kbli adalah

Hal yang Perlu Diketahui Seputar KBLI

Ketika memulai bisnis, Anda akan membutuhkan perizinan usaha yang diajukan melalui sistem Online Single Submission (OSS). Namun sebelum itu, Anda perlu mengetahui kode KBLI yang sesuai dengan jenis usaha Anda. Kode KBLI digunakan untuk menentukan jenis perizinan yang dibutuhkan bisnis Anda.

Mengingat pentingnya hal ini untuk bisnis, Anda perlu mengetahui sebanyak mungkin informasi tentang KBLI.

Artikel LinovHR ini akan memberi Anda segala informasi yang dibutuhkan, simak selengkapnya.

 

Apa Itu KBLI

KBLI adalah kepanjangan dari Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia. KBLI merupakan pengklasifikasian aktivitas ekonomi Indonesia yang menghasilkan barang dan jasa berdasarkan lapangan usaha. 

Klasifikasi ini dilakukan untuk kepentingan penyelenggaraan statistik, perizinan usaha, perencanaan usaha, atau evaluasi kebijakan.

KBLI memiliki dasar hukum berupa Peraturan BPS No.2 Tahun 2020. Peraturan itu membahas segala hal tentang KBLI, mulai dari pengenalan hingga kode-kode pengklasifikasian.

KBLI disusun oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Penyusunan ini tidak dilakukan sembarangan, karena KBLI harus disusun berdasarkan beberapa kode internasional.

Misalnya ASEAN Common Industrial Classification (ACIC), East Asia Manufacturing Statistics (EAMS), dan International Standard Classification of All Economic Activities (ISIC).

 

Baca Juga: Pentingnya TDP Bagi legalitas Perusahaan

 

Fungsi KBLI

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia memiliki beberapa fungsi, sebagai berikut ini.

 

1. Pengajuan Izin dan Pendaftaran Usaha

KBLI digunakan untuk menentukan klasifikasi ketika mendaftarkan mengajukan izin usaha. Hal ini dilakukan untuk memperoleh Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP).

 

2. Pengklasifikasian Aktivitas Ekonomi

KBLI berfungsi untuk membuat klasifikasi aktivitas ekonomi di Indonesia. Klasifikasi ini dilakukan agar perilaku satuan ekonomi Indonesia dapat dipelajari dengan mudah.

Bukan hanya Indonesia, KBLI juga berguna untuk membandingkan data bisnis Indonesia dengan negara lain.

 

3. Pendaftaran Legalitas Usaha

Selain pendaftaran dan pengajuan izin usaha, KBLI juga digunakan untuk memperoleh legalitas usaha. Output dari pendaftaran legalitas usaha ini adalah Nomor Induk Berusaha (NIB).

 

4. Perizinan Investasi

KBLI bermanfaat untuk menentukan perizinan terkait investasi atau penanaman modal di perusahaan.

 

5. Pendaftaran Wajib Pajak

Wajib Pajak tidak hanya berlaku pada perorangan, tetapi juga pada usaha. KBLI dibutuhkan untuk mengidentifikasi jenis usaha agar bisa mendapatkan Wajib Pajak.

 

6. Penyelenggaraan Statistik

KBLI digunakan sebagai acuan untuk menyelenggarakan kegiatan statistik yang sinkron, terintegrasi, terkoordinasi, lengkap, dan terstruktur.

 

Cara Menentukan KBLI

Ketika pertama kali mendirikan usaha, menentukan KBLI mungkin akan terlihat membingungkan. Jumlah kode yang terlalu banyak membuat Anda kesulitan menentukan kode yang paling tepat dengan jenis usaha Anda. Tanpa sadar, Anda mungkin bisa saja memilih kode yang salah.

Jangan sampai hal itu terjadi. Memilih kode yang salah untuk bisnis Anda akan menyebabkan kerepotan ke depannya. Untuk menentukan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia, inilah caranya: 

 

1. Memilih Kode Klasifikasi Berdasarkan Kategori

Langkah pertama adalah memilih kode klasifikasi berdasarkan kategori. Kategori dari KBLI ada 21. Dimulai dari Kategori A tentang Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan lalu diakhiri dengan Kategori U tentang Aktivitas Badan Internasional dan Badan Ekstra Internasional Lainnya.

 

2. Memilih Golongan Pokok

Setelah mengetahui kategori usaha, Anda bisa melihat golongan pokok. Golongan pokok merupakan uraian lanjutan dari kategori yang memiliki kode yang terdiri atas 2 angka.

Sebagai contoh, Anda memiliki usaha pelatihan kerja. Usaha ini terdaftar dalam KBLI lewat golongan pokok Aktivitas Ketenagakerjaan dengan kode 78.

 

3. Memilih golongan, Subgolongan, dan Kelompok

Selanjutnya, Anda menentukan golongan, subgolongan, dan kelompok. Kode golongan  merupakan uraian golongan pokok yang terdiri atas 3 digit angka, sementara kode subgolongan adalah uraian golongan yang terdiri atas 4 digit angka.

Selain itu, kelompok merupakan uraian subgolongan. Biasanya, kelompok memiliki kode 5 angka. 

Jika menengok contoh sebelumnya, pelatihan kerja memiliki kode golongan 784. Jika pelatihan kerja ini dikelola oleh swasta, kode subgolongannya adalah 7842.

Setelah itu, subgolongan terbagi lagi berdasarkan jenis pelatihan kerja yang diberikan. Jika Anda memiliki usaha pelatihan kerja di bidang teknologi informasi, kodenya adalah 78422. Sementara itu, usaha pelatihan kerja di bidang bisnis dan manajemen memiliki kode 78425. Kode tersebut merupakan kode KBLI Anda.

 

Itulah hal yang perlu Anda ketahui tentang KBLI, dengan mengetahui ini semoga Anda mengerti tentang pentingnya mengurus perizinan untuk usaha Anda.