lapor spt online

Batas Akhir 31 Maret! Begini Cara Lapor SPT Online Pajak Penghasilan

Lapor SPT online maupun manual sudah tak asing di antara wajib pajak. Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) adalah surat wajib yang harus dilaporkan tiap individu wajib pajak mengenai pajak tahunan mereka. Pengisian laporan SPT Pajak tiap periode tahun tertentu ditujukan kepada Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan. 

 

Sama seperti pada tahun sebelumnya, batas akhir pelaporan SPT adalah tanggal 31 Maret 2021. Dilansir dari djp.co.id, lapor SPT bisa dilakukan dengan berbagai cara yaitu secara langsung atau via online. Jika Anda memilih ingin melaporkan secara langsung, Anda bisa mengambil nomor antrian secara online sebelum mengunjungi kantor pajak. 

Lalu apakah Anda masih bingung cara lapor SPT secara online? Jangan khawatir! Kali ini, LinovHR akan memberikan tata cara dalam melaporkan SPT online baik yang sudah pernah maupun untuk yang pertama kali melapor.

Tapi sebelumnya, mari simak alasan kenapa Wajib Pajak (WP) harus lapor SPT.

 

Kenapa Sih Harus Lapor SPT? 

Memang pajak penghasilan biasanya dipotong langsung dari gaji. Kalau memang sudah dipotong otomatis, mengapa perlu dilaporkan lagi? Kan sudah ada data pajaknya?

Lapor SPT sebenarnya menjadi sarana untuk melaporkan dan mempertanggungjawabkan hitungan total pajak yang sebenarnya terutang. Fungsi ini mengacu  juga kepada pasal 3 ayat 1 Undang Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP).

Misalkan seorang karyawan memiliki penghasilan utama sebagai karyawan swasta dan gaji setiap bulannya sudah terpotong pajak. Karyawan tersebut juga memiliki usaha sampingan lain berupa pemilik kedai makan.  Nah, penghasilan sebagai pemilik kedai makan di luar penghasilan utama sebagai karyawan suatu perusahaan juga patut dikenai pajak dan harus dilaporkan pertanggungjawabannya. 

 

Baca Juga: Layanan Pajak Online di Indonesia

 

Kembali ke Daftar Content

payroll

Cara Lapor SPT Online Pajak Penghasilan

Dalam tata cara lapor SPT Online ini terbagi menjadi dua, yaitu bagi yang sudah pernah melakukan dan untuk yang pertama kali melaporkan SPT Pajak Penghasilan. Pertama akan disampaikan tata cara bagi yang sudah pernah melaporkan. Simaklah ulasan di bawah ini!

 

Cara Lapor SPT Online

Cara lapor SPT Online sebenarnya cukup sederhana. Wajib pajak pribadi cukup membuka perangkat komputer dan terhubung dengan jaringan internet. Kemudian, ikuti cara di bawah ini: 

  1. Buka browser dan kunjungi laman resmi DJP 
  2. Isi data dengan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) beserta password
  3. Pilih “E-Filing”, kemudian akan diarahkan ke laman “Daftar SPT”. Lalu pilih “Buat SPT” untuk menuju tahapan selanjutnya. Ada beberapa pertanyaan yang bertujuan untuk menentukan jenis formulir SPT, yaitu 1770, 1770-S, atau 1770-SS. Wajib pajak bisa memilih mengisi SPT dengan formulir atau pertanyaan panduan.
  4. Isi semua halaman sampai selesai. Lalu klik “disini” untuk meminta kode verifikasi. Kode verifikasi diberitahu melalui email.
  5. Selanjutnya klik “Kirim SPT”. Terakhir, simpan data SPT yang telah terisi dengan pilih “Simpan”.

 

Baca juga: Apa itu SPT Masa? Pengertian dan Cara Melaporkannya

 

Cara Lapor SPT Online Pajak Penghasilan Untuk Anda yang Pertama Kali

Bagi Anda yang baru pertama kali memasuki dunia kerja dan pertama kali harus melaporkan SPT Pajak Penghasilan, tidak usah khawatir dan simaklah tata cara berikut ini.

