Sinking Fund adalah: Pengertian dan Perbedaannya dengan Dana Darurat

.

Newslater

Newsletter

Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini :

sinking fund adalah
Isi Artikel

Pada dasarnya, sinking fund adalah salah satu jenis tabungan yang bertujuan untuk menyimpan uang. Pengertian sinking fund ini banyak disamakan dengan dana darurat, padahal keduanya berbeda. 

Perbedaan antara sinking fund dan dana darurat tersebut wajib untuk Anda ketahui agar bisa membantu pengelolaan uang. Pada ulasan berikut ini, LinovHR akan membantu Anda dalam menjabarkan perbedaan sinking fund dengan dana darurat. Simak ulasannya, ya!

 

Apa Itu Sinking Fund?

Walaupun banyak orang yang belum mengerti tentang istilah sinking fund, tetapi sebenarnya istilah tersebut sangat dekat dengan konsep menabung masyarakat. 

Sederhananya, sinking fund adalah dana khusus yang dipersiapkan untuk kebutuhan tertentu di masa mendatang. Dana khusus tersebut disiapkan untuk kebutuhan di masa depan dengan tujuan yang jelas. 

Contohnya seperti mempersiapkan dana untuk pensiun, menikah, memiliki anak, pendidikan anak, biaya rumah tangga dan lain-lain. Oleh sebab itu, setiap individu mengerahkan sinking fund dengan tujuan yang berbeda-beda, tergantung kebutuhannya masing-masing.

 

Perbedaan Sinking Fund dengan Dana Darurat

Perbedaan yang paling mendasar dari istilah dana darurat dengan sinking fund adalah dari tujuan pengelolaan uang. Tujuan dari dana darurat adalah pengelolaan uang untuk tujuan yang mendesak atau tidak pasti, contohnya seperti dana kecelakaan, kesehatan, atau dana ketika Anda terkena PHK. 

Sementara itu, sinking fund merupakan dana yang sengaja disimpan untuk mempersiapkan kebutuhan khusus di masa mendatang, seperti contoh yang telah dijelaskan di atas.

Sinking fund dengan dana darurat memang sering kali disamakan, padahal keduanya memiliki perbedaan yang signifikan. Mengenai perbedaan sinking fund dengan dana darurat, berikut penjelasan perbedaannya secara teknis:

 

  1. Perbedaan Penggunaan

Perbedaan pertama adalah dari segi manfaat penggunaan. Jika Anda memiliki anggaran uang untuk kebutuhan mendesak, hal tersebut dinamakan dana darurat. Namun jika Anda ingin mengalokasikan dana untuk kebutuhan tertentu di masa mendatang, maka itu dinamakan dengan sinking fund.

 

  1. Perbedaan Jumlah

Perbedaan yang kedua adalah dari segi jumlahnya. Perhitungan dana darurat yang dikeluarkan biasanya 3 kali gaji yang dimiliki atau 3 kali dana pengeluaran dalam satu bulan.

Sementara, besaran dana yang dikeluarkan sinking fund ditentukan berdasarkan nominal yang sama dari tujuan yang ingin diwujudkan. Contohnya jika Anda ingin memiliki rumah pribadi dengan harga Rp1 miliar, maka sinking fund-nya persis seperti nominal harga rumah tersebut.

 

  1. Perbedaan Prioritas

Perbedaan yang terakhir adalah dari segi prioritasnya. Prioritas utama dalam perencanaan finansial adalah dana darurat. Hal ini menjadi penting karena dana darurat bersifat dana tak terduga. Kita tidak mengetahui akan hal apa yang akan terjadi nanti, oleh sebab itu menjadi prioritas utama.

Sedangkan, sinking fund sifatnya tidak mendesak. Sinking fund bisa dikumpulkan setelah alokasi dana darurat telah terpenuhi.

 

Apa Pentingnya Sinking Fund?

Setelah mengetahui pengertian dan perbedaan sinking fund dengan dana darurat, selanjutnya kita harus mengetahui pentingnya sinking fund dalam pengelolaan uang. Berikut penjelasannya:

 

  1. Menciptakan Finansial yang Sehat

Sinking fund dapat membantu Anda dalam menciptakan keuangan yang sehat. Alasannya karena Anda telah merencanakan kebutuhan apa saja yang ingin dicapai di masa mendatang.

 

  1. Mengurangi Utang

Meskipun batas utang yang dimiliki setiap individu adalah 30% dari penghasilan, membeli barang yang Anda butuhkan dengan berutang merupakan solusi yang kurang tepat. 

Dengan menyiapkan sinking fund, Anda dapat menghindari utang karena sudah memiliki perencanaan dana tersendiri.

 

Baca Juga: Pengertian BI Checking, Daftar Skor, dan Cara Membersihkannya

 

  1. Mencapai Kebebasan Finansial

Kebebasan finansial merupakan sebuah kondisi ketika individu bisa memenuhi kebutuhannya tanpa perlu mengkhawatirkan faktor keuangan. Jika menyiapkan sinking fund, Anda dapat memenuhi kebutuhan pribadi tanpa memikirkan faktor keuangan.

 

Cara Menentukan Nominal Sinking Fund

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, besaran nominal yang dikeluarkan sinking fund sama dengan tujuan yang ingin diwujudkan. Namun, rumus tersebut bukan rumus pasti. 

