manajemen perubahan

Pentingnya Manajemen Perubahan Untuk Perusahaan

Kondisi bisnis kian hari semakin dinamis. Perubahan yang ada harus diatasi dengan cepat dan seksama. Manajemen perubahan adalah salah satu yang digunakan untuk mengatasi berbagai masalah yang ada ketika perubahan mulai muncul. Simak penjelasan detailnya di bawah ini! 

 

Pengertian Manajemen Perubahan

Management of change atau manajemen perubahan adalah upaya sistematis dan struktural yang digunakan untuk menerapkan sarana, sumber daya, serta knowledge untuk meminimalisir dampak dari proses perubahan tersebut. Sehingga perubahan yang ada tidak akan mempengaruhi kinerja karyawan secara umum. 

Pendekatan yang digunakan dalam manajemen perubahan mengadaptasi pendekatan manajemen secara umum yaitu perencanaan, pengorganisasian, aktualisasi, dan pengontrolan. Diharapkan dengan manajemen perubahan dapat menjadi solusi bisnis agar ketika melakukan perubahan dapat menghasilkan solusi bisnis yang dibutuhkan agar bisa lebih sukses dengan cara yang juga lebih terorganisir melalui metode pengelolaan yang benar. 

Baca Juga : Pengertian Stock Keeping Unit (SKU)

Jenis Manajemen Perubahan

Menurut Harischandra (2007), terdapat beberapa jenis perubahan dalam suatu perusahaan dan organisasi berdasarkan sifatnya, yaitu:

  1. Smooth incremental change, merupakan perubahan yang akan terjadi dan berjalan secara lambat, sistematis, dan bisa diprediksi. Peristiwanya mencakup rentetan perubahan dan cenderung konstan.
  2. Bumpy incremental change, adalah perubahan yang mempunyai periode cenderung tenang dan sesekali terjadi percepatan perubahan yang dipicu perubahan lingkungan organisasi. Pemicu yang dimaksud bisa berasal dari internal perusahaan seperti adanya tuntutan atau perubahan pola kerja.
  3. Discontinuous change, adalah perubahan yang diawali dengan adanya pergeseran dengan cepat terhadap struktur, budaya, dan strategi secara bersamaan.  

Pendekatan Manajemen Perubahan

Terdapat pendekatan manajemen perubahan yang dapat dipilih oleh perusahaan. Adapun penjelasan mengenai pendekatan manajemen perubahan tersebut antara lain:

 

a. Pendekatan Rasional-Empiris 

Pendekatan rasional-empiris digunakan untuk perubahan yang berdasarkan keyakinan bahwa ada perilaku individu yang dapat diprediksi. Para individu yang di maksud dapat memberikan perhatian kepada kepada diri sendiri secara mandiri. Bisa dibilang, karyawan akan berubah ketika menerima informasi dan sarana yang memadai untuk menghadapi perubahan. 

b. Pendekatan Normatif-Reedukatif

Pendekatan ini menekankan pada cara seorang manajer mempengaruhi atau berperilaku dengan cara tertentu. Lalu karyawan di bawahnya akan melakukan perubahan. Karyawan mengikuti perubahan yang ada karena mereka merasa bahwa perubahan semata-mata demi kepentingan bersama. Pendekatan ini sangat efektif pada kelompok yang mengadopsi value dan keyakinan yang seragam.

 

c. Pendekatan Kekuasaan-Koersif

Pendekatan yang mengandalkan cara koersif atau kekuasaan bersifat memaksa. Orang yang ada di bawah suatu wewenang wajib patuh tanpa adanya proses persuasi atau upaya komunikasi untuk meyakinkan. Karyawan yang tidak mengikuti prosedur perubahan akan dikenai sanksi.

 

d. Pendekatan Lingkungan-Adaptif 

Pendekatan yang paling akhir adalah pendekatan yang melibatkan proses adaptif seseorang. Tiap orang akan mengandalkan naluri untuk menyesuaikan diri dengan situasi tertentu. 

