lapor spt online

Lapor SPT Online Pajak Penghasilan Diperpanjang! Begini cara Lapor nya

Lapor SPT online maupun manual sudah tak asing di antara wajib pajak. Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) adalah surat wajib yang harus dilaporkan tiap individu wajib pajak mengenai pajak tahunan mereka. Pengisian laporan SPT Pajak tiap periode tahun tertentu ditujukan kepada Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan. Untuk pelaporan SPT periode 2019 dapat dilakukan pada tahun 2020 saat ini. Batas tenggat pelaporan SPT periode 2019 sendiri sudah berlalu, yaitu pada 31 Maret 2020.

Sayangnya, pelaporan SPT tahun ini tidak begitu maksimal. Dikutip dari Liputan 6.com, tercatat per 31 Maret 2020 8,75 juta wajib pajak telah melaporkan SPT. Total jumlah ini cukup rendah jika dibandingkan dengan tahun lalu sebanyak 11,0 juta wajib pajak. Dicurigai penurunan wajib pajak ini disebabkan oleh wabah Covid-19 yang sedang menghebohkan Indonesia. Berkaitan dengan fenomena ini, DJP selaku pihak terkait memutuskan untuk memperpanjang tenggat waktu pelaporan SPT menjadi 30 April 2020. 

Fenomena wabah  Covid-19 tentunya menyebabkan pembatasan interaksi fisik antar masyarakat yang membuat masyarakat dan kantor DJP daerah sendiri kesulitan untuk melakukan kegiatan pelaporan dan penerimaan SPT. Alternatif yang dapat dilakukan wajib pajak ketika belum melakukan kewajiban lapor SPT adalah dengan melakukan lapor SPT online. Sudah paham dan tahu caranya, belum? 

 

Kenapa Sih Harus Lapor SPT? 

Memang pajak penghasilan biasanya dipotong langsung dari gaji. Kalau memang sudah dipotong otomatis, mengapa perlu dilaporkan lagi? Kan sudah ada data pajaknya?

Lapor SPT sebenarnya menjadi sarana untuk melaporkan dan mempertanggungjawabkan hitungan total pajak yang sebenarnya terutang. Fungsi ini mengacu  juga kepada pasal 3 ayat 1 Undang Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP).

Misalkan seorang karyawan memiliki penghasilan utama sebagai karyawan swasta dan gaji setiap bulannya sudah terpotong pajak. Karyawan tersebut juga memiliki usaha sampingan lain berupa pemilik kedai makan.  Nah, penghasilan sebagai pemilik kedai makan di luar penghasilan utama sebagai karyawan suatu perusahaan juga patut dikenai pajak dan harus dilaporkan pertanggungjawabannya. 

 

Baca Juga: Layanan Pajak Online di Indonesia

 

Cara Lapor SPT Online Pajak Penghasilan

Cara lapor SPT Online sebenarnya cukup sederhana. Wajib pajak pribadi cukup membuka perangkat komputer dan terhubung dengan jaringan internet. Kemudian, ikuti cara di bawah ini: 

  1. Buka browser dan kunjungi laman resmi DJP 
  2. Isi data dengan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) beserta password
  3. Pilih “E-Filing”, kemudian akan diarahkan ke laman “Daftar SPT”. Lalu pilih “Buat SPT” untuk menuju tahapan selanjutnya. Ada beberapa pertanyaan yang bertujuan untuk menentukan jenis formulir SPT, yaitu 1770, 1770-S, atau 1770-SS. Wajib pajak bisa memilih mengisi SPT dengan formulir atau pertanyaan panduan.
  4. Isi semua halaman sampai selesai. Lalu klik “disini” untuk meminta kode verifikasi. Kode verifikasi diberitahu melalui email.
  5. Selanjutnya klik “Kirim SPT”. Terakhir, simpan data SPT yang telah terisi dengan pilih “Simpan”.

