manajemen laba

Manajemen Laba: Pengertian, Faktor dan Tahapannya

Setiap perusahaan yang didirikan pasti memiliki tujuan untuk mendapatkan keuntungan atau laba. Ketika menjalankan bisnis pada sebuah perusahaan, pasti dibutuhkan skill untuk mengelola beberapa hal. Salah satu hal yang harus dikelola dalam sebuah perusahaan adalah manajemen laba. 

 

Pengertian Manajemen Laba

Manajemen tidak hanya dilakukan pada manusia namun juga terdapat dalam pengelolaan laba perusahaan. Setelah mendengar istilah tersebut mungkin akan ada yang bertanya apa itu manajemen laba karena memang masih asing di telinga sebagian masyarakat. 

Manajemen laba atau biasa disebut dengan earning management merupakan tindakan yang dilakukan oleh manajer untuk menaikkan atau menurunkan laba yang akan dilaporkan ke dalam laporan keuangan. Laporan keuangan tersebut nantinya akan diperlihatkan kepada para stakeholder atau pihak-pihak yang memiliki kepentingan tertentu pada perusahaan. Proses menaikkan atau menurunkan laba tidak dilakukan sembarangan namun dilakukan sesuai prinsip akuntansi.

Manajemen laba biasanya digunakan sebagai upaya perusahaan untuk mempengaruhi atau mengintervensi informasi pada laporan keuangan supaya dapat mengelabui stakeholder atau orang-orang yang ingin mengetahui kondisi serta kinerja perusahaan. Manajer membuat keputusan tertentu dalam laporan keuangan sehingga dapat mengelabui stakeholder atau untuk memberikan pengaruh terhadap hasil kontrak yang menggunakan angka-angka dalam laporan keuangan.

Istilah intervensi ini digunakan karena beberapa pihak ada yang menilai manajemen laba merupakan kecurangan namun ada juga yang menganggapnya bukan sebagai kecurangan. Tidak dianggap sebagai kecurangan karena hal tersebut masih dilakukan oleh manajer dalam prosedur dan metode akuntansi yang masih dapat diterima dan diakui secara umum.

 

Faktor yang Mempengaruhi Manajemen Laba

Ada banyak faktor yang mempengaruhi pengelolaan laba dalam perusahaan. Di bawah ini adalah penjelasan mengenai bagaimana faktor-faktor tertentu mempengaruhi manajemen laba: 

 

Manajemen Akrual 

Manajemen Akrual atau bisa juga disebut dengan accruals management merupakan faktor yang berkaitan dengan aktivitas-aktivitas yang dapat berpengaruh terhadap aliran kas dan keuntungan perusahaan. Manajemen akrual merupakan wewenang para manajer. 

 

Penerapan dari Suatu Peraturan Akuntansi yang Wajib

Faktor penerapan dari suatu peraturan akuntansi yang wajib, berkaitan dengan keputusan manajer untuk melaksanakan kebijaksanaan akuntansi tertentu yang harus diterapkan. Manajer harus memilih antara menerapkannya lebih awal dari waktu yang telah ditetapkan atau menunda terlebih dahulu sampai saat berlakunya suatu kebijaksanaan tersebut.

 

Perubahan dari Aktiva Secara Sukarela

Faktor perubahan aktiva secara sukarela berkaitan dengan upaya yang dilakukan manajer untuk mengubah atau mengganti suatu metode akuntansi tertentu dari sekian banyaknya metode yang dapat dipilih, tersedia dan diakui oleh badan akuntansi yang ada.

 

Baca Juga: Jenis-Jenis dan Rumus Rasio Profitabilitas

 

Bonus Plan Hypothesis

Beberapa manager akan memilih untuk menggunakan metode akuntansi yang mampu memaksimalkan utilitasnya yaitu dengan bonus yang tinggi. Besarnya bonus yang diberikan tergantung dengan laba yang diperoleh sehingga beberapa manajer akan menaikkan laba yang dilaporkan.

