Tes MBTI

Pentingkah Tes Kepribadian MBTI bagi Karyawan ?

Pada tahun 1960, setelah tes kepribadian MBTI atau Myers-Briggs Type Indicator diluncurkan kemudian mulai menyebar keseluruh dunia. Pada saat itu tes kepribadian MBTI merupakan alat penting untuk menentukan karakteristik kandidat pekerjaan yang baru akan melamar pada sebuah perusahaan, sebelumnya tes kepribadian MBTI ini bukan digunakan untuk mengukur kejiwaan pribadi seseorang saja, sebenarnya untuk mengetahui kemampuannya terhadap suatu bidang pekerjaan tertentu, sehingga karyawan dapat mengetahui dan dapat menetapkan diri tentang kepribadiannya terhadap kebutuhan perusahaan.

Setelah berjalannya waktu menurut seorang psikolog Dr Angelina Bennet yang dikutip dari independent.co, menggunakan tes kepribadian MBTI untuk perekrutan belum sepenuhnya bisa diandalkan, karena penelitian telah menemukan bahwa 50% orang yang telah melakukan tes kepribadian MBTI akan mendapatkan hasil yang berbeda setelah mengikuti tes untuk kedua kali dengan jangka waktu 5 minggu.

 

Mengapa Tes Kepribadian MBTI Penting untuk Rekrutmen ?

Jika dibandingkan dengan tes kepribadian lainnya, tes kepribadian MBTI ini merupakan:

  • Tes kepribadian yang lebih banyak dikenal oleh banyak orang,
  • Dalam melakukan tes kepribadian ini mudah dipahami,
  • Persoalan dalam tes kepribadian MBTI dapat diolah dengan baik, dan
  • Bersifat aplikatif, dan juga seseorang dapat mengevaluasi secara mandiri dengan melihat kecenderungan dari jawaban yang paling dominan.

Akan tetapi sebagian besar psikolog sangat meragukan adanya validalitas dari tes kepribadian MBTI, karena hasil penelitian memperlihatkan uji validalitas yang telah dilakukan para pendukung tes kepribadian MBTI tidak akurat dan kurang objektif, serta tidak teruji oleh komunitas psikologi.

 

Baca Juga: 7 Alasan Mengapa HRD harus Kuasai Psikologi Kepribadian

 

Ada juga beberapa orang psikolog yang menggunakan tes kepribadian MBTI untuk memperkerjakan seseorang karyawan. Menurut John Johnson, seorang psikolog kepribadian di Pennsylvania State University ia memperjuangkan hak orang-orang awam untuk dapat menikmati sebuah tes kepribadian tanpa merasa bodoh.

 

Tes Kepribadian MBTI Belum Tentu Akurat?

Tes MBTI memungkinkan jawaban yang dipilih bukan apa adanya sebenarnya diri kita, sedangkan kita akan memilih jawaban sifat yang ingin ada dalam diri kita sendiri, kejadian ini akibat alam bawah sadar, maka sulit untuk terdeteksi. Kemudian untuk jumlah pertanyakan yang di ajukan di tes kepribadian MBTI terlalu sedikit. Dalam melakukan tes kepribadian MBTI hasil resmi hanya akan dikeluarkan oleh pihak yang bersertifikasi.

Rata-rata tes MBTI tidak menggambarkan keseluruhan kepribadian yang ada pada diri kita. Para penyedia tes MBTI hanya mengolah hasil berdasarkan jawaban yang telah ada sebelumnya.

 

Baca Juga: Jenis Kepribadian Sesuai Dengan Tes MBTI

 

Hal-hal yang membuat tes kepribadian MBTI mempengaruhi sugesti seseorang, dan tentunya hal ini kurang bagus saat dilakukan sebagai syarat penentuan kepribadian. Contohnya adalah setelah mengetahui tes kepribadian MBTI seorang karyawan adalah introvert, karyawan tersebut diharuskan menemui orang banyak tetapi karyawan tersebut beralasan bahwa dirinya tidak bisa berhadapan dengan orang banyak, seseorang akan membatasi dirinya terhadap apa yang akan dilalui dan tidak mau keluar dari zona nyamannya. Seharusnya jika anda ingin sukses dan menggapai sesuatu yang melebihi pikiran anda, anda harus berani melewati tantangan yang ada.

Terkadang banyak orang-orang yang telah mengetahui hasil dari tes kepribadian MBTI yang menjadikan bahan untuk menghakimi seseorang. Seorang extrovert yang mudah berbicara didepan umum tentang hal apapun termasuk aibnya sendiri, ketika dia dicap extrovert seakan dirinya tidak bisa berubah, padahal perubahan dapat dilakukan secara pelan-pelan walau terkadang sulit.

Banyak dari orang-orang yang memiliki perbedaan kepribadian antara dirumah dan diluar rumah, kepribadian manusia mempunyai 2 bagian, yang asli dan topeng. Hal yang membuat kepribadian kita bertopeng adalah karena adanya tuntutan lingkungan sekitar. Kepribadian topeng ini dapat merubah sifat asli kita, karena selalu digunakan terus menerus dengan intensitas yang lebih banyak dan sehingga kita akan merasakan kenyamanan saat tidak menggunakan kepribadian asli.

Kepribadian topeng ini bisa saja digunakan pada saat tertentu, saat lingkungan nyaman dan tidak menuntut kepribadian kita menajdi kepribadian topeng.

 

Untuk mengikuti karyawan dalam melakukan tes kepribadian MBTI saja sepertinya jangan hanya digunakan sebagai patokan menentukan standar kualitas karyawan, lebih baik menggunakan tes kepribadian jenis lain yang hasilnya lebih memungkinkan.