Manajemen Waktu

Manajemen Waktu: Antara Pekerjaan dan Keluarga

Demi mendapat penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup, setiap orang harus bekerja. Bahkan tidak jarang ada orang yang merasa kesulitan membagi waktu bagi keluarganya dan pekerjaan yang harus diselesaikannya. Untuk itu dibutuhkan sistem manajemen waktu yang baik agar keduanya bisa mendapat bagian yang sama.

 

Baca Juga: Manajemen Waktu Anda Bermasalah Saat Bekerja? Lakukan 8 Hal ini!

 

1. Perencanaan

Sebagai langkah pertama, lakukan perencanaan jadwal kerja. Di zaman yang serba modern ini, kegiatan kerja tidak harus dilakukan dari pukul 08:00 pagi hingga 05:00 sore. Diskusikan dengan atasan agar boleh mengerjakan tugas di rumah kemudian hasilnya dikirim melalui email atau fasilitas komunikasi digital lainnya. Apabila perusahaan anda menerapkan aturan jam kerja fleksibel, maka hal itu menguntungkan buat anda.

Jika memang kondisinya tidak memungkinkan dan atasan tidak memberi izin, harus berani meninggalkan pekerjaan tersebut dan berbisnis sendiri. Pada masa sekarang, tidaklah sulit menemukan bisnis dimana sistem pengelolaannya tidak butuh keahlian khusus misalnya jualan online dan sebagainya.

 

2. Mengurangi Waktu Perjalanan

Jika ternyata tetap tidak mampu menjalankan bisnis sendiri sedangkan atasan tetap mengharuskan bekerja dari jam 08:00 pagi sampai 05:00 sore, praktekan tips kedua yaitu mengurangi waktu perjalanan. Contohnya, tidak usah lagi menggunakan mobil ketika berangkat ke kantor. Langkah ini memberi dampak cukup signifikan terhadap pola manajemen waktu kerja dan keluarga.

Pilih alat transportasi lain misalnya ojek online agar dapat terhindar dari kemacetan. Daripada waktu terbuang percuma di perjalanan lebih baik digunakan untuk bertemu keluarga. Terutama bagi mereka yang tinggal di kota-kota besar dimana kondisi lalu lintasnya sangat padat sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk perjalanan.

 

3. Mencari Tempat Kerja Dekat Rumah

Alternatif berikutnya, pilihlah tempat kerja yang jaraknya lebih dekat dengan rumah. Secara signifikan hal ini juga dapat menambah waktu pertemuan bersama keluarga. Pada pagi hari kita tidak perlu tergesa-gesa berangkat ke tempat kerja, sedangkan pada sore hari bisa lebih cepat sampai ke rumah.

Bicarakan hal ini dengan pihak perusahaan, agar ditugaskan di kantor cabang yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah. Jika perusahaan tidak memiliki kantor cabang yang dekat dengan rumah, maka pilihan terbaiknya adalah pindah perusahaan lain.

 

4. Batasi Perjalanan Dinas

Seperti yang telah disebutkan diatas, zaman modern telah membuat segalanya jadi mudah dikerjakan. Jadi jika ingin menerapkan sistem manajemen waktu yang baik, batasi perjalanan dinas. Ada banyak sekali fasilitas komunikasi melalui sambungan internet yang bisa dipakai untuk berhubungan dengan relasi bisnis dari luar daerah.

 

5. Menomorsatukan Prioritas

Mungkin adakalanya, meski sudah dijadwalkan namun pelaksanaan kerja tidak bisa berjalan sesuai perencanaan. Akibatnya, waktu berjumpa dengan keluarga menjadi berkurang karena ada tugas yang harus segera dilaksanakan.

Menghadapi permasalahan semacam ini, langkah terbaiknya adalah menyelesaikan tugas yang jadi prioritas utama. Lalu untuk pekerjaan lain yang bukan merupakan prioritas utama dapat dikerjakan lain waktu atau diserahkan dan didelegasikan pada orang lain. Jadi tidak semua pekerjaan harus diselesaikan sendiri.

 

5. Selalu Disiplin

Banyak orang mengatakan bahwa disiplin adalah kunci kesuksesan. Tetapi selain itu disiplin juga bisa membuat kita mempunyai kesempatan lebih banyak untuk bertemu keluarga. Pekerjaan yang diselesaikan sesuai jadwal serta tidak ditunda-tunda dapat menghemat waktu sehingga tidak perlu lembur sampai malam hari.

 

6. Target

Jangan pasang target terlalu tinggi dalam pekerjaan tetapi tetap disesuaikan dengan kemampuan. Orang yang sering memasang target tinggi pada tugasnya justru sering lalai terhadap keluarganya. Seimbangkan antara pekerjaan dan pandanglah apabila pertemuan keluarga itu adalah hal yang sangat penting. Apabila pada perusahaan anda terdapat Key Performance Indicator, maka target yang ingin anda capai akan terukur.

 

Intinya, bersikaplah bijaksana ketika membuat sistem manajemen waktu agar tidak saling bertubrukan. Jangan sampai ada satu yang terbengkalai, karena bisa memicu terjadinya masalah dalam kehidupan berumahtangga apalagi jika sudah punya anak.