Setiap orang berhak untuk membuat rumus sinking fund sendiri berdasarkan penyesuaian kebutuhan yang dimiliki. Contohnya jika Anda ingin membeli rumah dengan estimasi harga Rp1 miliar, Anda harus menyesuaikan dengan penghasilan yang Anda miliki.

Sebut saja penghasilan Anda perbulan sejumlah 20 juta. Cara awal perhitungannya dengan mengetahui alokasi keuangan utama terlebih dahulu, setelah itu mengetahui besaran persentasenya, sisanya dianggarkan untuk sinking fund.

Jika alokasi gaji Anda yaitu dana kebutuhan pokok 30%, dana darurat 20%, investasi 10%, donasi 10%, dan sinking fund 30%, maka rumus sinking fund adalah 30% x penghasilan. Anda perlu menyisihkan 30% dari penghasilan untuk tujuan membeli rumah pribadi. Dengan demikian, penjumlahannya adalah 30% x Rp20 juta = Rp6 juta.

 

Baca Juga: Sulit Merencanakan Keuangan? Mari Konsultasi dengan Financial Advisor!

 

Cara yang Bisa Dilakukan Karyawan untuk Mengumpulkan Sinking Fund

Sebagai seorang karyawan, sinking fund perlu dikumpulkan agar perencanaan keuangan semakin matang dan sehat. Berikut adalah cara yang bisa dilakukan karyawan untuk mengumpulkan sinking fund, antara lain:

 

  1. Menentukan Tujuan Sinking Fund

Cara pertama adalah menentukan kebutuhan apa saja yang ingin Anda capai. Anda dapat memilih kebutuhan yang ingin dicapai dalam waktu dekat hingga jangka panjang. Tidak menutup kemungkinan juga bila kita perlu menyiapkan beberapa sinking fund sekaligus dalam waktu yang sama.

Dengan menentukan tujuan yang jelas, motivasi untuk mengumpulkan sinking fund akan bangkit sehingga Anda pun bisa semakin semangat bekerja.

 

  1. Membuka Rekening Khusus

Anda bisa mencoba untuk membuka rekening khusus untuk dana sinking fund agar dana sinking fund yang telah dikumpulkan tidak tercampur dengan dana lainnya. Alasannya adalah untuk meminimalisir kemungkinan penggunaan dana sinking fund yang terpakai untuk kebutuhan lain. 

 

  1. Menambah Penghasilan

Cara yang ketiga adalah dengan menambahkan penghasilan tiap bulannya. Sebagai seorang karyawan yang memiliki penghasilan tetap di setiap bulannya, rasanya membutuhkan waktu yang lama untuk memenuhi sebuah kebutuhan.

Apalagi jika kebutuhan yang ada memerlukan uang yang tidak sedikit. Menambah penghasilan bagi karyawan merupakan salah satu solusi terbaik untuk menambah dana sinking fund

Ada beberapa cara untuk menambah penghasilan bagi karyawan, contohnya dengan kerja freelance, membuka usaha, atau melakukan investasi.

 

  1. Menentukan Target Jumlah Sinking Fund

Langkah selanjutnya adalah menetapkan target jumlah sinking fund agar nantinya perencanaan dana yang terkumpul bisa akurat dan sesuai dengan estimasi harga kebutuhan.

Dengan demikian, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya ekstra pada saat akan membeli kebutuhan yang telah dicita-citakan.

 

  1. Tetapkan Jumlah Uang yang Ingin Disisihkan tiap Bulan

Langkah yang terakhir adalah menetapkan jumlah uang yang ingin disisihkan dengan rutin. Perhitungan uang tabungan bisa disesuaikan dengan penghasilan yang didapatkan. 

Misalnya, Anda memiliki gaji Rp5 juta per bulan dan memiliki keinginan untuk membeli laptop seharga Rp10 juta.  Alokasi dana yang disisihkan dari penghasilan setidaknya Rp500 ribu selama 20 bulan atau Rp1 juta selama 10 bulan tergantung dari persentase kebutuhan dan penghasilan masing masing.

 

Pada kesimpulannya, sinking fund adalah cara menabung yang cukup efektif untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan di masa mendatang. Seorang karyawan perlu mengumpulkan sinking fund untuk meminimalisir penggunaan utang dalam memenuhi kebutuhan.

Demikian artikel tentang perbedaan sinking fund dan dana darurat. Semoga artikel ini dapat membantu Anda dalam pengelolaan uang. Terima kasih telah membaca.

Tentang Penulis

Picture of Sasa Karyono
Sasa Karyono

SEO specialist yang mengombinasikan antara pengoptimasian situs web dan membagikan wawasan HRD melalui artikel lengkap dan menarik. Follow her on Linkedin.

Bagikan Artikel Ini :

Related Articles

Newslater

Newsletter

Tentang Penulis

Picture of Sasa Karyono
Sasa Karyono

SEO specialist yang mengombinasikan antara pengoptimasian situs web dan membagikan wawasan HRD melalui artikel lengkap dan menarik. Follow her on Linkedin.

Artikel Terbaru

Telusuri informasi dan solusi HR di sini!

Subscribe newsletter LinovHR sekarang, ikuti perkembangan tren HR dan dunia kerja terkini agar jadi yang terdepan di industri

Newsletter