self assessment

Self Assessment: Pengertian, Cara Melakukan & Aspek yang Perlu Diperhatikan HRD

Ada berbagai macam penilaian kinerja yang digunakan HRD untuk mengukur seberapa jauh perkembangan kinerja karyawan terhadap suatu target berdasarkan tenggat waktu tertentu. Self assessment adalah satu dari sekian metode yang ada dalam perusahaan. 

Meskipun dilakukan oleh karyawan itu sendiri, hasil dari penilaian ini tetaplah valid.

Untuk info lengkapnya, mari simak ulasan di bawah ini! 

 

Apa yang Dimaksud dengan Self Assessment?

Sesuai namanya, self assessment adalah sebuah penilaian kinerja di mana karyawan melakukan penilaian kinerjanya secara mandiri. Karyawan akan menjabarkan tentang apa yang mereka kerjakan, hambatan dan tantangan yang dihadapi, kelebihan, pencapaian, hingga kegagalan dalam satu periode.

Umumnya evaluasi ini dilakukan tahunan agar HRD mampu memantau seberapa jauh perkembangan karyawan dibandingkan tahun sebelumnya. 

 

Bagaimana Cara Melakukan Self Assessment? 

Mungkin menjabarkan apa yang Anda kerjakan dalam setahun terdengar cukup merepotkan. Padahal tidak demikian. Inilah beberapa cara melakukan evaluasi mandiri.

  1. Jelaskan Scope Pekerjaan. Setiap pekerjaan tentu memiliki ruang lingkup atau scope yang berbeda. Contohnya scope antara digital marketing specialist dan java programmer tentulah tak sama. Jelaskan scope pekerjaan Anda secara detail termasuk parameter yang ditetapkan. 
  2. Buat Daftar Sisi Positif. Selanjutnya Anda perlu menjelaskan sisi positif dari dalam diri selama bekerja di perusahaan. Jika Anda kebingungan untuk menjelaskan sisi positif, Anda bisa meminta tolong kepada rekan untuk menjelaskan aspek mana saja yang unggul di diri Anda. 
  3. Uraikan Pencapaian. Setelah menjelaskan sisi positif, Anda juga perlu menguraikan pencapaian yang sudah dicapai. Biasanya pencapaian yang melebihi target akan membantu Anda mendapatkan bonus atau promosi jabatan. 
  4. Akui Kesalahan dan Kelemahan. Setiap orang tentu punya kekurangan, begitu juga diri Anda dalam bekerja sehari-hari. Mengakui kesalahan dan kelemahan tentu bukan menandakan Anda adalah orang yang tidak kompeten atau bodoh, namun cara ini dapat membantu Anda menyusun strategi demi pencapaian kinerja yang lebih baik. 
  5. Berikan Saran dan Solusi Kepada Manajemen. Adapun yang dimaksud dengan saran dan solusi ini bukan hanya untuk pekerjaan Anda, melainkan untuk pihak manajemen perusahaan baik itu HRD dan atasan Anda sendiri. Sehingga para jajaran manajemen perusahaan dapat memahami apa yang Anda butuhkan untuk mengembangkan diri dan semakin produktif. 
  6. Buat Rencana Berikutnya. Jika sebelumnya Anda sudah menjelaskan apa kelebihan dan kekurangan serta masukan untuk pihak manajemen, buatlah rencana selanjutnya untuk diri Anda. Rencana ini dapat menggunakan metode SMART agar memudahkan Anda mencapainya di periode kerja mendatang. 

 

Mengapa Karyawan Perlu Melakukan Self Assessment? 

Setelah mengetahui pengertian hingga cara melakukan self assessment, selanjutnya mari membahas mengapa karyawan perlu mengevaluasi pekerjaan mereka sendiri. Sebenarnya ada 2 point utama soal hal ini, yaitu.

 

Dari pihak manajer

Self assessment membantu manajer lebih memahami apa yang karyawannya butuhkan dan bagaimana hambatan kerja yang dihadapi. Dengan begitu pihak manajer bisa menyusun strategi kerja agar lebih bisa membaur bersama karyawan tanpa perlu mengurangi target kerja.

