Reward dan Punishment

7 Strategi Efektif HRD Dalam Penyusunan Sistem Reward dan Punishment

Di dunia kerja ada persaingan yang ketat, karyawan juga dituntut memiliki etos kerja yang bagus. Ini menyebabkan banyak perusahaan memotivasi karyawannya dengan berbagai cara. Tujuan umumnya adalah untuk membuat kinerja karyawan lebih baik dan stabil sehingga menguntungkan pihak perusahaan. Reward dan punishment adalah hal yang dipakai oleh HRD dalam menggerakkan karyawan untuk bekerja bersama di kantor. Sistem ini telah lama dikenal dalam dunia kerja.

Reward diberikan kepada karyawan yang berprestasi dan mampu mencapai target tertentu, sedangkan punishment diberikan kepada karyawan yang melakukan kesalahan. Reward atau hadiah biasanya berupa uang, tapi ada juga yang memberikan reward berupa penghargaan, kenaikan jabatan bahkan liburan. Dan biasanya pemberian reward ini lebih efektif untuk memotivasi karyawan dibandingkan dengan ancaman hukuman atau punishment. Banyak perusahaan yang menawarkan reward besar bagi karyawan mereka setelah mereka mencapai prestasi tertentu yang bahkan nilainya melebihi gaji bulanan mereka. Jadi tidaklah salah bagi pihak perusahaan atau tim HRD memakai reward dan punishment ini menjadikannya sebagai sumber motivasi bagi karyawan untuk bekerja optimal. Tetapi harus diingat, bahwa pemberian reward dan punishment ini bukannya hal yang terbaik sebagai cara memotivasi karyawan. Tidaklah selamanya karyawan tertarik kepada reward atau bonus itu. Baca selengkapnya di sinihttps://www.linovhr.com/hr-tips-tingkatkan-kinerja-karyawan-dengan-7-hal-ini/, untuk mengetahui contoh reward dan punishment.

Tiga Jenis Motivasi

Menurut beberapa ahli, motivasi dibagi menjadi 3 jenis, antara lain adalah motivasi Insentif, motivasi Ketakutan, motivasi dari Sikap Hati.

1. Motivasi Insentif

Motivasi Insentif adalah motivasi yang dimiliki seseorang karena memandang insentif atau bonus yang diberikan. Karyawan yang termotivasi secara insentif biasanya akan mudah termotivasi jika ada hadiah atau reward yang besar. Sedang buruknya, jika bonus reward yang ditawarkan tidak sesuai hati mereka, maka karyawan itu malas dan tidak termotivasi.

2. Motivasi Ketakutan

Motivasi ketakutan adalah motivasi yang dimiliki seseorang karena takut akan hukuman atau punishment. Sebenarnya ini juga untuk menyeimbangkan kinerja perusahaan untuk mengurangi bentuk kerugian perusahaan. Tapi terkadang punishment atau motivasi ketakutan ini tidak selalu dapat membuat karyawan yang lalai itu menjadi jera.

3. Motivasi Sikap Hati

Motivasi sikap hati yang baik adalah, bentuk motivasi yang diinginkan oleh perusahaan yang muncul dari diri sendiri. Tanpa harus diiming-iming hadiah dan ditakut-takuti, seorang karyawan yang mempunyai sikap hati yang baik biasanya akan termotivasi sendirinya. Dari semua jenis motivasi ini, sikap hati yang baik yang sangat penting dimiliki oleh karyawan atau pekerja yang bekerja di bidang apapun.

Cara Memberikan Reward dan Punishment

Untuk itulah ada beberapa cara yang efektif untuk dilakukan dalam memberikan reward dan punishment yang baik kepada karyawan, seperti:

1. Berikan Pujian Tulus

Bagi karyawan yang berhasil dan berprestasi Reward berupa pujian adalah hal yang tidak bisa dibeli dengan uang. Pujian yang tulus dapat mengena dalam hati dan membuat karyawan lebih termotivasi.

2. Rayakan Keberhasilan Bersama Teman Kantor

Jika ada pencapaian dalam kinerja perusahaan, dirayakan bersama tim terkait, supaya semua orang turut merasakan hasil jerih lelah bersama-sama. Ini dapat membangun kerja sama tim yang kuat. Jika tim kerja kuat maka menjadi contoh bagi karyawan yang lain.

3. Penghargaan Tahunan

Award tahunan sebagai ajang puncak keberhasilan perusahaan tahunan. Di atas panggung penghargaan itu setiap mata melihat arti sebuah kerja keras dan menghargai keseriusan dalam bekerja.

4. Memberikan Bonus / Voucher

Bonus atau Voucher bisa menjadi hadiah yang sangat menyenangkan karyawan. Mereka merasa hasil kerja keras dihargai. Berikan Bonus atau hadiah yang berkesan.

Baca Juga: Macam- Macam Bonus Tahunan Bagi Karyawan Di Indonesia

5. Berikan Punishment Secara Lisan

Jika karyawan yang kedapatan melakukan pelanggaran, mungkin awalnya berikan teguran lisan. Jelaskan arti dan maksud tujuan itu. Dengan teguran ringan diharapkan karyawan mau berubah.

6. Memotong Gaji Atau Tunjangan Tidak Tetap

Jika karyawan kedapatan melakukan pelanggaran dengan sengaja maka pihak HRD boleh memberikan punishment berupa pemotongan gaji atau tunjangan tidak tetap. Ini akan membuar karyawan lebih berhati-hati dalam bekerja supaya tidak dipotong gajinya lagi. Jika karyawan kedapatan tidak mau berubah maka pihak HRD dapat menetapkan Surat Peringatan (SP) bagi karyawan tersebut.

7. Memberikan Konseling Khusus

Jika karyawan yang kedapatan pelanggaran dalam bekerja, dan setelah pemberian SP pun tidak ada perubahan, maka karyawan tersebut perlu dikonseling. Tujuannya adalah mengetahui problem apa yang dialami karyawan, sehingga bisa kembali bekerja optimal.

Memberikan motivasi berupa rewarding dan punishment sudah menjadi tugas dari HRD. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi yang cermat agar maksud dan tujuan dari HRD dapat tersampaikan dengan jelas, bukan sebaliknya.