Baca Juga : 7 Fungsi Manajemen Logistik yang Baik

 

Tingkatan Manajemen Perubahan Dalam Bisnis

Pengelolaan digunakan dalam perusahaan untuk mencapai perubahan tertentu dengan resiko seminimum mungkin. Sebab, segala perubahan pasti ada dampak atau akibat dalam berbagai aspek.  Ada beberapa tingkatan dalam manajemen perubahan antara lain: 

 

1. Perubahan Individu

Tingkatan ini adalah tingkatan paling dasar, sebab setiap individu pasti akan selalu mengalami perubahan. Inilah peranan manajer untuk mengatur arah perubahan individu agar searah dengan tujuan perusahaan. Sehingga segala perubahan bisa dihubungkan dengan pendekatan manusiawi agar individu bisa memahami perilaku seperti apa untuk menanggapi perubahan tersebut. 

2. Perubahan Organisasi

Tingkat selanjutnya yang lebih tinggi adalah perubahan organisasi. Manajemen perubahan erat kaitannya dengan manajemen proyek. Bila fungsi utama dari manajemen proyek berguna sebagai solusi proyek yang dirancang,  maka manajemen perubahan berguna agar memastikan solusi tersebut bekerja dengan efektif.

3. Perubahan Kemampuan Perusahaan

Tingkatan yang paling tinggi ini berperan secara aktif dan langsung dalam mengelola perusahaan agar secara efektif beradaptasi dengan perubahan di lingkungan bisnis. Perubahan harus disiasati dengan baik jika perusahaan ingin mempertahankan bisnis dan terus meningkatkan keuntungan. 

 

Fase dan Tahapan Manajemen Perubahan

Sebuah perubahan mempunyai suatu fase dan tahapan yang harus dilalui oleh perusahaan. Haines (2005) memaparkan bahwa ada beberapa fase yang harus dilalui perusahaan dalam manajemen perubahan, antara lain: 

 

Fase A: Positioning Value (menentukan posisi strategis) 

Fase yang pertama adalah sistem berpikir ketika tujuan dan posisi strategis bisa dipaparkan secara jelas dan terbuka. Tujuan ini akan dicapai oleh manajemen perubahan perusahaan. 

 

Fase B: Measures Goals (mengukur tujuan) 

Fase selanjutnya perusahaan akan menentukan berbagai parameter dan mekanisme yang digunakan untuk menilai apakah tujuan dan posisi yang ditetapkan bisa tercapai atau tidak.

 

Fase C: Assessment Strategy (Strategi Asesmen)

Assessment atau penilaian akan digunakan untuk menentukan kesenjangan antara fase kondisi perusahaan saat ini dan tujuan yang diinginkan perusahaan. Sehingga dapat ditentukan regulasi dan ketetapan yang akan dipakai perusahaan untuk menjadi tujuan dan kondisi yang stabil. 

 

Fase D: Actions Level (aktivitas perubahan)

Penerapan dan penjelasan mengenai strategi perubahan dilakukan dalam fase action level. Semua proses akan dihubungkan dengan kegiatan, proses, korelasi, dan perubahan yang diperlukan untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan. 

 

Fase E: Environment Scan (identifikasi lingkungan eksternal)

Fase yang paling akhir adalah identifikasi lingkungan eksternal yang akan mempengaruhi perubahan. Hasil dari identifikasi akan menunjukkan arah dan perubahan yang akan dilakukan.

Manfaat Manajemen Perubahan

Perubahan memberikan hasil terbaik jika direncanakan dan dikelola dengan cermat serta dapat diminimalisir resikonya. Manfaat manajemen perubahan bagi perusahaan antara lain:

  1. Menilai dan memahami kebutuhan serta dampak perubahan
  2. Menyelaraskan sumber daya dalam bisnis untuk mendukung perubahan
  3. Mengelola beragam biaya perubahan
  4. Mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk menerapkan perubahan
  5. Membantu  staf atau karyawan memahami proses perubahan
  6. Merencanakan dan melaksanakan strategi komunikasi yang efektif
  7. Meningkatkan kerjasama dan kolaborasi dalam bisnis 
  8. Memelihara serta meningkatkan produktivitas, moral, dan efisiensi kinerja 
  9. Mengurangi stres dan kecemasan yang terkait dengan perubahan
  10. Meminimalkan kemungkinan kegagalan dalam perubahan

 

Perubahan adalah hal yang pasti dan harus dihadapi oleh perusahaan. Itu sebabnya manajemen perubahan digunakan untuk mengatasi hal tersebut. Perusahaan harus menganalisis segala perubahan yang ada dengan cermat agar perubahan di sekitar tidak berdampak buruk terhadap keberlangsungan perusahaan. Semoga informasi di atas dapat berguna!