generasi Z

Manajemen SDM Yang Ramah terhadap Generasi Z Jelang 2020

Banyak perusahaan dan tim HRD yang masih berfokus pada adaptasi Generasi Milenial di tempat kerja, namun perlu pemikiran lebih jauh lagi untuk gelombang karyawan berikutnya, yaitu Generasi Z.

Pada artikel kami lainnya yang membahas tentang pengertian dan pengaruh generasi Z di dunia kerja, telah menjelaskan bahwa agresivitas generasi Z di dalam dunia kerja dapat melebihi generasi sebelumnya. Oleh karena itu, untuk mempersiapkannya, berikut ini beberapa langkah persiapan yang bisa dilakukan perusahaan menjelang tahun 2020:

Memahami keinginan Generasi Z 

Mirip dengan para Milenial, Generasi Z punya gol-gol pribadi dan tahu apa yang mereka inginkan dari perusahaan. Mereka ingin menemukan karir impian dalam 10 tahun, kesempatan bertumbuh dan karir yang memuaskan. Mereka tidak terlalu mencari tempat kerja yang menyenangkan seperti Generasi Milenial. Jalur karir adalah yang terpenting bagi mereka.

Buat Mereka Terlibat

Panduan generasi ini di tempat kerja adalah para Milenial. Karena generasi Milenial biasanya berpindah kerja dalam waktu 3 tahun, maka Generasi Z bisa mencontohnya lebih lagi. Untuk mempertahankan mereka, HRD disarankan untuk melibatkan mereka, berkolaborasi menggunakan teknologi terkini, dan memberikan tantangan secara konsisten.

Persiapkan Para Manajer dari Generasi Milenial

Saat karyawan generasi Z masuk dunia kerja, para Milenial sudah memiliki pengaruh dan kepemimpinan. Mereka akan mengelola kumpulan muda ini dan perlu memahami kesamaan dan perbedaan antara mereka untuk memimpin dengan lebih baik.

 

Gaya Komunikasi yang Tulus

Generasi Z ingin mempunyai hubungan yang tulus karena mereka ingin terhubung dan memiliki ekspektasi tinggi terhadap atasan mereka. Walaupun mereka pengguna media sosial, itu bukan jalur komunikasi pilihan mereka. Kurangnya tatap muka dengan rekan kerja bisa menyebabkan konflik dalam bekerja. Emoticon tidak selalu menyatakan ekspresi yang benar, dan mudah untuk “unfriend” ketika ada perselisihan. Generasi Z perlu diajar dan diberi mentoring mengenai penyelesaian konflik. Mereka perlu diajak berdiskusi dengan terbuka untuk bisa berhasil dalam hubungan dengan sesama rekan kerja. Anda bisa menyiapkan ruangan khusus sebagai area pertemuan tidak resmi yang bisa digunakan untuk coaching.

Generasi Z Berorientasi pada Proyek dan Suka Mengerjakan Tugas-tugas Khusus

Mereka ingin masukan yang terus menerus dari atasan dan manajemen di atas mereka. Bukan berarti ini pengawasan terus menerus. Terkadang Anda perlu melepaskannya sedikit untuk membuat mereka berinteraksi dan loyal pada perusahaan.

 

Bagaimana dengan masa kerja dan loyalitas pada perusahaan? Menjaga karyawan luar biasa sudah sangat sulit pada masa ini. Banyak kompetitor yang mengincar. Bagi HRD profesional dan manajemen yang membuat perencanaan strategis, kebiasaan berpindah kerja dari Generasi Z menjadi penghalang besar untuk mempertahankan mereka. Delapan puluh tiga mahasiswa hari ini percaya bahwa tiga tahun atau kurang adalah waktu yang cukup untuk pengalaman kerja pertama mereka.

 

Lebih dari 27% mahasiswa percaya bertahan pada pekerjaan pertama selama setahun atau kurang itu lebih baik. Beberapa taktik yang dipakai oleh HRD untuk mengurangi kecenderungan ini antara lain mengadakan training yang lebih sering dan efektif dan kesempatan untuk mendapatkan pengembangan kepribadian. Tujuannya adalah untuk membantu karyawan generasi Z menemukan tempat yang tepat dalam perusahaan yang sesuai dengan kebutuhan keamanan kerja dan pengembangan karir mereka.

Baca Juga: Cara Sukses Mengatur Tim Multigenerasi Dalam Perusahaan

Seperti semua hal, satu-satunya yang konstan adalah perubahan. Setiap generasi di tempat kerja pasti memberikan kontribusi positif. Demikian juga dengan Generasi Z ini. John Wooden, pelatih American Football yang terkenal mengatakan, “Hal-hal terbaik terjadi pada orang-orang yang mengerjakan yang terbaik dalam setiap hal yang mereka lakukan”. Terimalah kedatangan Generasi Z dan kelola mereka dengan baik.