perbedaan biaya dan beban

Pengertian Serta Perbedaan Biaya dan Beban dalam Produksi

Biaya dan beban sering digunakan saat membuat sebuah laporan keuangan. Istilah ini juga menjadi istilah “wajib” di dunia akuntansi. Karena di dalam catatan akuntansi akan selalu ada pencatatan mengenai apa itu biaya dan apa itu beban, diiringi dengan arus kas masuk dan keluar serta yang lainnya. Namun seringkali masih banyak yang bingung membedakan biaya dan beban. Walaupun keduanya merujuk kepada pengurangan aset, tetapi sesungguhnya memiliki arti yang berbeda. Apa perbedaan biaya dan beban?

 

Pengertian Biaya dan Beban

Untuk mengetahui perbedaan biaya dan beban terlebih dahulu mari mengetahui apa pengertian dari dua istilah ini. 

 

Pengertian Biaya

Biaya adalah pengeluaran atau pengorbanan untuk mendapatkan suatu barang atau jasa. Biaya juga merupakan pengorbanan secara moneter di dalam sebuah proses produksi yang bertujuan mendapatkan manfaat tertentu. Dengan kata lain biaya adalah sejumlah pengeluaran yang bersumber dari kas perusahaan. Pengeluaran yang dilakukan ini bertujuan untuk mendapatkan barang atau jasa yang diperlukan agar keberlangsungan perusahaan dapat terjaga. 

 

Pengertian Beban

Beban adalah penurunan nilai ekonomi yang terjadi di dalam satu periode. Beban adalah kewajiban yang harus dibayarkan oleh perusahaan. Pengeluaran kewajiban ini dapat mengakibatkan menurunnya laba perusahaan dalam satu periode akuntansi.

 

Jenis-Jenis Biaya

Biaya terbagi lagi ke dalam beberapa jenis. Menurut Hansen & Mowen (2006), secara garis besar biaya dibagi menjadi 2:

 

Biaya produksi

Biaya produksi adalah pengeluaran yang dilakukan untuk memproduksi barang atau pengeluaran yang dilakukan untuk menyediakan jasa. Jika biaya produksi tidak dikeluarkan maka tidak akan ada sebuah produk atau jasa yang bisa dijual atau dipasarkan. Biaya produksi ini masih dibagi lagi menjadi 3 yaitu:

    1. Biaya bahan baku. Biaya untuk belanja bahan mentah dari produk yang akan dipasarkan. 
    2. Biaya tenaga kerja langsung. Biaya ini berbentuk upah kepada SDM yang mengubah bahan mentah menjadi barang yang siap dipasarkan. 
    3. Biaya overhead. Biaya produksi diluar dari biaya bahan baku dan tenaga kerja. 

 

Baca Juga: Proses dan Indikator Keberhasilan Produksi Massal

 

Biaya Non Produksi

Setelah sebuah barang selesai diproduksi maka dibutuhkan biaya lanjutan. Biaya ini dikatakan biaya non produksi karena berkaitan dengan pemasaran sampai distribusi produk. 

  • Biaya pemasaran. Pengeluaran untuk memasarkan, mendistribusikan dan segala hal yang berkaitan dengan layanan pelanggan dari sebuah produk. 
  • Biaya administrasi. Biaya ini meliputi pengeluaran untuk melakukan penelitian produk, pengembangan produk dan administrasi. 

 

 

Jenis-Jenis Beban

Terdapat beberapa jenis beban yang didefinisikan dari fungsinya yaitu:

 

  • Accrued expense. Beban akrual adalah beban dibayarkan oleh perusahaan di periode berikutnya.
  • Bad debt expense. Beban kredit macet adalah sebuah beban yang timbul akibat piutang yang belum berhasil ditagihkan atau tidak tertagih dari pihak penghutang. 
  • Operational expense. Beban operasional yang berkaitan dengan kegiatan keperluan untuk operasional perusahaan. 
  • Depreciation expense. Beban penyusutan akibat pemanfaatan aktiva. Misalnya beban penyusutan mobil operasional, mesin pabrik, truk dan sebagainya. 
  • Prepaid expense. Beban yang sudah dibayarkan di muka tetapi manfaatnya belum dapat dirasakan. 

 

Perbedaan Biaya dan Beban 

Setelah melihat pengertian antara biaya dan beban, kini saatnya Anda mengetahui juga perbedaan biaya dan beban. Perbedaan ini akan jelas terlihat saat dituangkan ke dalam laporan akuntansi atau keuangan. Berikut diantaranya:

 

Posisi Penempatan dalam Laporan Keuangan

Ketika membuat laporan keuangan, maka biaya dan beban ditempatkan di posisi yang berbeda. Biaya akan dimasukkan ke dalam laporan neraca. Ada kemungkinan biaya yang dicantumkan disini akan menjadi aktiva. Beban ditempatkan di dalam laporan laba rugi. Karena beban tidak berpengaruh atau memberi manfaat kepada perusahaan. 

 

Periode Akuntansi

Perbedaan antara biaya dan beban cukup terlihat jelas disini. Karena biaya dikategorikan sebagai pengeluaran modal, maka biaya memiliki masa melebihi satu periode atau satu tahun. Sementara beban karena diambil dari pendapatan perusahaan, maka masanya hanya satu periode akuntansi. 

 

Baca Juga: Pengertian Akuntansi Biaya dan Tujuannya

 

Perbedaan Jumlah

Perbedaan selanjutnya adalah perbedaan jumlah yang dikeluarkan. Karena biaya digolongkan sebagai pengeluaran modal maka jumlah yang dikeluarkan pun besar. Di sisi lain, beban termasuk pengeluaran pendapatan sehingga nominalnya pun menjadi lebih kecil dibanding biaya. 

 

Perbedaan Hubungan dengan Proses Produksi

Biaya adalah segala pengeluaran untuk memperlancar segala proses produksi. Sebut saja mulai dari penyediaan bahan baku, pembayaran listrik yang diperlukan selama produksi, penyediaan mesin dan teknologi, dan lain sebagainya. 

Beban adalah pengeluaran untuk mendukung operasional. Misalnya beban untuk menyewa lahan pabrik, beban yang harus dibayarkan di muka dan lain-lain. 

 

Pengaruh Terhadap Laba dan Aset

Biaya adalah pengeluaran dalam jumlah moneter tertentu yang bertujuan untuk mendapatkan laba. Sementara beban adalah pengeluaran yang mempengaruhi aset tetapi tidak ada pengaruhnya terhadap modal. 

 

Contoh Kasus Biaya dan Beban

Katakanlah sebuah perusahaan melakukan pembelian mobil untuk kemudahan akomodasi karyawannya. Masa manfaat mobil ini adalah 5 tahun. Disini mobil dapat dikategorikan sebagai aset mempunyai masa manfaat lebih dari 1 tahun. Karena itulah mobil ini dimasukkan kedalam biaya. 

Lalu kasus seperti apa yang dapat dikategorikan sebagai beban? Beban adalah ketika perusahaan mengeluarkan biaya untuk mendapatkan manfaat dari mobil. Seperti pembelian BBM, servis rutin, penggantian suku cadang dan lain sebagainya. 

Biaya dan beban adalah dua istilah yang akrab di telinga pelaku usaha. Perbedaan biaya dan beban penting untuk diketahui agar Anda tidak keliru dalam membuat laporan keuangan. Dengan mengetahui perbedaan yang ada maka laporan keuangan Anda akan terhindar dari kekeliruan pencatatan di kemudian hari.