 

1. Siapkan EFIN

Untuk Anda yang pertama kali dan belum memiliki EFIN atau Electronic Filing Identification, Anda bisa mengaktifkannya melalui 2 cara yaitu secara online dan offline.

 

Cara Online
  • Download formulir pengajuan EFIN di www.pajak.go.id
  • Foto formulir yang sudah Anda isi secara lengkap
  • Anda akan diminta untuk selfie atau berfoto dengan memegang KTP dan NPWP. Perlu diperhatikan saat melakukan foto, nomor di KTP dan NPWP harus terlihat dengan jelas
  • Kirim pengajuan permohonan EFIN melalui email dengan menuliskan subjek ‘PERMINTAAN NOMOR EFIN’
  • Sertakan foto formulir permohonan EFIN dan juga foto Anda saat memegang KTP dan NPWP
  • Jika sudah selesai, Anda hanya tinggal menunggu karena EFIN sedang diproses oleh DJP. Anda juga bisa menghubungi KPP tempat Anda terdaftar untuk menanyakan permohonan nomor EFIN
  • Kalau sudah mendapatkan EFIN, Anda bisa mengaktifkannya melalui DJP Online
  • Setelah mengaktifkan EFIN, barulah Anda bisa melakukan registrasi di aplikasi DJP Online

 

Cara Offline
  • Download formulir pengajuan EFIN di www.pajak.go.id
  • Print formulir pengajuan
  • Isilah formulir secara lengkap sesuai dengan data diri Anda
  • Siapkan beberapa dokumen pelengkap, seperti: 
  1. formulir aktivasi EFIN
  2. Alamat email aktif
  3. KTP asli dan fotokopi (bagi WNI)
  4. Paspor asli dan fotokopi, Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) atau Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) (bagi WNA)
  5. NPWP asli dan fotokopi
  • Kunjungi Kantor Pelayanan Pelayanan Pajak (KPP), Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) terdekat. Perlu diingat saat mendatangi KPP atau KP2KP ini tidak bisa diwakilkan dengan orang lain.
  • Jika proses di atas sudah dilakukan, Anda akan mendapatkan EFIN
  • Lakukan pengaktifan nomor EFIN di halaman DJP Online

 

Setelah Anda sudah memiliki dan mengaktifkan EFIN, langkah selanjutnya adalah lapor SPT Tahunan Pajak Penghasilan.

 

Cara Lapor SPT Tahunan Online Pemula

Setelah mendapatkan EFIN, Anda bisa langsung lapor SPT. Untuk mengisi SPT tahunan online, berkas-berkas yang diperlukan antara lain adalah :

  • Siapkan bukti potong 1721 A1 untuk pegawai swasta dan bukti potong 1721 A2 untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS)
  • Bukti potong 1721 VII untuk pemotongan PPh 21 yang bersifat finansial
  • Bukti potong PPh 23 untuk penghasilan sewa selain bangunan atau tanah
  • Bukti potong PPh 4 ayat 2 untuk penghasilan sewa bangunan dan tanah
  • Daftar bukti penghasilan
  • Daftar harta meliputi buku tabungan, sertifikat tanah atau bangunan dan utang (rekening utang)
  • List tanggungan keluarga
  • Bukti pembayaran untuk zakat atau sumbangan lain

Setelah berkas atau dokumen pendukung sudah terkumpul, Anda bisa melakukan SPT Tahunan Online. Untuk lebih jelasnya, perhatikanlah tata cara berikut ini.

  1. Bukalah situs resmi DJP online di www.djponline.pajak.go.id atau efiling.pajak.go.id
  2. Masukan NPWP dan juga password yang sudah Anda buat saat melakukan registrasi akun DJP Online
  3. Setelah itu akan muncul kode pengaman atau ‘Captcha’, isilah kode tersebut dengan benar
  4. Klik ‘Log In’
  5. Jika sudah masuk, klik menu “e-filing’
  6. Lalu pilih ‘Buat SPT’
  7. Ikutilah panduan yang tertera dengan menjawab pertanyaan, pilihlah jawaban yang sesuai dengan keadaan Anda
  8. Di bagian paling akhir, jika Anda langsung ingin mengisi formulir, klik ‘dengan bentuk formulir’
  9. Jika Anda ingin dipandu, klik ‘dengan panduan’
  10. Jika sudah, klik tombol SPT 1770 S dengan formulir
  11. Terdapat 2 kolom yang harus Anda isi. 

