job rotation

Job Rotation: Kelebihan, Kekurangan dan Tahapannya

HRD adalah divisi yang bertanggung jawab mengelola kinerja karyawan melalui berbagai cara. Salah satunya dengan job rotation. Istilah job rotation tidak begitu asing bagi para praktisi HRD. Penggunaannya digunakan untuk mengembangkan kemampuan karyawan. Mau tau lebih lengkap, Simak pembahasan job rotation berikut ini!  

 

Apa itu Job Rotation? 

Job rotation atau rotasi pekerjaan adalah sebuah strategi di mana karyawan akan mengerjakan pekerjaan lain atau tugas yang berbeda dan belum pernah dikerjakan sebelumnya. Rotasi pekerjaan cocok bagi karyawan baru yang belum mempunyai banyak skill. 

Diharapkan dengan mempelajari beberapa keterampilan secara bergantian, karyawan dapat mempelajari dan menggali kemampuan utamanya. Karyawan juga mendapat tanggung jawab baru yang akan sangat berguna bagi perkembangan karir karyawan.  Dengan begitu karyawan semakin terlibat dengan proses peningkatan produktivitas perusahaan.

Meskipun dapat bermanfaat untuk pengembangan skill karyawan. Job Rotation juga memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan, Berikut ini kelebihan dan kekurangannya :

 

hris

Kelebihan Job Rotation

1. Mengurangi Rasa Bosan

Karyawan sering kali merasa bosan jika mengerjakan pekerjaan yang itu-itu saja. Menurut survei yang dilakukan oleh Gallup, hanya sekitar 32% pekerja yang merasa “terhubung” dengan pekerjaannya. Rasa bosan dan engagement yang kurang dapat berimbas pada penurunan kualitas pekerjaan. 

Rotasi kerja dan menambah tanggung jawab karyawan memang tidak langsung membuat karyawan lebih produktif. Namun dengan rotasi kerja, karyawan dapat mempelajari hal baru dalam perusahaan yang akan membantu mengatasi rasa bosan. 

 

2. Mendorong Pengembangan Keterampilan 

Memiliki strategi rotasi pekerjaan membantu karyawan mengembangkan keterampilan mereka. Dengan mempelajari lebih banyak keterampilan, karyawan akan merasa lebih dihargai dalam perusahaan. Karyawan pun lebih memilih untuk berkontribusi dalam perusahaan, sehingga akan berpengaruh terhadap meningkatnya retensi karyawan

 

3. Membantu Identifikasi Karyawan Terbaik

Strategi rotasi pekerjaan dapat menunjukkan kekuatan dan kelemahan karyawan. Perusahaan dapat melihat bagaimana karyawan menangani pekerjaan dengan tantangan yang berbeda. Maka akan terlihat karyawan terbaik untuk posisi tertentu.  Identifikasi karyawan terbaik juga dapat membantu proses pemetaan kompetensi karyawan. 

 

Baca Juga: 7 Strategi Efektif dalam Sistem Reward & Punishment

 

4. Cadangan Karyawan Resign

Sering kali karyawan mengajukan resign dan meninggalkan posisi kosong. Kekosongan posisi tersebut dapat menghambat operasional perusahaan. Dengan rotasi kerja, karyawan setidaknya dapat memahami jenis-jenis pekerjaan yang ada dalam perusahaan. 

Saat posisi kosong ditinggalkan oleh karyawan resign, karyawan yang telah mengikuti rotasi kerja dapat mengisi sementara posisi yang kosong tersebut sampai perusahaan mendapatkan kandidat yang tepat. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan jika karyawan tersebut bisa mengisi posisi kosong yang ada. 

 

Kekurangan Job Rotation

Walau bertujuan utama untuk membantu perkembangan perusahaan dan karyawan serta hasil implementasinya cukup menjanjikan, job rotation memiliki beberapa kekurangan. Adapun kekurangan yang dimaksud: 

 

1. Memakan Waktu dan Biaya

Saat perusahaan memindahkan karyawan ke posisi baru, karyawan butuh waktu untuk belajar. Karyawan mungkin membutuhkan pelatihan untuk melakukan pekerjaan baru. Tentu saja biaya untuk mengadakan pelatihan tidak sedikit dan membutuhkan waktu lama. 

