juga besar. Jadi, Anda sangat disarankan untuk mengetahui terlebih dahulu bagaimana cara menganalisis sejumlah emiten investasi secara akurat sebelum mencoba melakukan trading.

Baca juga: Sulit Merencanakan Keuangan? Mari Konsultasikan dengan Financial Advisor!

Demikianlah penjelasan ringkas tentang tips dan juga contoh investasi jangka pendek yang bagi karyawan baru. Sekarang Anda sudah memahami macam-macam investasi yang baik untuk dipilih serta melakukan investasi dengan menggunakan strateginya. Semoga artikel ini membantu bagi Anda yang ingin berinvestasi.