 

Kolom pertama adalah tahun pajak, isilah sesuai dengan tahun saat melakukan lapor pajak. 

Kolom kedua status SPT. Jika Anda baru pertama kali melakukan lapor pajak, pilih status ‘Normal’. Jika Anda sudah pernah dan ingin melakukan perbaikan, pilih ‘Pembetulan ke-’ lalu isi di kolom pembetulan ke berapa.

  1. Klik ‘Berikutnya’
  2. Setelah itu, sistem akan mendeteksi apakah pelaporan pajak dilakukan oleh pihak ketiga atau pemberi kerja
  3. Jika data sudah benar, klik ‘Ya’
  4. Jika ingin menggabungkan bukti potong yang sudah diterima dari perusahaan, klik ‘Tidak’ dengan mengisi di bagian A lampiran penghasilan finansial
  5. Jika terdapat bukti potong yang belum masuk, klik ‘Tambah’ lalu isilah data yang seharusnya diisi
  6. Di bagian B, isilah data harta yang Anda miliki. Anda bisa menggunakan data penghasilan yang sudah dilaporkan tahun lalu atau melakukan pembaharuan jika ada penambahan
  7. Di bagian C, Anda bisa mengisi utang pada akhir tahun lalu. Klik ‘Tambah’ jika ingin menambahkan utang baru
  8. Di bagian D, isilah susunan anggota keluarga
  9. Di lampiran 1 bagian A, Anda bisa mengisi penghasilan neto dalam negeri yang buka berupa bunga, royalti, sewa, dan lain-lain
  10. Lampiran 1 bagian B, isi dengan penghasilan yang bukan termasuk objek pajak
  11. Lampiran 1 bagian C, isi dengan daftar pemotongan atau pungutan PPh dari bukti potong yang didapatkan di tempat kerja Anda
  12. Data yang harus diisi antara lain jenis pajak, NPWP pemotongan pajak (NPWP Perusahaan), nomor bukti potong, tanggal saat bukti pemotongan, dan jumlah PPh yang telah dipotong
  13. Setelah itu, klik ‘Langkah Berikutnya’
  14. Di kolom identitas, isilah status perkawinan, status kewajiban pajak, serta NPWP suami/istri
  15. Di bagian A penghasilan neto, isi dengan penghasilan neto dalam negeri yang berhubungan dengan pekerjaan, penghasilan neto dalam negeri lainnya, serta penghasilan neto luar negeri
  16. Jika Anda membayar zakat di lembaga resmi, isilah jumlah uang sesuai yang dikeluarkan
  17. Di bagian B, isi dengan status perkawinan dan jumlah tanggungan
  18. Di bagian C ini hanya berlaku jika Anda mendapatkan penghasilan dari luar negeri
  19. Di bagian D jika Anda pernah membayar angsuran PPh 25
  20. Di bagian E, Anda akan mengetahui apakah status SPT nihil, kurang bayar, atau lebih bayar
  21. Jika status nihil, lanjutkan pengisian di ‘Lanjut E’
  22. Jika status kurang bayar, akan muncul pertanyaan lanjutan
  23. Jika status belum bayar, pilih belum. Nanti Anda akan diarahkan ke e-billing
  24. Kalau sudah selesai, klik ‘setuju’ jika data yang Anda isi sudah sesuai
  25. Ambilah kode verifikasi yang telah dikirim melalui alamat email Anda
  26. Salinlah kode tersebut, lalu buka di halaman lain
  27. Terakhir, klik ‘kirim SPT’

 

Cepat dan singkat, kan? Dengan layanan lapor SPT online ini, wajib pajak  bisa melakukan lapor SPT saat malam hari dan hari Minggu sekalipun. Jika masih bingung, DJP juga memiliki akun Twitter official yang siap untuk melayani pertanyaan wajib pajak jika mempunyai beberapa pertanyaan saat hendak lapor SPT online. 