Sebab, manajer atau pemimpin perlu memiliki rasa empati yang tinggi sehingga karyawan yang berada di timnya merasa nyaman bekerja bersamanya. 

 

Dari pihak karyawan

Kutipan “pengalaman adalah guru terbaik” berlaku untuk self assessment. Melalui evaluasi ini, karyawan mampu memahami seberapa jauh perkembangan pekerjaan mereka, yang pada akhirnya karyawan akan belajar dari kesalahan sebelumnya dan merasa termotivasi atas pencapaian kerja yang telah tercapai. 

Dari dua poin di atas, dapat disimpulkan jika self assessment dapat membantu baik pihak karyawan dan perusahaan untuk memahami satu sama lain.

Pekerjaan akan lebih mudah dilakukan apabila kedua pihak saling sepakat berada dalam relasi yang saling menguntungkan. Alhasil, konflik internal dan miskomunikasi dalam perusahaan juga bisa ditekan sedemikian rupa. 

 

Lantas, Apakah Ada Aspek Tertentu yang Harus HRD Perhatikan? 

HRD adalah divisi terkait yang harus memperhatikan secara seksama apa saja poin dan penjelasan yang dijabarkan oleh karyawan selama self assessment. Biasanya HRD akan membandingkan apa yang karyawan jelaskan dengan penilaian lainnya baik dari rekan ataupun dari manajer bersangkutan yang bekerja langsung bersama karyawan. 

Selanjutnya, HRD perlu mempertimbangkan segala masukan yang diberikan oleh karyawan. Sebab bagaimanapun juga masukan dari karyawan ini dapat meningkatkan kinerja HRD dalam manajemen SDM jauh lebih baik. Cara ini membuat karyawan merasa lebih dihargai keberadaannya dalam perusahaan. 

HRD pun dapat mulai mempertimbangkan menggunakan perangkat lunak atau software HRD untuk memaksimalkan evaluasi tahunan. Alhasil, HRD mempu lebih fokus untuk mengembangkan rencana manajemen SDM lebih mendalam supaya karyawan mampu mengeluarkan kinerja dan talenta terbaik yang dimiliki serta menjaga keharmonisan suasana kantor. 

 

Baca Juga: Para Leaders, Inilah Pentingnya Apresiasi di Lingkungan Kerja!

 

LinovHR: Kelola Evaluasi Karyawan Menggunakan Performance Management

Self assessment merupakan salah satu faktor dalam mencapai kesuksesan perusahaan. Dengan begitu, karyawan dapat memahami diri sendiri yang akan berdampak pada perkembangan perusahaan itu sendiri dalam peningkatan kinerja mereka.

Hasil yang maksimal sesuai harapan perusahaan akan tercapai bila proses pengembangan kinerja yang dilakukan tepat dan akurat. 

Karena itu, banyak perusahaan besar khususnya di Indonesia telah beralih kepada software pengelolaan SDM  karena pengelolaan kinerja manual tidaklah optimal mengingat banyaknya parameter yang dinilai dan jumlah karyawan itu sendiri.

 

performance review

 

Performance Management System dari Software HRD LinovHR memudahkan perusahaan untuk meningkatkan kinerja pada tiap individu maupun tim kerja melalui berbagai macam fitur. 

Contohnya adalah fitur feedback, fitur ini tersedia dalam performance management yang digunakan untuk seluruh karyawan untuk memberikan feedback untuk rekan kerja, manajer, bahkan untuk dirinya sendiri dengan kurun waktu 1 kali per periode yang telah ditentukan.

Fitur feedback terbagi menjadi berbagai tipe, yaitu Self Feedback, Manager Feedback, Subordinate Feedback, Peer to Peer Feedback, Team Feedback, Internal Feedback, External Feedback, dan Custom Feedback.

Ingin tahu fitur apa saja dalam modul Performance Management dari LinovHR yang dapat memudahkan self assessment? Klik tautan berikut untuk dan jadwalkan demo Software HRD dari LinovHR bersama tim kami!