Cepat dan singkat, kan? Dengan layanan lapor SPT online ini, wajib pajak  bisa melakukan lapor SPT saat malam hari dan hari Minggu sekalipun. Jika masih bingung, DJP juga memiliki akun Twitter official yang siap untuk melayani pertanyaan wajib pajak jika mempunyai beberapa pertanyaan saat hendak lapor SPT online. 

 

Sanksi Terlambat Lapor SPT Pajak Penghasilan

Ada denda dan sanksi yang dapat menjerat wajib pajak jika mereka terlambat lapor SPT.  Denda dan sanksi tersebut diatur dalam pasal 7 UU 28 Tahun 2007 tentang Perubahan Ketiga Atas UU Nomor 6 tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP). Sudah jelas diperpanjang, masih telat lapor SPT juga? Bagaimana denda dan sanksinya?

Sanksi bagi wajib pajak pribadi yang terlambat melapor SPT adalah Rp 100.000,00. Namun, ada beberapa wajib pajak yang diberi pertangguhan jika terlambat lapor SPT. Golongan wajib pajak tersebut adalah:

  1. Orang meninggal
  2. Orang yang tak lagi memiliki pekerjaan atau usaha
  3. Warga negara asing yang sudah tak tinggal di Indonesia
  4. Orang yang mengalami musibah bencana yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan
  5. Orang yang mengalami kerusuhan massal, terorisme, perang, yang mengakibatkan kegagalan sistem komputer administrasi penerimaan pajak negara. 

Jadi, jika seorang wajib pajak tak mengalami beberapa hal di atas, tak ada lagi alasan untuk terlambat lapor SPT. 

 

Baca Juga: Karyawan terinfeksi Virus Corona? Inilah yang Sebaiknya Dilakukan HR!

 

Manfaat Pembayaran Pajak Penghasilan

“Sudah harus bayar dan dipotong dari gaji, harus lapor pula. Memangnya apa manfaat pembayaran pajak?”

Eits, jangan salah! Membayar pajak memiliki beberapa manfaat demi kepentingan masyarakat bersama. Apa saja manfaat yang dinikmati saat melakukan pembayaran pajak secara teratur? 

 

  1. Turut Membangun Infrastruktur dan Fasilitas Umum

Dana yang dikumpulkan dari pembayaran pajak akan dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum, khususnya bagi wilayah tertinggal dan sulit dijangkau. Pemerataan kesejahteraan masyarakat seluruh Indonesia pun ikut terjamin berkat pembayaran pajak. 

 

  1. Keamanan dan Ketertiban

Indonesia merupakan salah satu negara terbesar dengan wilayah yang patut dijaga ketat. Sebagian dana dari pajak akan dialokasikan untuk pengadaan alutsista militer. Dengan demikian, angkatan militer Indonesia memiliki perisai yang kuat untuk melindungi negara baik di darat, udara, dan laut. 

 

  1. Pengembangan Pendidikan

Seperti yang diketahui, pendidikan di Indonesia disubsidi melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Beasiswa Bidik Misi dan Bantuan Operasional (BOS) untuk pelajar yang kurang mampu. Hasil dari pajak akan digunakan untuk mendukung biaya subsidi pendidikan. Sehingga, pajak yang wajib pajak bayarkan dapat membantu pemerataan pendidikan. 

 

  1. Pembangunan Transportasi Umum

Munculnya transportasi umum yang layak dan aman dan digunakan setiap harinya oleh masyarakat juga dibantu banyak oleh pajak. Tarif yang ditetapkan oleh transportasi umum tersebut pun menjadi lebih terjangkau. Jadi, kemacetan dapat terurai karena semua masyarakat dapat menikmati transportasi murah dan layak berkat pembayaran pajak.

 

Sudah tak ada lagi alasan untuk menunda melakukan lapor SPT online. Sudah mudah, cepat, dapat dilakukan di mana saja, dan bermanfaat bagi masyarakat bersama pula! Yuk, segera lapor SPT online pajak penghasilan!  Sesuai slogan, orang bijak taat bayar pajak.