 

Kembali ke Daftar Content

Sanksi Terlambat Lapor SPT Pajak Penghasilan

Ada denda dan sanksi yang dapat menjerat wajib pajak jika mereka terlambat lapor SPT.  Denda dan sanksi tersebut diatur dalam pasal 7 UU 28 Tahun 2007 tentang Perubahan Ketiga Atas UU Nomor 6 tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP). Sudah jelas diperpanjang, masih telat lapor SPT juga? Bagaimana denda dan sanksinya?

Sanksi bagi wajib pajak pribadi yang terlambat melapor SPT adalah Rp 100.000,00. Namun, ada beberapa wajib pajak yang diberi pertangguhan jika terlambat lapor SPT. Golongan wajib pajak tersebut adalah:

  1. Orang meninggal
  2. Orang yang tak lagi memiliki pekerjaan atau usaha
  3. Warga negara asing yang sudah tak tinggal di Indonesia
  4. Orang yang mengalami musibah bencana yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan
  5. Orang yang mengalami kerusuhan massal, terorisme, perang, yang mengakibatkan kegagalan sistem komputer administrasi penerimaan pajak negara. 

Jadi, jika seorang wajib pajak tak mengalami beberapa hal di atas, tak ada lagi alasan untuk terlambat lapor SPT. 

 

Baca Juga: Karyawan terinfeksi Virus Corona? Inilah yang Sebaiknya Dilakukan HR!

 

 Kembali ke Daftar Content

Manfaat Pembayaran Pajak Penghasilan

“Sudah harus bayar dan dipotong dari gaji, harus lapor pula. Memangnya apa manfaat pembayaran pajak?”

Eits, jangan salah! Membayar pajak memiliki beberapa manfaat demi kepentingan masyarakat bersama. Apa saja manfaat yang dinikmati saat melakukan pembayaran pajak secara teratur? 

 

1. Turut Membangun Infrastruktur dan Fasilitas Umum

Dana yang dikumpulkan dari pembayaran pajak akan dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum, khususnya bagi wilayah tertinggal dan sulit dijangkau. Pemerataan kesejahteraan masyarakat seluruh Indonesia pun ikut terjamin berkat pembayaran pajak. 

 

2.  Keamanan dan Ketertiban

Indonesia merupakan salah satu negara terbesar dengan wilayah yang patut dijaga ketat. Sebagian dana dari pajak akan dialokasikan untuk pengadaan alutsista militer. Dengan demikian, angkatan militer Indonesia memiliki perisai yang kuat untuk melindungi negara baik di darat, udara, dan laut. 

 

3. Pengembangan Pendidikan

Seperti yang diketahui, pendidikan di Indonesia disubsidi melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Beasiswa Bidik Misi dan Bantuan Operasional (BOS) untuk pelajar yang kurang mampu. Hasil dari pajak akan digunakan untuk mendukung biaya subsidi pendidikan. Sehingga, pajak yang wajib pajak bayarkan dapat membantu pemerataan pendidikan. 

 

4. Pembangunan Transportasi Umum

Munculnya transportasi umum yang layak dan aman dan digunakan setiap harinya oleh masyarakat juga dibantu banyak oleh pajak. Tarif yang ditetapkan oleh transportasi umum tersebut pun menjadi lebih terjangkau. Jadi, kemacetan dapat terurai karena semua masyarakat dapat menikmati transportasi murah dan layak berkat pembayaran pajak.

 

Sudah tak ada lagi alasan untuk menunda melakukan lapor SPT online. Sudah mudah, cepat, dapat dilakukan di mana saja, dan bermanfaat bagi masyarakat bersama pula! Yuk, segera lapor SPT online pajak penghasilan!  Sesuai slogan, orang bijak taat bayar pajak.