 

Debt Covenant Hypothesis

Pada beberapa perusahaan, terdapat manajer yang melanggar perjanjian kredit sehingga dia akan menggunakan metode akuntansi yang cenderung memiliki dampak untuk menaikkan laba. Hal ini dilakukan untuk tetap menjaga reputasi mereka di mata pihak eksternal

 

Political Cost Hypothesis

Dalam menjalankan bisnis, terdapat beberapa peraturan yang diberikan pemerintah kepada perusahaan-perusahaan yang berdiri di Indonesia. Salah satunya adalah mengenai pajak pendapatan perusahaan. Oleh sebab itu semakin besar suatu perusahaan maka semakin besar kemungkinan untuk perusahaan tersebut menggunakan metode akuntansi yang bertujuan menurunkan laba. Jika laba yang dilaporkan lebih sedikit maka pajak pendapat perusahaan pun sedikit.

 

Tahapan Manajemen Laba

Tahapan adalah sebuah proses yang harus dilalui oleh perusahaan untuk mencapai sesuatu. Ada beberapa cara atau tahapan yang digunakan untuk manajemen laba, antara lain: 

 

Membuat Estimasi Akuntansi 

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mampu memanfaatkan peluang untuk membuat estimasi akuntansi. Kamu bisa menggunakan judgment dalam membuat estimasi tingkat piutang tidak tertagih, estimasi biaya garansi, estimasi kurun waktu dari depresiasi suatu aktiva tetap atau amortisasi dari aktiva tidak berwujud.

 

Mengubah Metode Akuntansi

Perusahaan dapat mengubah metode akuntansi yang kamu gunakan untuk mencatat transaksi. Misalnya kamu mengubah metode perhitungan depresiasi aktiva tetap dari metode depresiasi angka tahun menjadi metode depresiasi dengan garis lurus. 

 

Menggeser suatu Periode Pendapatan atau Biaya

Menggeser suatu periode pendapatan atau biaya bisa disebut juga dengan rekayasa atau manipulasi keputusan operasional. Contoh dari penggunaan tahap ini yaitu menunda atau mempercepat pengeluaran untuk kepentingan penelitian sampai periode akuntansi selanjutnya. Contoh kedua yaitu mempercepat atau menunda pengeluaran untuk keperluan promos sampai periode akuntansi selanjutnya. Contoh lainnya yaitu kamu bekerja sama dengan vendor untuk menunda atau mempercepat pengiriman suatu tagihan sampai periode akuntansi selanjutnya. 

 

Baca Juga: 10 Tanda Buruknya Manajemen Keuangan Perusahaan 

 

Menggeser periode pendapatan atau biaya juga bisa dilakukan dengan mempercepat atau menunda pengiriman suatu produk ke konsumen, memanipulasi tingkat laba dengan menjual investasi sekuritas, mengatur penjualan aktiva tetap yang sudah tidak terpakai, dan mempunyai strategi persediaan barang berupa LIFO.

 

Manfaat Manajemen Laba

Suatu metode yang diterapkan pasti memiliki manfaat yang besar. Berikut ini adalah manfaat dari manajemen laba.

 

Meningkatkan Kepercayaan Pemegang Saham

Salah satu manfaat yang dapat dirasakan oleh perusahaan adalah kepercayaan dari pemegang saham meningkat. Tingkat perolehan laba merupakan suatu hal yang berhubungan dengan prestasi atau pencapaian yang diperoleh oleh suatu perusahaan. Oleh sebab itu, jika keuntungan atau laba sering dikaitkan dengan bonus yang akan diberikan kepada manajer. Semakin besar laba perusahaan maka semakin besar pula bonus yang diperoleh.

 

Memperbaiki Hubungan dengan Kreditor

Perusahaan yang terancam bangkrut tidak dapat memenuhi kewajibannya membayar hutang sesuai dengan tempo yang ditetapkan. Oleh sebab itu beberapa manager akan menaikkan laba supaya mendapatkan posisi aman dan bisa melakukan penjadwalan ulang pembayaran hutang.

Perusahaan harus teliti dalam mengelola laba. Karena laba dapat mempengaruhi masa depan dan ketahanan perusahaan dalam menghadapi kompetitor. Demikianlah penjelasan mengenai manajemen laba. Semoga informasi ini dapat berguna di kemudian hari atau menambah wawasan!