rasio likuiditas

Rasio Likuiditas: Rumus dan Faktor yang Mempengaruhinya

Kondisi kesehatan keuangan perusahaan ditentukan oleh kemampuannya dalam melakukan berbagai kewajiban atau pembayaran. Perusahaan menggunakan menggunakan sebuah metode untuk mengetahui hal tersebut, yaitu rasio likuiditas. Rasio ini selalu tercantum setiap laporan keuangan perusahaan dalam setiap periode tertentu. Untuk lebih jelasnya, mari simak pembahasan dibawah ini! 

 

Pengertian Rasio Likuiditas

Perusahaan setiap Rasio likuiditas adalah sebuah rasio yang digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam melaksanakan kewajiban jangka pendek yang harus segera dipenuhi, misalnya membayar ketika ditagih hutang atau utang mencapai tenggat waktu.  

 

Faktor yang Mempengaruhi

Kondisi keuangan perusahaan selalu dipengaruhi berbagai macam faktor baik dari eksternal maupun internal perusahaan. Tingkat likuiditas perusahaan pun juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain: 

 

Skala Perusahaan

Skala perusahaan menggambarkan aset yang dimiliki dan industri tempat perusahaan beroperasi.  Penentuan skala perusahaan berdasarkan total penjualan, total aset, dan rata rata tingkat penjualan. Perusahaan dengan skala besar memiliki akses lebih mudah dalam mendapatkan pendanaan dan pinjaman dari luar, sehingga berkesempatan lebih besar bertahan dan menang atas kompetitor. Aset yang dimiliki juga sangat banyak dan dapat dijadikan jaminan atas pendanaan atau pinjaman dari luar. 

 

Baca Juga: Manfaat Akuntansi Manajemen untuk Perusahaan

 

Prospek Pertumbuhan

Prospek pertumbuhan yang akan datang adalah prospek baik yang diharapkan mendatangkan pendapatan besar bagi perusahaan.Pendanaan perusahaan bisa berasal dari dua sumber, yaitu internal seperti penerbitan saham dan pendanaan eksternal berupa hutang yang diberikan oleh pihak luar perusahaan.  Perusahaan dengan prospek pertumbuhan yang baik memiliki tingkat pertumbuhan yang tinggi  dan aktif melakukan investasi. Namun, investasi yang menghasilkan pertumbuhan tinggi diwujudkan melalui kegiatan jangka panjang yang memerlukan biaya relatif besar. Dalam mengambil keputusan investasi, manajemen perusahaan cenderung memilih sumber internal. 

 

Perputaran Modal 

Modal merupakan faktor bagi perusahaan untuk menjalankan operasional. Periode perputaran modal dicatat dan dihitung sejak modal diinvestasikan dalam komponen tertentu sampai kembali ke periode yang akan datang. Perputaran modal sangat berpengaruh terhadap likuiditas perusahaan. Semakin cepat modal berputar, semakin bagus tingkat likuiditas perusahaan  karena tersedia aktiva lancar untuk membayar kewajiban tepat waktu.   

 

Tujuan Rasio Likuiditas 

Selain untuk mengetahui tingkat kemampuan perusahaan membayar kewajiban, ada tujuan tertentu yang dimiliki perusahaan dalam menghitung rasio likuiditas antara lain: 

  1. Mengetahui kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek dengan tepat waktu
  2. Kemampuan membayar kewajiban jangka pendek dengan aktiva lancar keseluruhan
  3. Membandingkan jumlah persediaan yang ada dengan modal kerja perusahaan.
  4. Mengukur besar kas yang ada untuk membayar kewajiban 
  5.  

Mengapa Rasio Likuiditas Diperlukan? 

Perhitungan dan analisis tingkat likuiditas memberikan manfaat bagi pihak yang mempunyai kepentingan pada laporan keuangan seperti manajemen internal perusahaan, kreditur, investor, distributor dan masyarakat umum. Bagi manajemen internal perusahaan, mengetahui likuiditas perusahaan dapat menunjukkan dan memproyeksikan kinerja perusahaan dalam satu periode khususnya dalam hal pemenuhan kewajiban.

Sementara bagi pihak di luar perusahaan yaitu kreditur, investor, dan masyarakat umum, laporan likuiditas ini pun cukup oentung. Kreditur dapat menilai apakah perusahaan benar-benar dalam kondisi keuangan yang sehat dalam pemenuhan kewajiban. Sehingga kreditur dapat menentukan apakah selanjutnya tetap memberikan pinjaman kepada perusahaan atau tidak. 

Begitu pula dengan investor. Dari menganalisis likuiditas perusahaan, investor mampu menilai apakah perusahaan dalam kondisi sehat dan mampu melakukan bagi hasil kepada investor sesuai perjanjian yang dilakukan dari sejumlah dana yang diberikan investor. Khusus untuk masyarakat umum, kondisi likuiditas perusahaan dapat menentukan apakah masyarakat akan berinvestasi atau tidak. Masyarakat condong memilih perusahaan yang kondisi keuangannya sehat untuk berinvestasi.   

Perusahaan memerlukan distributor untuk memasok kebutuhan operasional perusahaan. Kondisi likuiditas perusahaan bermanfaat dalam menilai apakah perusahaan mampu membayar sejumlah dana atas kewajibannya atau tidak. Jika perusahaan selalu membayar kepada distributor dengan tepat waktu, maka distributor kaan memberikan kemudahan bagi perusahaan dengan memberikan kredit dalam penjualan barangnya. 

 

Baca Juga: Jenis Rasio dalam Laporan Keuangan

 

Jenis Rasio Likuiditas

Dalam menghitung tingkat likuiditas perusahaan, terdapat beberapa jenis rumus perhitungan yaitu: 

 

Cash Ratio

Cash ratio membandingkan cash flow perusahaan dengan tagihan yang harus dibayar. Perputaran cash flow yang rendah merupakan tanda kondisi keuangan perusahaan sedang tidak sehat. Jika cash ratio kurang dari 1, hal tersebut menunjukkan perusahaan tidak mampu membayar kewajibannya.

Rumus cash ratio adalah:

Cash Ratio = (Kas + Surat Berharga atau Setara Kas) : Utang Lancar

 

Current Ratio

Jenis rasio ini yang paling mudah perhitungannya dibandingkan rasio likuiditas lain di atas. Rasio ini digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam pembayaran kewajiban jangka pendek dengan aktiva lancar saat ini. 

Rumus current ratio adalah sebagai berikut:

Current ratio = Aktiva yang Lancar : Utang Lancar

 

Quick Ratio

Quick Ratio dipakai untuk menilai likuiditas perusahaan dengan cepat dengan membandingkan kewajiban jangka pendek dengan aktiva lancar. Jika dibandingkan dengan current ratio, perhitungan quick ratio jauh lebih ketat dan tidak memasukkan inventaris dalam perhitungannya. Dalam merumuskannya, hal-hal yang perlu dipertimbangkan antara lain: 

  1. pinjaman jangka pendek
  2. utang dagang,
  3. utang pajak penghasilan

Rumus untuk menghitung quick ratio dapat dihitung dengan:

Quick ratio = (Aktiva yang Lancar – Persediaan) : Utang Lancar

 

Kondisi keuangan perusahaan yang sehat adalah hal penting bagi semua perusahaan. Oleh karena itu, perhitungan dan analisis tingkat likuiditas perusahaan harus dilakukan dengan teliti agar menghasilkan hasil yang benar untuk dasar keputusan strategis yang tepat sasaran. Demikian penjelasan mengenai rasio likuiditas yang perlu diketahui perusahaan. Semoga dapat menambah wawasan Anda!