 

2. Kepuasan Karyawan Menurun

Tidak semua karyawan yang mengikuti rotasi kerja merasa senang. Beberapa karyawan cenderung merasa nyaman di posisinya saat ini. Rotasi kerja akan mengubah beberapa hal dalam pekerjaan karyawan. Terkadang perubahan ini akan mempengaruhi kepuasan kerja karyawan. 

 

3. Tidak Cocok di Semua Industri

Rotasi pekerjaan tidak realistis untuk beberapa industri dan posisi. Sebab, beberapa posisi harus diisi oleh orang yang ahli dan berpengalaman tinggi. Maka dari itulah penting untuk mempertimbangkan dengan matang apakah rotasi kerja cocok di perusahaan atau tidak. 

 

4. Berpotensi Mengganggu Bisnis

Salah satu kelemahan rotasi pekerjaan yang terakhir adalah dapat berpotensi merusak bisnis. Karena karyawan sedang mempelajari keterampilan baru, mungkin ada beberapa kesalahan.  Jika operasi tidak berjalan mulus, hal ini akan mengganggu bisnis perusahaan. Dengan demikian, HRD harus mempertimbangkan bagaimana rotasi pekerjaan dapat membantu bisnis atau malah mengganggu operasional. 

 

Baca Juga: 4 Hambatan yang Dihadapi Perusahaan dalam Pengambilan Keputusan

 

Tahapan Job Rotation

HRD tidak boleh sembarangan dalam menerapkan job rotation. Ada beberapa hal yang harus dilewati. Tahapan tersebut antara lain:  

 

Menanyakan Ketersediaan Karyawan

Penerapan job rotation untuk karyawan tertentu harus mendapatkan persetujuan dari karyawan. Hal ini berguna untuk menghindari keterpaksaan yang berdampak pada penurunan kinerja. Jika karyawan setuju, maka rotasi kerja siap dilaksanakan. 

 

Tes Kemampuan Karyawan

Walau berguna untuk meningkatkan kemampuan karyawan, job rotation harus tetap dimulai dengan tes kemampuan. Tes ini berguna untuk mengetahui seberapa besar kemampuan karyawan agar penerapan tugas baru dapat disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan karyawan. 

 

Training

Melakukan training atau pelatihan selama job rotation berguna agar karyawan mampu belajar dan beradaptasi dengan tugas baru. Training akan lebih tepat sasaran jika dirancang dengan matang dan detail. Oleh karena itu, HRD dapat memanfaatkan modul learning and development melalui Software HRD LinovHR agar pelatihan berjalan lancar. 

 

Undang LinovHR Melakukan Demo Software HRD Ke Kantor Anda Lewat Sini

 

Monitoring Kinerja

Monitoring kinerja berguna untuk mengetahui seberapa jauh perkembangan karyawan selama mengikuti program. Bila karyawan terlihat cocok dan mampu beradaptasi di posisi baru, maka HRD bisa mempertimbangkan karyawan mengisi posisi lain yang dapat menunjukkan keunggulan karyawan. Namun jika tidak, HRD dapat mengembalikan karyawan ke posisi semula. 

 

Meminta Persetujuan Karyawan Untuk Posisi Baru

HRD perlu menanyakan persetujuan dari karyawan apakah karyawan tersebut bersedia untuk menempati posisi baru atau ingin kembali ke posisi lama. Sebab, tidak semua karyawan bersedia dirotasi meskipun menunjukkan kinerja yang baik di posisi baru dengan tanggung jawab berbeda.

 

Kesimpulan

Dengan penjelasan singkat di atas, dapat disimpulkan bahwa job rotation memiliki sisi negatif dan positif. Untuk menerapkan job rotation tidak boleh sembarangan. HRD perlu menganalisis kondisi perusahaan lebih mendalam, merancang program pelatihan untuk mendukung rotasi, dan melibatkan karyawan.

LinovHR melalui modul learning and development dapat membantu penyusunan program job rotation lebih sistematis. Semua materi yang harus dikuasai dan tugas baru karyawan dapat disimpan dengan aman dalam cloud based server. Untuk informasi selengkapnya, hubungi LinovHR sekarang juga!